Saturday, April 27, 2013

A Werewolf Boy : Drama Percintaan Klasik di Musim Gugur

Bagaimana pendapat kalian semua mengenai film yang bercerita tentang manusia serigala? Yah kalau mendengar kata manusia serigala pasti pikiran kita akan menuju pada era kehidupan jaman dahulu, dimana manusia serigala adalah sebuah kutukan yang mengerikan terhadap seseorang. Film tentang manusia serigala terakhir yang aku tonton adalah The Wolfman tahun 2010. Untuk manusia serigala modern yang menjadi pahlawan, ada juga tuh si keren Hugh Jackman yang berperan menjadi Wolverine. Hampir semua peran manusia serigala dimainkan oleh aktor yang sudah dewasa yang rata - rata diatas 30 tahunan. Nah, ada gak manusia serigala yang masih remaja dan gak begitu buas - buas amat? Apalagi dia bisa menangis loh? Jawaban-nya ada loh di Novel dan Film A Werewolf Boy.

Beberapa minggu yang lalu aku iseng ke toko buku nyari novel dan dapetnya emang Novel A Werewolf Boy karya Kim Mi Ri. Setelah membelinya emang aku gak langsung membacanya, tak lain aku geletakkan saja di rak buku karena masih banyak urusan yang lain. Hingga seminggu yang lalu saat aku terjatuh dari sepeda motor, bisa dibaca di Accident. Lutut yang terluka sehingga membuatku sulit berjalan selama tiga hari hanya membuatku banyak tertidur di kasur. Saat itulah aku membaca Novel A Werewolft Boy. Disini aku akan sedikit berbagi mengenai ceritanya.

 
Sooni yang berumur akhir 60 tahunan yang menetap di Amerika lebih dari 40 tahun di pagi hari saat sarapan bersama keluarganya mendapat telepon dari kantor kewilayahan suatu desa di Korea yang mengabarkan bahwa dia harus kembali ke negaranya untuk mengurus pajak rumah yang diwariskan kepadanya oleh seseorang. Mendengar kabar itu Sooni langsung terbang menuju Korea. Sesampai di Bandara dia dijemput oleh cucunya yang masih menginjak bangku kuliah yakni Eun Joo


Eun Joo sudah mengetahui maksud kedatangan neneknya ke Korea. Setelah menjemput di bandara, Eun Joo mengantar Sooni ke suatu desa yang dimaksud. Sesampainya di desa yang sepi dan jauh di pemukiman, mereka mendapati sebuah rumah kuno yang sudah tak berpenghuni. Sooni menceritakan pada cucunya bahwa rumah ini adalah rumah dimana neneknya dulu pernah tinggal. Tak lama petugas dari kantor kewilayahan datang dan mereka berbincang - bincang yang intinya petugas itu membujuk Sooni untuk menjualnya saja daripada harus membiayai pajaknya setiap tahun. Namun sebelum memberi jawaban kepada sang petugas, Sooni meminta izin untuk menginap semalam saja di rumah kuno itu untuk bernostalgia. Malam harinya, saat mereka berdua terbaring di dalam rumah kuno yang kondisinya masih berantakan, Sooni menceritakan kepada cucunya bahwa dulu neneknya pernah mempunyai kisah dan kenangan indah serta menyedihkan di rumah kuno ini.

Cerita pun beralih ke musim gugur tahun 1965. Pada saat itu Sooni yang masih berumur 16tahun, beserta Ibu dan adiknya baru saja pindah rumah di salah satu desa dari Seoul. Alasannya pindah karena bisnis Almarhum Ayahnya yang bangkrut dan penyakit TBC yang diderita Sooni. Tahun 60-an, pedesaan maupun pegunungan yang bernuansa sejuk sangat efektif mengobati TBC. Sooni dan keluarganya, mendapatkan rumah besar di desa itu berkat rekan kerja ayahnya. Ji tae, anak dari rekan kerja ayahnya saat itu mengantar mereka pindahan. Ji tae, dalam cerita disini memerankan tokoh jahat yang berperawakan sombong dan arogan karena kekayaan yang dimiliki ayahnya. Di saat para tetangga membantu keluarga Sooni memasukkan barang dan perabotan ke dalam rumah, salah satunya adalah Pak jeong, pemilik peternakan kambing, Ji tae malah asik merokok dan duduk berleha - leha. Ji Tae hanya memandangi Sooni saat itu. Dia berpikiran, karena Ayahnya adalah rekan dari Almarhum Ayah Sooni, jadi semua pengobatan TBC Sooni ditanggung oleh Ayah Ji Tae dan rumah baru di desa ini juga pemberian ayahnya. Ji tae pun berencana menikahi Sooni. Namun disisi lain, Sooni sangat membenci sosok Ji Tae karena perilakunya.


Malam harinya saat segalanya sudah beres, keluarga Sooni mengundang para tetangga yang baru dikenalnya dan dengan sudi membantunya beres - beres tadi siang untuk makan malam. Di saat itu, Pak Jeong menceritakan bahwa dulu pemilik rumah ini sebelum menjadi milik Ayah Ji Tae dan diberikan kepada keluarga Sooni adalah seorang Professor Park Jong Doo. Sang Professor sangat jarang bersosialisasi, dan memiliki peliharaan beberapa serigala. Hingga akhirnya mendadak sang Professor ditemukan meninggal akibat serangan jantung dikemudian hari.

Keesokan harinya Sooni dan Ibunya dikejutkan dengan munculnya seorang anak muda yang berpakian kumuh dan kusut. Dia sangat kelaparan dan perilakunya seperti hewan. Ketika polisi setempat dan petugas kantor kewilayahan tak dapat membantu untuk mengurus anak gelandangan yang baru ditemukan itu, Ibu Sooni bersedia merawatnya untuk sementara waktu sambil menunggu kabar dari kantor kewilayahan jika ada instansi yang mau menampungnya. Kemudian Ibu Sooni menamai anak muda gelandangan itu Cheol Soo.


Cheol Soo tidak dapat berbicara, dia hanya bisa menggeram seperti binatang. Kelakuannya memang digambarkan menjijikkan layaknya binatang. Hal itu membuat Sooni jengkel kepadanya. Kejengkelannya padam ketika Cheol Soo secara tak sengaja membantunya mengangkat sebuah tumpukan kardus ketika Sooni ini mengambil sebuah buku yang letaknya paling bawah tertindih beberapa dus yang berat. Saat itu Sooni sadar bahwa Cheol Soo mempunyai kekuatan yang tak masuk akal. Apalagi ketika Cheol Soo menyelamatkannya serta Adiknya dari dari tumpuan besi baja kontrsuksi yang secara tak sengaja jatuh menimpanya. Cheol Soo melindungi mereka dengan tubuhnya dari besi baja itu tanpa patah tulang sedikitpun. Cheol Soo pun juga sering menghalangi Ji Tae yang kadang mengganggu Sooni. Dari situlah Sooni merasa bahwa Cheol Soo mempunyai sifat yang baik, tapi kesannya seperti baik terhadap majikan. Semenjak itu, Sooni mulai melatih Cheol Soo dengan berbekal buku pelatihan anjing yang dimilikinya. Awalnya dia melatih Cheol Soo dengan teori hewani yang dia pelajari dari buku pelatihan anjing. Cheol Soo pun mengalami perkembangan yang luar biasa cepat. Akhirnya Sooni mengajarinya menulis, membaca dan memberikan kasih sayang kepada Cheol Soo. Dia juga mengajarinya rasa cinta kepada Cheol Soo karena Sooni tahu Cheol Soo mempunyai sifat buas yang setiap saat dapat terpacu dengan emosi meledak, dan itu membahayakan bagi manusia disekitarnya. Cheol Soo hanya mematuhi apapun yang dikatakan Sooni.


Konflik pun mulai timbul saat Ji Tae menemukan surat wasiat dari Professor Park Dong Joo. Dari surat itu Ji Tae mengetahui bahwa Cheol Soo adalah obyek penelitian Professor Park Dong Joo. Professor secara diam - diam melakukan penelitian untuk membuat suatu tentara yang kuat dan hebat dengan memanipulasi gen manusia dan hewan buas serigala. Paham tentang segalanya yang terjadi, Ji Tae langsung melaporkan semua ke Institut Pertahanan dan Ilmu Pengetahuan Nasional. Dari situlah keberadaan Cheol Soo dipisahkan oleh militer dari Sooni. memnafaatkan situasi Cheol Soo yang terpojok, berbagai fitnah dari Ji Tae pun dimuntahkan kepada Cheol Soo agar membuatnya hancur dan tak bisa mendekati Sooni. Nah lalu bagaimana kisah mereka berdua selanjutnya? Lebih baik sahabat blogger dan pembaca lihat maupun baca sendiri yah novel maupun filmnya, karena aku hanya sedikit berbagi disini. Sedikit bocoran nih, bahwa di akhir cerita ntar Sooni yang sudah berumur akhir 60 tahunan bertemu lagi dengan Cheol Soo. Tapi wujud Cheol Soo tidak berubah, dia masih berperawakan anak muda berumur 17 tahunan seperti layaknya Sooni bertemu dengannya untuk pertama kali. Ketika bertemu setelah sekian lama berpisah, Cheol Soo sudah bisa berbicara dan mengutarakan bahwa dia selalu menunggu Sooni selama lebih dari 40 tahun lamanya dan berkata bahwa Sooni masih tetaplah cantik seperti dulu. Meski Professor Park Dong Joo berhasil memanipulasi gen dan membuat sebuah senjata manusia yang buas dan tangguh, namun ada sifat lembut serigala yang mungkin tidak dimiliki oleh sebagian besar manusia, bahwa serigala selalu setia hanya kepada satu betina apapun keadaannya dan bahkan jika sang betina itu sudah tiada.





 Nah, selesai baca novelnya saat itu aku langsung penasaran bagaimana dengan filmnya. Tak perlu waktu lama aku langsung mendownload Film A Werewolf Boy ini beserta terjemahannya. Film yang aku download berformat HDrip resolusi 1280x720 berekstensi Mkv. Malam sebelum tidur aku ingin meilhat filmnya,tapi saat duduk diepan laptop kaki sangat tidak nyaman untuk ditekuk saat posisi duduk. Rasa nyeri masih terasa di sekitar lutut. Alhasil aku transfer File film A Werewolft Boy nya ke dalam Smartphone Android aku dan aku memainkannya lewat applikasi MX player. Karena dengan MXplayer terks terjemahan yang berekstensi SRT bisa terbaca secara lancar. Meski kurang pasti, Film A Werewolft A Boy ini masuk dalam nominasi ajang bergensi seperti Hong Kong International Film Festival, Vancouver International Film festival, Busan International Film festival dan Toronto International Film Festival Official Selection 2012, karena di cover bagian bawah novelnya tertera 4 nominasi diatas. Sekian dan terima kasih.

Accident

Hari Jum'at tanggal 19 kemarin, aku mengalami kecelakaan saat menaiki sepeda motor. Sebenarnya kecelakaan ini disebabkan karena kelalaianku sendiri sih, mengenderai motor dengan kecepatan tinggi tanpa memperdulikan medan yang dilewati. Jadi ceritanya kira - kira pukul 11.00 siang aku melakukan perjalanan dari Klaten menuju Jogja dengan menaiki sepeda motor. Nah, ketika sampai di daerah Jogonalan, keadaan lalu lintas benar - benar macet karena ada perbaikan jalan. Banyak sekali truck yang lalu - lalang dan mesin pengeruk aspal dan para pekerja yang membuat jalan menjadi macet. Entah karena aku kepikiran terlambat untuk Shalat Jum'at atau bagaimana, saat itu aku memutuskan untuk mempercepat laju kendaraan. Karena situasi macet yah terpaksa harus nyelap - nyelip kesana - kemari untuk mencari celah. Cuaca benar - benar sangat panas saat itu. Seketika,aku melihat beberapa pengguna motor nekat melalui jalan aspal yang baru saja digerus oleh mesin. Aku tahu jalan seperti itu sangat berbahaya, karena selain licin dan banyak pasir juga terdapat banyak lekukan terjal akibat gerusan mesin. Namun karena melihat banyak pengguna motor yang nekat melalui jalan itu, meskipun sudah diberi tanda untuk tidak melintasi, yah karena akunya juga ingin cepat - cepat keluar dari kemacetan, mau tak mau aku juga ikut nekat melintasi jalan yang tidak rata itu. Sayangnya diantara sekian banyak pengguna sepeda motor yang nekat melintasi jalur larangan itu, hanya aku sendiri yang bernasib apes. Kira - kira saat itu kecepatan laju motorku kurang lebih 60KM/Jam. Di tengah laju motorku, aku tergilincir entah oleh kerikil maupun pasir maupun pola jalan yang tidak rata. Braaakk, aku jatuh dengan posisi tertelungkup dan lepas dari motor. Badanku sedikit terseret karena jatuhnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.

Ketika jatuh dan sedikit terseret, aku merasakan benturan yang hebat di badan, lutut dan kepala. Namun aku tidak merasakan sakit seketika itu juga. Langsung saja aku berdiri dan ada beberapa orang yang menolong serta menuntun motorku untuk minggir dan beristirahat sejenak di deretan toko pinggir trotoar.

Setelah berbincang - bincang sejenak dengan beberapa orang yang menolongku yang kebanyakan menanyakan kondisi. Spontan aku jawab baik - baik saja. Tapi tak lama setelah menjawab terasa perih di tangan  dan dengkul, juga bahu kiri agak senut - senut. Setelah aku cek, yah sedikit kaget melihat celanaku sobek di bagian dengkul kiri, persis kaya celana anggota band yang disobek - sobek untuk digunakan saat manggung. Telapak kiriku luka lecet dan juga ada lecet - lecet kecil di tiga jemariku. Luka yang paling parah ada di dengkul, benar - benar ngeri lo mengingatnya. Melihat lukaku itu, salah satu orang yang menolongku membelikan betadine dan perban, dan menolak aku ganti biayanya. Siapapun orang itu aku ucapkan terima kasih. Karena kami tak berbicara lama. Setelah dia membelikan perban dan betadine, orang itu langsung pergi menuju Jogja, karena dia disitu beristirahat sejenak karena kepanasan sepanjang perjalanan dari Solo. Akhirnya aku mengobati sementara lukaku dan memperban tanganku agar bisa menggenggam stang motor. Setelah beres, aku pulang ke rumah, tak jadi ke Jogja.

Sesampai dirumah Ibuku menyuruh untuk dibawa ke klinik agar ditangani pengobatan pertama pada kecelakaan. Tapi akunya gak mau, jadi aku basuh sendiri semua lukaku ma cairan detol dan tetesin betadine. Ibuku bilang, lo cuma digituin aja nanti tambah parah, tapi saat itu aku ngeyel karena yakin pasti segera sembuh lukanya. Yah, perkataan ibuku emang benar, setelah tiga hari, saat bangun pagi - pagi kaki kiri ngilunya bukan main di area sekitar luka dan susah sekali diangkat. Jalan pun harus pelan - pelan, karena buat nepak lantai, rasanya kaya kesetrum dan njarem gitu. Kebetulan pagi itu Pamanku baru datang dari Surabaya, dan aku langsung diantar Pamanku dengan mobil menuju Klinik terdekat. Di Klinik, atau sebut saja rumah sakit mini di dalam kota, aku langsung ditangani dengan pembersihan ulang semua luka menggunakan beraneka ragam cairan dan ditensi. Perihnya bukan main saat itu. Tapi ya agar gak terlihat kekanak - kanakan aku diam aja nahan perih, sambil cengar - cengir ma perawatnya. Setelah selesai dibersihkan,dikasih salep lukanya dan terakhir mengambil beberapa obat di apotik. Nah, sesampai dirumah setelah meminum obat dan beristirahat, sorenya pas bangun ngilunya dah berkurang drastis. Saat itu baru nyadar kepikiran ngapain gak dari pertama ke klinik ya, hehehe dasar sok tau ma penyakit dan akunya ngeyel >,<


Ini Luka yang ada di Lutut/ Dengkul kiriku. Lukanya besar, darahnya netes terus sementara setelah jatuh. Ini foto aku ambil beberapa menit setelah terjatuh di TKP. Darah bener - bener masih segar.


Telapak kiriku juga terkena luka lecet. Beberapa jemari juga mengalami luka.



Karena jatuh dengan kecepatan tinggi, ampek gak nyadar celanaku sampai sobek begini. Huhuhu, padahal nih celana favorit.


Beberapa obat dari klinik, seperti antibiotik, anti nyeri dan penyembuh luka agar cepat kering serta sebuah betadine formula bawaan dari Klinik.

Nah foto - foto diatas memang sengaja aku samarkan. Soalnya lo gak disamarkan nanti ndak ngeri. Coz banyak darahnya. Kalau lihat film Rumah Dara yang berdarah - darah mah gak begitu ngeri, kalau darah asli baru ngeri,hehehe :D

Saat menulis artikel mengenai berbagi kisahku dalam sebuah accident ini, keadaanku sudah 80% membaik. Telapak dan dan jemari lukanya sudah mengering. Rasa ngilu, pegal, njarem di bahu ma sekitar luka di kaki dan area dengkul dah pada ilang oleh obat dari Klinik. Hanya di dengkul aja yang sekarang sebagian udah kering lukanya, sebagian tinggal nunggu waktu. Emang harus butuh kesabaran.

Nah, saat aku tulis artikel ini juga ada kejadian yang tidak menyenangkan yang masih bersangkutan dengan kecelakaan sepeda motor dan harinya pun sama yakni Jum'at saat terjadinya kecelakaan seperti yang aku alami minggu kemarin. Jum'at Tanggal 26 April, berita duka datang dari Ustad Jefri Al Buchori yang meninggal karena accident saat mengendarai motornya. Beliau juga termasuk salah satu Ustadz yang aku kagumi juga. Semasa SMA aku sering mendengarkan khotbahnya saat Bulan Puasa menjelang Berbuka maupun Sahur. Jadi kepergian beliau juga meninggalkan rasa sedih di hati. Namun hati ini juga senang karena kepergian beliau di hari Juma'at, yang berarti beliau meninggal dalam keadaan Khusnul khatimah yang akan mendapatkan jaminan bebas dari Azab dan Fitnah kubur. Aku juga mendoakan semoga beliau selalu bahagia berada di sisi-Nya, Amin :)

Nah dari berbagi kisahku diatas, semoga bisa diambil pelajaran untuk para blogger semuanya agar selalu berhati - hati dalam berkendara di jalan. Jangan pernah terbuai dengan sifat nekat saat diperjalanan. Patuhilah peraturan yang ada dan ingat untuk selalu sabar betapapun panas dan macet melanda. Karena maut dapat datang kapanpun dan dimanapun. Sekian :)

Saturday, April 13, 2013

Cross A26, Phablet Smooth Dual - Core

Setelah mengeluarkan Phablet pertamanya yakni Cross A2, ternyata tak berselang lama dari pihak Cross juga mengeluarkan seri baru yang tak lain adalah adiknya yakni Cross A26. Phablet terbaru dari Cross A26 ini ternyata mengusung spesifikasi yang bisa dibilang 2x dari kemampuan kakak-nya terdahulu yakni Cross A2. Yang lebih hebat lagi adalah harganya yang tidak terpaut banyak dari kakakknya A2. Nah, mau tahu bagaimana performa hebat dari Cross A26 ini? Simak review singkat dari saya di bawah ini :






Berbeda dengan kakak-nya A2, casing belakang cross A26 sedikit ringkih menurut saya. Namun, meski ringkih tekstur nya halus, sedangkan kakaknya A2 kasar. Letak kamera pun sekarang berada di tengah - tengah, bukan disamping seperti kakak-nya A2. Dibawah kameranya, sudah terdapat sebuah LED flash berukuran kecil. Namun jangan salah, meski kecil, kekuatan sinarnya mampu diandalkan. Berbeda dengan kakaknya A2 yang Led Flashnya terlihat besar, namun daya sinarnya lemah.

Spesifikasi Cross A26 :

Prosessor 1Ghz Dual - Core.
Chipset MTK 6577
Layar 5inch Capasitive 5 Point Multitouch 240Dpi
Jaringan GPRS, EDGE, 3G, HSDPA ( 7,2 Mbps )
Ram 512MB
ROM 4 GB ( internal 2GB, external storage 1GB )
GPU PowerVR SGX 531
Camera 8 Mega-pixel, Auto Focus
Camera depan 1,3 MP
Android Ics 4.0.4
Batteray 2300mAh
Wifi, GPS, Portable Hot Spot, Proximity Sensor, Light Sensor, 3D gravity sensor, E-Compass




Interface Depan Cross A26 yang saya pegang :


Tes Performa :


Hasil tes menggunakan Antutu, mendapatkan Score sebesar 6000 Pas.


Nenamark 1 mendapatkan Fps sebesar 44,9


Nenamark 2 mendapatkan FPS sebesar 23,4

 

Pada pengujian menggunakan Quadrant Standar, Cross A26 mendapatkan score sebesar 2637, yang berarti kedudukan Cross A26 berada di atas Samsung Galaxy Nexus , dan berada dibawah Motorolla Atrix 4G dan Samsung Galaxy Tab 10.1 dengan selisih nilai yang tidak banyak.

Tes untuk bermain gaming :


FrontLine Mission, lancar tanpa masalah.


Contract Killer Zombie. Lancar juga tanpa masalah. Yang mau dikejar - kejar zombie, silahkan mencoba game ini.


Bash Fishing 3D. Bosan memancing sungguhan. Coba sekali - kali memancing di gadget Android kesayangan kamu. Dijamin juga sama terhiburnya dengan memancing sungguhan.

Sesi terakhir yakni melihat hasil kamera Cross A26 ini :


Luar Ruangan disiang hari saat cuaca cerah


Luar ruangan disore hari dengan cuaca mendung

Luar ruangan di sore hari dengan cuaca mendung 


Malam hari di dalam ruangan dengan penerangan minim.





Malam hari dalam kamar, mengambil detail sinopsis dalam sebuah kaset DVD dengan kondisi lampu Flash menyala.

Kesimpulan :

Setelah mencoba Cross A26 ini, menurut saya performa yang ditawarkan oleh Phablet ini bisa dibilang 2x lipat daripada kakak pendahulunya Cross A2 yang ditandai dengan scrore Antutu mencapai 6000, sedangkan A2 hanya 3000an. Kamera juga bisa dibilang bagus. Berselancar di dunia maya sudah tak usah diragukan lagi karena sudah mengusung jaringan HSDPA 7,2Mbps. Yang paling saya sukai di Cross A26 ini, setelah dipakaikan screen guard anti-minyak dari samsung galaxy note 2, pergerakan menu dan menulis pun sangat smooootthh sekali, bahkan bermain gaming sangat nyaman. Sangat cocok buat yang sering browsing, chating dan bermain gaming. Meski belum mengusung layar IPS, namun karena DPi sudah mencapai 240, layar terlihat jernih dan terang, detail juga bagus. Kekurangan menurut saya hanya pada suara speaker yang lemah, tak sekencang dan senyaring adikknya Cross A2. Meski begitu, bisa diatasi dengan memakaian headset, maka akan ada sedikit perubahan kedalaman dan detail suara. Untuk harga, saat review singkat ini ditulis, kurang - lebih Rp. 1,3 Juta, lebih mahal sedikit dari kakaknya cross A2 yang saat pertama kali muncul seharga Rp.1,150 juta rupiah. Sekian dan terima kasih.

Tuesday, April 9, 2013

Cross A28, Dual-Core Mumpuni yang Ramah Dikantong

Tanggal 29 kemarin saat hari hari libur Nasional memperingati wafatnya Isa Almasih, beberapa saudaraku ada yang berkunjung ke rumahku. Salah satunya kakak sepupuku. Dia datang dengan membawa kedua anaknya, alias keponakanku yang masih TK dan bayi umur sebulanan. Siang harinya kami semua asyik ramai berbincang - bincang dan kuliner bersama saudara - saudara yang lain. Hingga malam harinya saat mata sudah lelah, aku baru sadar bahwa kakak sepupuku membawa sebuah HP Cross keluaran terbaru yakni seri A28. Pertama melihat aku langsung meminjamnya dan mencoba ini itu, yah biasa, seolah sifat gadget mania udah terbenam di otakku, kalau melihat gadget terbaru langsung terangsang untuk menjamahnya. 

Setelah kurang lebih satu jam-an aku mencoba fitur dan kemampuannya, tidak perlu waktu lama aku langsung ingin membuat review singkat mengenai A28 ini. Yah, kurang lebih pukul 1 malam aku membuat review singkat ini, coz pagi harinya kakak sepupuku sudah harus balik lagi ke rumahnya. Jadi mohon maaf bila gambar yang aku ambil sedikit gelap, coz aku juga mereviewnya saat tengah malam dimana kondisi lampu sebagian sudah dipadamkan, saat itu hanya aku sendiri yang belum tidur.





Tampilan Depan Cross A28. Layar sudah mengusung fitur keamanan anti gores. Meski di spesifikasinya tertulis LCD berukuran 4inch, namun saat aku sandingkan dengan andromax-i punya adik aku yang sama - sama berukuran 4inch, terlihat layar A28 ternyata lebih kecil. Menurut saya mungkin ukurannya hanya 3,8inch. Namun kualitas tampilannya tajam berkat resolusi mencapai 480x800.Sudah terdapat kamera depan yang siap untuk layanan video call.





Meski sudah dibenamkan Led Flash di samping kamera, namun sayang kekuatan cahayanya tak bisa diandalkan di dalam ruangan yang gelap. Meski begitu, jika mengambil gambar  outdoor, hasilnya lumayan bagus.


Untuk Spesifikasinya bisa dilihat dibawah ini :

 -LCD 4' WVGA 480 x 800 pixels
- Capacitive multi touch 2 point layar extra jernih
- Hard gloss screen (scratch resistant) layar anti gores
- Dual Sim Card GSM / GSM
- Fitur SMS dan Telepon
- Sistem Operasi Android 4.0.4 ICS
- Procesor 1 Ghz (Dual Core) Qualcomm Snapdragon
- GPU Adreno 203 

- RAM 512 MB
- Internal Disk (ROM) 4 GB (2GB usable, 1 GB external storage)
- Kamera Depan 1,3 MP (Video Call)
- Kamera Belakang 3 MP (Lampu Flash / Blitz)
- Wifi 802.11 b/g/n
- Wifi Theatering
- Bluetoth A2DP
- GPS with voice assitance
- 3D grafity sensor, proximity, light sensor
- Fitur G-Sensor
- Baterai berkapasitas 1.500 mAh
- Cassing logam Stainles desain tipis
- Akses internet 3G/HSDPA
- Support kecepatan internet hingga 7,2 Mbps
- Support video chat
- Support Micro SD Maksimal 32 GB

Game & Aplikasi bawaan:
- Aplikasi GPS Dengan Suara Pengarah
- Aplikasi Playstore (Android Market), Gmail
- Aplikasi MAP Navigasi
- Aplikasi Game Angry bird - Aplikasi Youtube
- Aplikasi pemutar musik dan video
- Aplikasi Ebook


Lanjut kita tes Performa A28 ini dengan menggunakan aplikasi benchmark seperti Antutu Benchmark, Nenamark 2, dan Quadrant Standar :



Dari hasil test antutu benchmark, menunjukkan hasil akhir dengan nilai 5936. Nilai yang didapat sangat tinggi menurutku. Tak lain juga karena sudah disokong dengan prosesor dual - core.




Untuk tes Quadrant Standar, A28 menghasilkan nilai 2436, yang berarti performanya diatas Samsung nexus S dan juga HTC Desire HD, hanya kalah dari LG Optimus 2x, itupun hanya kekalahan yang terpaut dengan score yang tipis.




Terakhir saat pengujian grafis yang ditujukan untuk mengetahui seberapa hebat performa A28 dalam menjalankan sebuah gaming dengan pengujian menggunakan Nenamark 2, Cross A28 menghasilkan FPS terbaik sebesar 28,7 FPS.

Nah, tes performa sudah dilalui, sekarang saya coba menngetes kemampuan dalam berselancar di dunia maya. Saya akan mengetes A28 dengan aplikasi speedtess untuk mengetahui kecepatan internet di area saya dan juga saya akan menguji untuk membuka sebuah situs dengan menggunakan jaringan SIM 1 (HSDPA) dan SIM 2 (EDGE)




Untuk hasil test kecepatan jaringan internet di area saya dengan aplikasi speedtest, didapatkan Download 183,3 kB/sec dan Upload 172,4 kB/sec, sedangkan PING 255ms.




Berselancar di dunia maya dengan mengetik sebuah keyword di google dengan menggunakan SIM-2 yang jaringan-nya hanya sebatas EDGE. Tak ada masalah yang ditemukan, berinternet lancar jaya, hanya mungkin sedikit lemot karena hanya menggunakan jaringan EDGE.




Ketika beralih ke SIM-1 yang menggunakan jaringan HSDPA, berinternet juga lancar jaya tanpa masalah dan mengalami peningkatan yang berkali - kali lipat daripada saat menggunakan SIM-2 yang hanya sebatas jaringan ( EDGE )




Tak lupa saya juga menguji kemampuan bermain game-nya dengan menjalankan salah satu game 3D berjudul die hard yang saya download malam itu juga melalui googleyplay dan langsung memainkannya. Di gambar terlihat tak ada kendala saat memainkannya, lancar jaya tanpa lag sedikitpun.





Diatas adalah hasil jepretan kamera Cross A28 di luar ruangan diwaktu siang hari. Terlihat hasil yang didapatkan bisa dibilang cukup.  

Nah sekiranya saya sudahi dulu review singkat dari saya. Kesimpulan saya mengenai Cross A28 ini, yah bisa dibilang HP yang ramah dikantong, karena harga barunya saat review ini ditulis hanya sekitar Rp. 850 ribuan saja, namun mempunyai performa yang mumpuni. Berani diadu dengan HP diatas 1,5 jutaan merek branded sekalipun. Bentuknya pun juga slim, sangat enak dimasukkan di saku celana yang super ketat sekalipun. Kekurangan mungkin hanya di sektor kameranya saja. Sekian dan terima kasih.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...