Sunday, March 15, 2015

Review Singkat Evercoss A74D : Warna - Warni Bonus Casing Yang Menarik

Memasuki tahun 2015, para vendor mulai berbondong - bondong menelurkan produknya yang berlayar lebar atau yang biasa disebut phablet yang saat ini sedang digemari oleh masyarakat. Hal itu, berdampak pada penjualan tablet dan juga minimnya pilihan smartphone di ukuran layar yang lebih kecil. Di tengah gencarnya invasi phablet di pasaran, Evercoss salah satu vendor lokal mengeluarkan salah satu smartphonenya yang hanya mengusung layar 4 inch. Untuk menarik simpati masyarakat, smartphone layar kecil ini diberikan bonus tak tanggung - tanggung yakni 3 buah casing belakang sekaligus yang masing - masing mempunyai warna yang berbeda - beda dan mampu menarik perhatian bagi siapapun yang melihatnya. Salah satu smartphone terbaru dari Evercoss yang ditujukan untuk pasar kelas menengah ke bawah ini disebut dengan seri A74D.

Sunday, March 8, 2015

How I Live Now : Kisah Cinta Dikala Perang Dunia Ketiga

How I Live Now yang bisa diartikan bagaimana saya hidup, adalah saya salah satu film yang menceritakan perjuangan seorang gadis remaja untuk kembali kepada kekasihnya di tengah badai peperangan yang tengah melanda. How I Live Now dibuat berdasarkan novel laris di Inggris karangan Meg Rosoff ( Tahun 2004 ) dan versi layar lebarnya baru diluncurkan pada tahun 2013. Pemeran film ini dibintangi oleh Saorise Ronan, aktris muda yang sudah malang melintang membintangi banyak film - film Box Office seperti Atonement, City of Ember, The Way Back, Hanna, The Host, lovely Bones, The Grand Budapest Hotel, Dll.

Berkisah tentang Daisy, seorang gadis muda asal New York Amerika berumur 15 tahun yang terbang ke Inggris karena terpaksa harus mengisi masa liburannya di tempat bibinya. Suasana persawahan yang serba hijau, kebun - kebun dan padang sabana yang melintang luas di area pedesaan terpencil di Inggris bukanlah sebuah tipe area yang disukai dan juga bertolak belakang dengan dunia asal Daisy yang serba modern dan futuristik. Selain itu Daisy sendiri mempunyai penyakit mental yakni rasa rendah diri yang tinggi dan emosi yang berlebih sehingga cenderung memprotes segala sesuatu yang tidak sesuai dengan dirinya. Dengan ditempatkannya dirinya di area pedesaan terpencil di rumah bibinya, seakan kondisi itu memperparah emosional Daisy.

Monday, March 2, 2015

Review Singkat Evercoss A7B Tipis Dan Desain Bagus

Mencari sebuah smartphone dengan desain yang cantik namun dengan harga yang murah, tapi tidak mengorbankan begitu banyak fitur dan performa, mungkin Evercoss dengan seri A7B adalah salah satu pilihannya. A7B ( Berlin ) merupakan salah satu seri smartphone yang menonjolkan sisi desain sebagai nilai jualnya. Dengan bodinya yang tipis, serta ringan, dibalut pilihan warna yang memanjakan mata, bagi para pengguna yang tak mementingkan brand maupun yang berbudjet terbatas, seolah diberikan pilihan yang masuk akal dan melegakan untuk dapat memiliki sebuah smartphone yang keren dari sisi estetika desainya. Untuk harganya, ketika artikel ini dibuat, Evercoss dengan seri A7B ini di pasarkan dengan kisaran harga 680 - 750 Ribu Rupiah.

Wednesday, February 25, 2015

Review Singkat Wireless USB Adapter TP-LINK TL-WN722N

Ceritanya bermula ketika Tante saya yang tinggal hanya bersebelahan dengan rumah saya memasang koneksi internet berlangganan melalui layanan penyedia internet Speedy yang dimiliki oleh Telkom. Setelah proses installasi oleh petugas dari Telkom, pikiran awal saya berpendapat bahwa mungkin hanya installasi setting koneksi hubungan port kabel telepon dengan desktop saja. Namun setelah proses installasi kelar oleh petugas, saya melihat bahwa disitu juga sekaligus dipasang AP ( Acces Point ). Yang belum tahu apa itu Acces Point adalah perangkat yang digunakan untuk membuat koneksi wireless pada sebuah jaringan. Artinya dengan adanya perangkat Acces Point memungkinkan perangkat lain ( Smartphone, Laptop, Tablet ) untuk dapat terhubung ke jaringan nirkabel dengan menggunakan Wi-Fi.

Saturday, February 21, 2015

Cerpen ke-13, Symphoni of Life

Entah kenapa langkah ini begitu berat. Seolah sedang dibebani berton - ton bebatuan yang menjadi benalu di punggungku. Air mata ini rasanya mulai bergejolak, ingin berlomba - lomba untuk segera keluar dari kelopak mataku. Untungnya aku bisa menahan air mata ini. Tentu saja aku akan sangat malu jika menangis tersedu - sedu sepanjang jalan sepulang sekolah. Apa komentar banyak orang jika melihat kondisiku seperti itu?

Sunday, February 15, 2015

Tips Memilih Powerbank

Tulisan kali ini saya ingin sekedar berbagi pengalaman saja bagaimana cara memilih powerbank yang baik dan handal. Saya sendiri, pertama kali membeli sebuah powerbank kurang lebih pada akhir 2012. Jika mengingat ingat akhir tahun 2012, suasananya pasti terbawa ke saat - saa bertepatan dengan dibuatnya blog saya ini. Oke kembali ke pokok ulasan, powerbank yang pertama kali saya beli saat itu adalah merek Cross berkapasitas 8800mAh dengan harga 280.000. Ketika masa penggunaan kurang lebih 3 bulan, kemampuan powerbank tersebut mulai menurun ditandai dengan jika biasanya mengisi daya full hanya membutuhkan waktu 8 jam saja, lama kelamaan waktu yang dibutuhkan untuk mengisi penuh daya powerbank tersebut lebih dari 10 jam lamanya. Mengetahui hal itu saya langsung saja menjual murah powerbank itu kepada teman saya. Sejak saat itulah, saya mulai membaca artikel dan menonton video mengenai seluk beluk powerbank yang masuk kategori bagus.

Saturday, February 14, 2015

Resident Evil HD Remaster : Mengorek Detail Asal Muasal Bencana Wabah Virus Zombie

Bagi Anda yang mengenal seri Resident Evil diatas tahun 2000 maupun yang mengenal Resident Evil pertama kali karena versi film layar lebarnya  yang diluncurkan pada tahun 2002, mungkin bagi penikmat seri Resident Evil baik film maupun gamenya di rentang tahun yang saya terangkan di atas pastilah mempunyai unek - unek pertanyaan bagaimana asal mula wabah zombie ini bisa menyebar? Saya selaku penikmat seri Resident Evil, pertama kali mengenal game ini kurang lebih pada tahun 2000 yang pada saat itu diperlihatkan pertama kali dengan game ini oleh teman saya yang mengajak bermain di rental. Seri Resident Evil pertama kali yang saya mainkan adalah seri yang ke - 2 yang notabene diluncurkan pada tahun 1998. Pertama kali mencoba game ini, saya langsung jatuh cinta, dan akhirnya kebawa hampir ke setiap sekuel di seri - seri selanjutnya. Untuk versi layar lebarnya saya kurang begitu suka.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...