Wednesday, December 10, 2014

Cerpen ke - 12, He Different Part. 1

Guntur saling bersahut - sahutan ketika badai sedang melanda. Lebatnya hujan hari ini, memaksa Sherly tidak dapat pergi untuk menjalani rutinitas hariannya berlatih menari dan vocal. Wajahnya tercermin di jendela kaca ketika dirinya memerhatikan awan hitam yang seakan menghalau doa - doanya agar segera meredakan badai yang melanda. Dia terlihat kesal, karena latihan hari ini sangat penting demi persiapan dirinya dan group menarinya untuk tampil memeriahkan acara perpisahan kakak - kakak kelas SMP-nya 4 hari kedepan.

Karena batal keluar rumah, akhirnya Sherly melucuti kaos dan sweater tebal yang dipakainya hingga hanya menyisakan sebuah tanktop berwarna merah muda dengan model sebatas perut bagian atas yang terkesan menggelayut di dadanya yang ideal, memperlihatkan pusarnya yang diapit oleh dua buah pinggang yang sangat langsing dan berotot akibat latihan menari. 

Kemudian dia melanjutkan mencopot celana jeans tebalnya dan menggantungkannya di samping almari kaca yang dipenuhi oleh piala dan piagam penghargaan menari dan menyanyi tingkat Kabupaten. Setelah itu dia melompat ke kasur dan menggapai smartphone miliknya yang sedari tadi bermalas - malasan di atas spon kasurnya yang empuk. Di layar smartphonenya, dalam sebuah Group Chat, Sherly menuliskan perkataan maaf tak bisa menghadiri latihan hari ini disertai stiker emotion bernuansa sedih.

Sebuah dering bel terdengar berulang kali. Karena badai yang melanda dan derasnya hujan, hampir saja Sherly tak mendengar suara bel pintu yang sedari tadi berteriak - teriak seakan memohon perhatiannya. 

"Ah itu kakak!" teriaknya sembari beranjak berdiri dari tempat tidur dan berlari menuruni tangga. Kleekk!! Suara pintu terbuka, dan terlihat kakaknya, Bastian dengan menggunakan mantel setengah badan dan celana biru seragam SMA nya terlihat basah kuyup.

"Kenapa lama sekali??!!" Ketus Kak Bastian kesal dan kemudian dari belakang muncul seorang temannya yang bagi Sherly merupakan pertemuan pertama kalinya karena Sherly merasa teman kakaknya ini baru pertama kali mengunjungi rumah. 

Tak lama ketika memandangi Sherly, wajah teman kakaknya itu menunduk dan mengalihkan pandangan. Teman kakaknya itu serasa terguncang melihat seorang gadis berumur 14 tahun dengan lekuk tubuh yang nyaris sempurna layaknya wanita dewasa yang hanya dibalut oleh tanktop dan hot pants pada bawahannya. 

Memahami suasana yang terjadi, Bastian mendekati Sherly sembari berbisik, " Naiklah ke atas, pakailah baju, Dia, Arjuna, siswa kelas 3, kakak kelas sekaligus mantan ketua kegiatan rohani di sekolahan, meski begitu dia masih aktif di Rohis menggawangi para juniornya." 

Mendengar penjelasan kakaknya, Sherly merasa bersalah memakai pakaian seronok didepan teman kakaknya yang ternyata aktif di organisasi keagamaan. Meski begitu, kesalahannya juga karena tidak disengaja, Sherly tidak tahu bahwa kakaknya mengajak seorang teman. " Oh ya, buatkan dua minuman dan serta ambilkan camilan buat kita, tolong ya dik" pinta kakaknya ketika Sherly hendak menaiki tangga.

Dengan langkah pelan, Sherly mendekati Arjuna dan kakaknya yang sedang asyik berbincang diruang TV. Sekarang dia sudah memakai kaos putih bergambar teddy bear dan celana katun panjang, sehingga penampilannya tidak akan mengejutkan teman kakaknya untuk yang kedua kalinya. Dengan pelan, Sherly menekuk kedua kakinya, berlutut di hadapan kedua orang tersebut sambil menaruh baki yang diatasnya berdiri dua buah gelas berisi piring kecil dan teh panas yang asapnya masih mengepul ke udara dan biskuit kelapa dalam sebuah toples.

Sherly mencuri pandang ke arah Arjuna saat meletakkan baki di meja. Dia melihat sesosok lelaki yang sedang duduk di sofa dan hanya menggunakan celana pendek bergambar pemain bola yang jelas - jelas milik kakak-nya, dengan tubuh bagian atas yang tidak dibalut oleh sehelai kain pun. Meskipun memiliki badan yang sedikit kurus, namun Sherly tahu bahwa Arjuna, bagaimanapun juga walau aktif di kegiatan kerohanian di sekolahnya seperti kata kakakknya, di sisi lain dia yakin bahwa Arjuna pasti melakukan suatu hal yang menguras keringat entah berolahraga apapun itu. Hal itu ditandai dengan otot - otot lengan dan bahu serta dadanya yang kencang, serta bagian perut yang membentuk persegi kotak . Karena kegiatan yang menguras keringat adalah hal biasa seperti rutinitasnya berlatih menari, maka Sherly otomatis tahu dalam sekejap pandang bentuk tubuh seseorang yang sering melakukan pekerjaan berat maupun gemar berolahraga. Sepertinya, Sherly mulai merasa terpukau oleh bentuk badan dari teman kakaknya ini. Dari awalnya sekedar ingin mencuri pandang, akhirnya berlanjut menjadi lamunan.

"Sherly!," Sapa kakakknya keras dengan pandangan mencurigai. Seketika itu juga Sherly tersentak dan karena sapaan kakkanya yang terlalu keras, membuat Arjuna mengentikan kegiatannya yang sedari tadi mengeringkan rambut basahnya dengan handuk dan perhatiannya teralihkan oleh suara Bastian.

"Kenapa kau bengong memandangi Arjuna seperti itu?" Tanya kakaknya, dan Sherly benar - benar kelabakan tingkah lakunya. Sherly tidak langsung menjawab pertanyaan kakaknya, namun malah melirik ke arah Arjuna, saat itu juga pandangan mereka berdua saling bertemu.

"Ehhh....," Hanya sepatah kata itu yang keluar dari mulut Sherly dengan cengiran yang terkesan konyol. " Silahkan dinikmati teh dan cemilannya kak Arjuna!". Hanya itu kata terakhir yang terlontar dari mulut Sherly, kemudian dia berjalan cepat meninggalkan mereka berdua dan ketika dirinya aman dari penglihatan mereka berdua saat bersandar di tembok dapur, Sherly menghela napas panjang. Seketika itu juga samar - samar dirinya mendengar perbincangan kakaknya dan Arjuna membahas sikap dirinya.

"Adikmu tingkah lakunya aneh, Kata Arjuna sambil mengalungkan handuk di lehernya karena rambutnya sekarang sudah setengah kering.

"Yah...mungkin saja dia suka kamu, " kata Bastian tanpa pikir panjang. 

"Whaattt!!!" Perkataan kakakknya barusan sontak membuat gerah perasaan Sherly. "Idih, apa - apaan sih kak Bastian, sok tahu aja, ngomong sembarangan!" Dengan kesal, Sherly melangkah cepat menaiki tangga, memasuki kamarnya, dan kembali melompat ke kasurnya. Dia kembali mengambil smartphone miliknya seolah membangunkannya dari tidur lelapnya. Dalam sebuah group sosmed dengan judul XYZ GIRLS, dia mulai mengetikkan kata  demi kata.

"Hey Guys, kau tahu apa barusan yang terjadi?" 

"Tentu saja, yang terjadi hari ini kamu tak datang latihan dan menyiksa kita memainkan gerakan tanpa koreografi darimu, " Sebuah balasan dari seseorang dengan account nama Zee.

"Hehehe, maaf soal itu. Tapi yang benar adalah kakakku datang dengan seorang teman."

"Udah berapa kali sih kamu cerita soal teman kakakmu yang sering datang dan godain kamu. Udah bosan aku nyimakknya. Nih sebagai bukti, aku dah hapal ada sekitar 10 orang teman kakakmu yang sering godain kamu pas main kerumahmu, dan ada sekitar 15 atau lebih yang sudah pernah nembak kamu," Ujar sebuah account bernama Melati.

"Nah, kali ini, kamu mau cerita tipu daya apalagi yang dilancarkan oleh teman kakakmu itu? Kalau kupikir, selain teman kakakmu, udah banyak cowok - cowok keren lainnya yang nembak kamu. Yailah yah, siapa yang gak tertarik dengan juara miss dance sekabupaten ini, yang super seksi dan imut kayak kamu. Tapi aneh, dari semua cowok yang nembak gak da satupun yang kamu terima. Atau jangan - jangan kamu.....L*S*B**", tulis sebuah account bernama Mitha.

"IIhhhh...apaan deh kamu Mitha. Ngaconya bener - bener diambang batas!!" Ketus Sherly dengan emotion marah berwarna merah pekat. " Bukan begitu, temen kakakku yang satu ini bener - bener gak tertarik padaku. Pas ketemu aja dia gak tahu siapa aku."

"Whaattt seriuss??? Siapa sih yang gak kenal Sherly yang udah pentas mengisi acara di seluruh SMA dan SMP di kabupaten kita!! Yang masuk wawancara radio lokal. Yang masuk headline di 5 suratkabar lokal!!!" Tulis Zee.

"Jangan - jangan temen kakakkmu itu orang dekil, gaptek, gak pernah update berita sosmed masa kini. Atau jangan - jangan baru bebas dari masa kurungan!" Tulis Melati.

"Hikss sedih rasanya kalau ada yang gak kenal pentolan girlband kita, alhasil nantinya juga bakal berdampak ke member lain seperti kita - kita jika pentolannya aja seperti Sherly gak dikenal orang. Tapi yang lebih menyakitkan, kenapa ya harus Sherly yang folowernya terbanyak di kabupaten ini, padahal aku juga member group di girlband ini yang gak kalah beken, huhuhu, tidakkk!!!" tulis Mitha.

"Iiihh..apaan deh kalian ini jadi lebay. Teman kakakku itu alim tahuu. Dan dia masih aktif di organisasi kerohanian sekolah meski kelas 3 dan mau lulus. Dan.....sepertinya aku tertarik ma dia!."

"Haaahhh, seriussss????"" Tulis Zee.

"Ini baru berita hebohhhh!!!" Tulis Melati.

"Beneran??? Ama cowok yang nembak kamu waktu di tempat latihan itu tinggi mana? Ama cowok yang nembak kamu setelah kita pentas di alun - alun pas acara ulang tahun kabupaten itu cakep mana? Dan ma anak bupati yang nembak kamu itu tajir mana?" Tulis Mitha.

Sherly langsung membuang smartphone miliknya ke sisi lain tempat tidurnya. Layar notifikasi LED di smartphonenya berkedap - kedip tanpa pernah berhenti. Menandakan bahwa teman chat segroupnya, Zee, Melati, Mitha masih memberondongnya dengan berbagai pesan konyol. Dan Sherly sepertinya tak mau membahas masalah ini lagi dengan mereka.

"Apa - apaan mereka ini. Orang ingin share kuk malah seheboh ini tanggapannya, " Kata Sherly sambil mengamati smartphonenya yang seakan merayu agar membalas pertanyaan dari teman - temannya.

Sherly kemudian mengambil sebuah buku catatan dan sebuah ipod dari laci mejanya. Sambil mendengarkan ipod, dia menggenggam sebuah pulpen kecil dan sedikit bersenandung. Kadang dia menggerak - gerakkan pulpen di genggamannya seperti terbang di awan - awan mengikuti sebuah irama, setelah itu sang pulpen langsung meluncur di atas lembaran kertas, menari - nari diatasnya. Dirinya, sedang melanjutkan memodifikasi sebuah lagu pop untuk dipentaskan di acara perpisahan kakak kelasnya. Setelah 30 menit berlalu, entah kenapa tenggorokannya terasa kering.

Hujan memang sedikit mereda dan waktu sudah menunjukkan sore hari. Awan hitam tidak sepekat seperti beberapa jam yang lalu sehingga memberikan celah untuk ditelusuri oleh sinar matahari yang sedari tadi seolah mengantri untuk sebuah kesempatan menyinari dunia. Kondisi seperti itu, menaikkan suhu secara drastis dan memaksa Sherly melangkah menuruni tangga menuju ruangan dapur untuk mengambil segelas minuman dingin di kulkas.

Namun langkahnya terhenti ketika dirinya melihat Arjuna sedang mencuci baki berbahan kaca, gelas bekas berisi teh dan piring yang digunakan untuk memakan biscuit yang disuguhkannya tadi ruang tv. Tidak hanya itu, piring - piring dan mangkuk serta peralatan makan lain yang menumpuk di daftar cuci pun Arjuna sikat sekalian untuk dibersihkan. Sebenarnya piring - piring kotor dan lainnya yang menumpuk itu adalah tugas untuk dirinya dan kakakknya sebagai tugas rumah untuk mencuci disaat kedua orang tuanya berada di kantor, namun kak Arjuna malah membilas bersih semuanya.

Mendadak Sherly membalikkan tubuhnya. Dia berfikiran untuk balik ke atas dan menunda mengambil minuman dingin di kulkas yang berada tepat di samping bak pencucian dimana Arjuna sekarang tepat berada. Entah mengapa dirinya merasa sungkan bertemu dengan Arjuna. Hal ini memang aneh, dia tidak biasanya merasa kaku setelah bertemu dengan begitu banyak lelaki akibat popularitas dirinya.

"Sherly??" Sebuah suara menggetar begitu saja di benak Sherly saat mengenali bahwa suara itu berasal dari Arjuna yang berada membelakangi dirinya.

Arief. W.S (10 - 12 - 2014 )

Tuesday, November 18, 2014

Evercoss AT1A* : Tablet Gaming Murah Dan Handal

Tablet di era saat ini bukan lagi merupakan hal baru bagi khalayak umum. Meski fungsinya hampir menyamai smartphone, namun tablet memberikan ekstra layar yang lebih besar untuk memberikan nilai lebih terhadap kepuasaan dalam menikmati beragam multimedia. Saat ini berbagai macam jenis tablet dari beragam vendor bertebaran dimana - mana. Salah satunya adalah AT1A*, sebuah tablet besutan vendor local Evercoss yang ditujukan untuk sektor gaming.

Pihak Evercoss sendiri mengeluarkan 2 buah seri AT1A. Untuk yang seri awal, AT1A ini tanpa menggunakan bintang. Sedang seri terakhir sudah memakai tanda bintang di akhiran angka serinya, bisa disebut AT1A* (bintang). Perbedaannya hanya dalam hal layar, yang sudah memakai tanda bintang (*), layarnya sudah mengadopsi jenis IPS.

Bodi AT1A* ini sendiri sudah dinilai kokoh. Kesannya semakin elegan karena sisi - sisinya dibalut oleh kroom yang mengkilat. Casing bagian belakangnya terbuat dari plastik namun konsepnya menjiplak samsung galaxy note dengan kesan berpola kulit yang dijahit meski hanya terbuat dari plastik. Hal yang unik, untuk memasukkan sim -  card dan kartu memori diletakkan di bagian atas tablet, tdengan melepas casing penutupnya yang berukuran kecil. Tidak seperti kebanyakan tablet yang menempatkan simcard dan kartu memori pada bagian daerah sisi samping dengan model slot. Sayangnya bobot tablet ini agak berat, dikarenakan baterai yang dipakai berukuran besar yakni 4100Mah. Memang wajar jika memakai baterai sebesar itu karena sesuai targetnya, tablet ini dikhususkan untuk sektor gaming, karena mungkin sebelumnya para user agak direpotkan dengan urusan baterai yang cepat habis ketika sedang dalam fase asyik - asyiknya memainkan sebuah game. AT1A*, memerikan solusinya dengan menyertakan baterai dengan kapasitas yag besar dan merupakan kabar gembira bagi para gamer. Sistem operasinya sendiri menggunakan Android Jelly Bean 4.2.2, namun sudah bisa diupgrade ke Kit - Kat 4.4.2 Official resminya dari Evercoss yang bisa didownload dengan mengunjungi situs Evercoss.

Karena ditujukan untuk sektor gaming, maka kamera menjadi imbasnya. Pada AT1A* hanya menyertakan kamera belakang dengan resolusi 3,2MP tanpa autofocus disertai lampu flash dan kamera depan dengan kekuatan 1,3MP. Hasilnya memang mengecewakan. Lampu flash pun seakan cuma aksesori karena cahayanya yang tidak begitu kuat terpancar. Namun jika mengambil gambar pada siang hari dengan kondisi cerah, hasil gambarnya masih bisa digunakan untuk eksis di media sosial. Koneksinya sendiri, AT1A* sudah mendukung jaringan H+ untuk kedua buah slot SIM-nya dengan kecepatan download maksimal 21Mbps.

Bagimana dengan performanya? Karena ditujukan untuk sektor gaming, tentunya performa harus diutamakan. Dan untuk hal itu, user tak perlu khawatir karena AT1A* sudah memberikan spesifikasi yang lebih dari cukup untuk seorang gamer. AT1A* dibekali dengan prossesor Quad - core, alias empat inti atau empat otak dari Mediatek. Ram yang disematkan juga sudah besar yakni 1 GB. Internal memori yang disediakan adalah 8 GB. Internal sebesar itu dirasa sudah cukup untuk dipenuhi oleh beragam game, dan andaikata tidak cukup, bisa ditambahkan microsd up to 32GB. GPU yang dipakai menggunakan Mali 400, jadi memainkan game HD atau memutar video HD, tak akan menemui masalah pada AT1A*.  Untuk spesifikasi lengkapnya bisa langsung dilihat memalui informasi sistem yang saya suguhkan di bawah ini dengan menggunakan applikasi Antutu benchmark.


 
Pengujian Performa menggunakan Antutu benchmark :


Dari pengujian diatas menggunakan applikasi Antutu Benchmark, AT1A* memperoleh score 17127 yang mengartikan bahwa menjalankan beragam multimedia sudah lebih dari cukup dan masuk kategori Good Performance.

Pengujian menggunakan Quadrant Standart :


Hasil pengujian Quadrant Standar memperlihatkan perolehan score diangka 6951 dan menempatkan AT1A* mampu berdiri paling atas diantara para pesaing - pesaing lainnya. Dengan kata lain, membuka dan menjalankan beragam applikasi oleh dokumen, editing photo, akan sangat smooth menggunakan AT1A*.

Pengujian menggunakan Nenamark 1 dan Nenamark 2 :



Hasil pengujian menggunakan Nenamark 1 dan Nenamark 2 memperlihatkan perolehan besaran angka FPS dengan porsi beban grafis yang berbeda mendapatkan nilai angka yang sama yakni 57 FPS. Bisa dikatakan, untuk urusan grafis, terutama game, AT1A* memang pantas menyandang tittle sebagai gaming tablet dari vendor lokal.

Hasil Jepretan Kamera :




Hasil kamera memang tak bisa diharapkan. Namun masih bisa untuk mengambil gambar yang oke untuk tetap aktif berbagi di media sosial, asal faktor cahaya mendukung.

Kesimpulan :

+ Performa OKE
+ Baterai Kapasitas Besar 4100 mAh
+ Layar IPS
+ Harga Murah ( 1.150.000 ) Saat Artikel Ini Ditulis
+ Ram 1GB
+ Bonus USB OTG Dalam Paket Pembeliannya

- Kamera mengecewakan
- Bobot Agak Berat

Wednesday, November 12, 2014

VERSI KOMIK THE RING : SEBATAS ADAPTASI

Siapa sih yang tidak tahu mengenai film the Ring? Yang menceritakan sebuah video kutukan bagi siapa saja yang melihatnya bakalan mati setelah 7 hari? Saya anggap saja sebagian besar orang Indonesia sudah paham akan hal ini. Dikarenakan, kalau tidak salah kurang lebih pada tahun 2002 trilogi film the Ring versi Jepang pernah ditayangkan di layar kaca tepatnya di chanel Trans TV. Dan juga ada satu lagi seri dengan judul the Ring Zero sebagai prekuel penutup. 

Pada saat itu saya masih kecil, jadi cuma sebatas tahu saja bahwa trilogi the Ring ditayangkan di televisi dan tak menaruh minat sama sekali dengan film ini. Hanya saja, teman - teman sekelas saya sering menyebutkan hantu Sadako yang saat itu lagi populer dibicarakan di kelas dampak akibat menonton film the Ring.

 
Hingga ketika duduk di bangku SMP, barulah pada saat itu saya melihat untuk pertama kali film The Ring namun bukan yang versi Jepang yang sudah tayang terdahulu di televisi lokal, melainkan versi Amerika yang diperankan oleh Naomi Watts. Setelah menonton the Ring, saya baru menyadari film genre horror ini memang menjual terror yang mencekam lewat kutukan video, berbeda dengan genre horror yang lain yang beredar saat itu juga. Setelah kelar menonton film The Ring versi Amerika, saat itu saya baru tahu bahwa Sadako yang sering dibicarakan teman - teman dahulu adalah merupakan tokoh hantu wanita yang ada dalam cerita the Ring versi Jepang, sedangkan versi Amerikanya bernama Samara.

Puas melihat The Ring 1 dan 2 versi Amerika akhirnya membuat saya penasaran dengan trilogi The Ring versi Jepang yang pernah tayang ditelivisi dan sering dibicarakan oleh teman - teman. Tapi sekian lama menunggu, tak kunjung juga versi Jepangnya disiarkan lagi di televisi. Akhirnya, tahun 2013 kemarin baru kesampaian melihat Trilogi versi jepangnya dan prekuel penutupnya dengan menyewa di rental film. Dengan kata lain, Versi Jepang dan Amerika mempunyai sedikit perbedaan jalan cerita. Meski begitu, teror video kutukannya tetap mengena di hati.

Saya sendiri sebetulnya tidak mengetahui bahwa The Ring pernah dibukukan dengan jenis komik. Setahu saya, buku The Ring hanya berjenis Novel. Berawal ketika memasukkan kata kunci ring di dalam search engine sebuah applikasi jual - beli online untuk sekedar melihat harga cincin, tak sengaja yang keluar malah sebuah judul komik The Ring dengan volume 1-2. Karena dijual dengan harga bekas yang murah, akhirnya saya membelinya untuk sekedar menutupi rasa penasaran saya apakah cerita di dalam komik berbeda dengan dengan cerita di filmnya? Toh karena sudah membaca novel, melihat film versi jepang dan Amerikanya, beberapa film sekuel versi jepang yang saya bilang "parah" seperti Sadako 3D Dll, semuanya sedikit mengalami perubahan jalan cerita. Setelah komik tiba di rumah, dan kelar membacanya, ternyata ceritanya merupakan adaptasi dari film The Ring yang pertama versi Jepang.


Jadi setelah kelar membacanya, memang tak ada hal baru yang didapatkan dari komik tersebut. Hanya kilasan cerita lama yang digambarkan dalam bentuk komik yang saya dapatkan. Seseram apapun gambar yang ditampilkan di dalam komik, tak bisa membuat bulu kuduk merinding karena saya sudah tahu bagaimana akhirnya dan sudah bisa menebak dimana kemunculan hantunya. Mungkin yang perlu diantisipasi untuk dinantikan adalah sekuel dari The Ring 1 dan 2 versi Amerika yang dalam situs IMDB proyeknya sudah diumumkan dengan judul THE RING 3D. Yang menarik dalam The RING 3D ini adalah disebutkan bahwa penulis ceritnya meski sebatas rumors adalah David Loucka yang menangani skenario dari ( House of The End of The Streests, Dream House ) dan Akiva Goldsman (A Beautful Man, I Robot, The Davinci Code, Im Legend, Insurgent ) Bagaimana kelanjutan teror kutukan Samara ditangan dua penulis hebat tersebut? Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Thursday, November 6, 2014

COMPUTER EXHIBITION SOLUTIONS YOGYAKARTA 1 - 5 NOVEMBER 2014

Yang berada di Jogja, tentunya tak asing lagi jika mendengar hampir sebulan atau selang beberapa bulan diadakan pameran komputer. Pertama kalinya, ketika saya menghadiri pameran komputer yakni pada tahun 2007 di Jogja, saat itu pameran diadakan tidak sesering seperti saat ini. Jadi bisa dikatakan sekitar tahun 2007 setahun paling hanya 2 atau 3 kali didakan pameran  saja. Jadi karena minimnya event pameran dalam setahun, saat itu para pengunjung hampir membludak ketika pameran diadakan. Mencari ruang gerak saja sangat sulit. Pengunjung pun tidak hanya berasal dari dalam kota saja, melainkan juga berasal dari luar kota. Berbeda ketika selang waktu pameran diadakan hanya  berselang sebulan maupun beberapa bulan saja seperti saat ini, lonjakan pengunjung seperti pada tahun 2007 ketika pertama kali saya menghadiri pameran komputer di Jogja pun jarang terjadi.


Pada tanggal 1 - 5 November 2014 kemarin, diadakan pameran komputer dengan judul CES ( Computer Exhibition Solutions ) yang diselenggarakan oleh APKOMINDO dan bertempat di JEC ( JOGJA EXPO CENTER ) Karena merasa sudah sekian lama tidak berkunjung ke pameran, maka saya dan beberapa teman akhirnya memutuskan untuk jalan - jalan ke JEC mengunjungi acara CES pada hari ke-4 diadakannya acara, setidaknya untuk melihat - lihat perkembangan teknologi apa saja yang dihadirkan di CES.

Kurang lebih pukul 16.00 sore saya tiba di halaman parkir JEC. Ya memang ada hal aneh yang saya temui disini, yakni halaman parkir tidak sepadat biasanya yang dipenuhi oleh sepeda motor dan mobil  pengunjung. Setelah membeli karcis dan memasuki gedung, saya dapati pengunjung memang tak sebanyak pameran - pameran tahun lalu yang saya datangi. Mungkin karena faktor seringnya acara pameran seperti ini diadakan dalam tempo waktu yang berdekatan jadinya mengurangi frekuensi para pengunjung. Toh, bulan sebelumnya sebelum CES ini diadakan, di tempat yang sama juga di JEC, juga diadakan pameran bertajuk Gadget IT EXPO pada tanggal 15 - 19 OKTOBER 2014. Saat itu saya berfikir juga apa mungkin karena faktor cuaca panas yang sedang extrem melanda Jogja ketika siang sampai sore hari suhu panasnya mampu mencapai 35 derajat yang membuat para pengunjung malas mendatangi pameran dalam kurun waktu antara siang sampai dengan sore hari. Ternyata apa yang pikirkan sedikit ada benarnya, ketika saya keluar dari pameran pada pukul 19.00 malam, pengunjung yang berdatangan sedikit banyak, meski tak membludak.








Setelah puas berjalan - jalan, melihat - lihat, mencoba ini - itu di area pameran selama kurang lebih 2 jam, saya mendapati ada pergeseran trend yang diminati oleh para pengunjung. Ketika tahun 2007 saat pertama kali saya menjamah acara pameran seperti ini, ditengah membludakknya para pengunjung yang membuat gelombang antrian para manusia, saat itu, komponen desktop seperti prossesor, hardisk, ram, vga menjadi primadona para calon pembeli. Ketika tahun 2009 dan 2010, saat harga laptop mengalami penurunan dan keluarnya beraneka netbook yang cantik dari berbagai vendor, perangkat komputasi mobile menjadi hal yang disukai oleh para pengunjung ditambah ketika jaringan 3G sudah hampir dinikmati beberapa wilayah, modem juga laris diserbu. Sedangkan untuk tahun 2014, yang saya dapati stand - stand yang memajang komponen dekstop, laptop maupun netbook terlihat sepi peminat. Untuk saat ini, para pengunjung lebih ramai mengerubuti stand - stand gadget yang disediakan oleh berbagai vendor seperti SAMSUNG, OPPO, ACER, DLL. Jadi , trend yang saya dapati saat ini, masyarakat lebih condong menghadiri acara pameran komputer untuk melihat - lihat ataupun membeli perangkat gadget daripada komputasi dekstop maupun mobile seperti laptop dan netbook. Smartphone dan tablet, tahun ini benar - benar mendominasi dalam ajang sebuah pameran yang ditekankan pada sektor komputer.  

Saturday, November 1, 2014

THE TOWER : PERISTIWA RUNTUHNYA GEDUNG PENCAKAR LANGIT

Bagaimana rasanya mempunyai apartemen mewah di sebuah gedung pencakar langit? Siapapun itu, pasti sangat bersyukur karena diberi kesempatan dalam hidup untuk memiliknya dari sekian banyak manusia di bumi. Sky Power, sebuah gedung pencakar langit yang berisi apartemen mewah dengan jumlah lantai mencapai 108. Bisa dibayangkan betapa megahnya bangunan tersebut.



Salah satu judul film dari negeri Korea yakni The Tower, menceritakan kelalaian teknis manusia yang membuat bencana kehancuran pada gedung pencakar langit SKY POWER, dan juga usaha para manusia yang terjebak didalamnya untuk bertahan hidup mencari jalan keluar.

Bermula saat malam natal, ketika pemilik SKY POWER memaksakan untuk memberikan kejutan pada pesta malam natal dengan tema WHITE CHRISMAST ditengah peringatan angin kencang yang melanda. Beberapa helikopter disewa dan diterbangkan di atas gedung SKY TOWER dengan membawa sebuah mesin peluncur salju yang berfungsi untuk membuat salju buatan sehingga para penghuni SKY TOWER dan para tamu undangan VIP di dalam acara pesta tersebut terspesona oleh kejutan yang diadakan oleh pihak SKY TOWER. Sayangnya, peringatan angin kencang yang dihiraukan pihak SKY TOWER membawa bencana tragis ketika salah satu helikopter pembawa mesin peluncur salju buatan kehilangan kontrol akibat tekanan angin di ketinggian yang begitu kuat dan akhirnya menabrak gedung super megah tersebut.


Kecelakaan tanpa terduga itu mengakibatkan kehancuran yang luar biasa pada bagian gedung dan para penghuni yang masih terjebak di dalamnya berusaha mencari jalan apapun untuk bisa keluar dari gedung yang terbakar. Tim pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk menangani masalah mengenai menyelamatkan para korban yang terjebak di tengah tenggat waktu runtuhnya gedung pencakar langit yang hanya berselang beberapa jam saja. Waktu yang tidak banyak itu , membuat para regu penyelamat bekerja ekstra keras. Ditambah lagi munculnya konflik ketika Walikota setempat secara diam - diam menyuruh tim regu penyelamat untuk mengutamakan menyelamatkan beberapa orang dengan kelas sosial tinggi ( kelas VIP )daripada para korban lain yang masih terjebak, hal itu membuat dampak dilema emosional bagi regu tim penyelamat yang mengutamakam menyelamatkan korban tertentu dari kelas VIP daripada regular. Selain itu, masalah lain muncul ketika pemilik gedung tidak rela semua propertinya hangus terbakar sehingga membuat keputusan - keputusan pribadi untuk akses mengunci beberapa pintu elektronik agar api tak semakin menjalar, padahal di sisi lain, pintu - pintu itu merupakan akses untuk para regu tim penyelamat mengevakuasi para korban yang terjebak.  

LIEBSTER AWARD - TAGGED BY ZIANA BEAUTY SHOPPE


TERIMA KASIH ZIANA ATAS LIEBSTER AWARDNYA.
SAATNYA MENJAWAB PERTANYAAN DARI ZIANA :

  1.  KENAPA ANDA BERBLOG : - KARENA SAYA INGIN MENULIS SESUATU YANG  INGIN DIBAGIKAN DENGAN ORANG LAIN
  2.  PENGALAMAN PALING MANIS DALAM HIDUP ANDA : - KETIKA SAYA MEMINUM MADU, ITU ADALAH PENGALAMAN TERMANIS DALAM HIDUP :)
  3.  SUKA DRAMA KOREA DAN CERITA APA YANG PALING ANDA SUKA? : - SAYA SUKA DRAMA KOREA.  SAYA SUKA CERITA DALAM BBF DAN COFFE PRINCE
  4. ANDA PEMINAT RUNNING MAN ? : TIDAK
  5.  PERNAH MAKAN SUPPLEMEN SHAKLEE DAN SUPPLEMENPERTAMA YANG ANDA MAKAN IALAH : - BELUM PERNAH, SUPPRADIN JUNIOR
  6. SENARAIKAN 5 RUKUN ISLAM : 1. MENGUCAP 2 KALIMAT SYAHADAT 2. MENUNAIAKAN SHALAT 5 WAKTU SEHARI 3. MENGELUARKAN ZAKAT 4. BERPUASA PADA BULAN RAMADHAN 5. MENUNAIKAN HAJI BAGI YANG MAMPU
  7. HADNPHONE IDAMAN ANDA IALAH :  - EVERCOSS, XIAOMI DAN ASUS ZENFONE SERIES 
  8. ANDA PEMINAT NOVEL? NOVEL YANG SAYA MINATI IALAH : - SAYA SANGAT MENYUKAI MEMBACA NOVEL. SEGALA GENRE
  9. PERNAHKAH ANDA MELAWAT SARAWAK : - BELUM PERNAH :)
  10.  SUKA MAKAN KEK LAPIS SARAWAK DAN KENAPA : - BELUM PERNAH :)
  11.  PENDAPAT ANDA TENTANG BLOG CIK G ? :- BAGUS DAN KEREN :)
**** TERIMA KASIH BANYAK **** 

Saturday, October 25, 2014

EVIL WITHIN : GAME SURVIVAL HORROR YANG MENCEKAM

Bulan Oktober ini ada sebuah game dengan genre survival horror yang berkualitas yakni Evil Within yang hadir bagi para pecinta game yang menyukai image gelap, berdarah - darah, sadis dan mencekam. Mengapa saya bilang berkualitas, yah karena tak lain adanya sosok yang disebut sebagai Bapak Resident Evil yakni Shinji Mikami yang turut berpartisipasi dalam pembuatan game ini dan menjabat sebagai Director. Maka bagi para pecinta Resident Evil terutama pada seri 1, 2, 3 untuk Playstation generasi pertama dan Resident Evil 4 untuk Playstation 2 dimana Shinji Mikami ini berperan dalam pembuatannya, bilamana para gamer menyukai ke-empat seri diatas, maka bisa dipastikan para gamers itu bakal sangat menyukai Evil Within. Karena Evil Within merupakan murni game bergenre survival horror yang juga diberlakukan pada game Resident Evil seri 1-4 dimana Shinji Mikami terlibat dalam pembuatannya. Berbeda ketika Shinji Mikami keluar dari proyek Resident Evil, ketika seri Resident Evil 5 dan 6 muncul tanpa campur tangan Shinji Mikami, kesan survival - horror yang selama ini melekat di seri Resident Evil perlahan - lahan luntur dan tergantikan oleh unsur Drama - Action yang biasa kita temukan dalam game - game FPS berkelas seperti Call of Duty dan Battlefield.

Game Evil Within ditujukan untuk konsol PS3 PS4 Xbox 360 Xbox One serta PC. Saya sendiri memainkannya pada perangkat komputer. Setelah memainkannya, memang benar, kesan survival - horror benar - benar terasa di game ini. Dalam memainkan game ini, kita tak bisa leluasa menembak berbagai monster karena keterbatasan peluru, yang ada adalah bagaimana cara kita memutar otak untuk bertahan hidup menghadapi para mungsuh yang berdatangan dengan minimnya amunisi dan obat - obatan. Lingkungan yang ditampilkan di Evil Within kebanyakan memang terkesan gelap dan berdarah - darah untuk membangun atmosfer seseram mungkin. Meski begitu, di Chapter tertentu kita akan menjelajahi sebuah kota yang sudah hancur porak - poranda di siang hari. Meski disiang hari, teror tetap menghantui kita dimanapun berada.

Cerita bermula saat tokoh utama Detektif Sebastian Castellanos bersama dua orang rekannya Joseph Oda dan Julia Kidman mendatangi sebuah rumah sakit untuk mengivestigasi sebuah insiden pembunuhan massal yang terjadi disana. Ketika memasuki area TKP di dalam rumah sakit, Castellanos mendapati begitu banyak mayat yang tewas mengenaskan. Ketika memasuki ruangan CCTV untuk melihat hasil rekaman kamera pengawas agar mengetahui apa yang terjadi, dirinya dikejutkan dengan peristiwa yang dilihatnya. Sebuah mahkluk berwujud manusia dengan memakai sebuah tutup kepala, bergerak secepat kilat membunuhi para petugas polisi yang sudah datang di rumah sakit ini sebelum dirinya untuk investigasi. Ketika sedang serius menganalisa rekaman mengerikan itu, mahkluk misterius itu mendadak muncul di belakang castellanos dan mendadak semuanya menjadi gelap. Ketika terbangun, Castellanos mendapati dirinya terikat tali di sebuah kursi dan mendapati didepannya terdapat puluhan mayat manusia yang digantung layaknya daging sapi. Tak lama setelah itu, Castellanos melihat dari kejauhan sosok berbadan besar sedang mencincang tubuh manusia. Di situlah awal mula mimpi buruk terjadi. Di dunia yang aneh dan berbagai kengerian yang mencekam. perjalanan untuk menguak segala misteri yang terjadipun dimulai.

Bagi yang sudah pernah memainkan Resident Evil 4, maka tentu tak akan kesulitan dalam memainkan gameplay yang ditawarkan oleh Evil Within. Karena menurut saya, cara mengendalikan karakter utamanya tak jauh beda dari Resident Evil 4. Hanya sayang, versi di PC, Fps hanya dibatasi di angka 30 saja. Dan juga tampilan layar saat memainkan game Evil Within ini terganggu oleh adanya dua buah garis hitam di atas dan dibawah layar sehingga membuat para gamer yang mempunyai LED dengan ukuran kecil tidak akan nyaman dalam memainkannya. Bagaimanapun, game Evil Within ini mampu memberikan kengerian di benak gamers dalam kapasitas yang melebihi cukup. Alhasil, esensi mencekam dari genre survival - horror akan kita dapatkan ketika memainkannya.  

Tuesday, October 21, 2014

FILM FLU (KOREA) EPIDEMI VIRUS YANG MEMATIKAN



 Ingin menonton film Korea yang menegangkan, sedikit humor dan candaan, sedikit bumbu romantis, membuat hati terharu serta happy ending? Yap, pilihan itu bisa dijatuhkan pada judul film FLU atau dalam bahasa Korea-nya adalah Gamgi.

Sesuai judulnya, film ini menceritakan sebuah wabah flu mematikan yang melanda kota Bundang yang terletak hanya 19 km dari Seoul. Bermula ketika sebuah kontainer yang berisi puluhan imigran gelap yang berasal dari China tiba di Bundang, Korea. Dua orang kakak - beradik yang ditugaskan untuk mengurus kontainer berisi imigran gelap itu, setibanya di tempat lokasi kontainer, mereka dikagetkan karena hanya satu orang saja yang hidup di dalam kontainer dan lainnya meninggal. Salah satu dari kedua orang kakak - beradik itu akhirnya terjangkit flu yang mematikan yang berasal dari mayat para imigran gelap di dalam kontainer, meski mereka berdua tidak tahu penyebab kematian para imigran gelap. Dari situ, awal mula penyebaran virus mengerikan itu dimulai.

Virus Flu kategori mematikan ini menyebar dengan cepat. Para Korban banyak berjatuhan. Hingga akhirnya pemerintah melakukan karantina pada penduduk kota Bundang. Ada beberapa inti cerita dari film Flu ini, yakni perjuangan mencari sebuah antibodi selama masa karantina. Perjuangan ini sangat berat karena setelah proses penyelidikan, pemerintah akhirnya tahu bahwa ada satu orang yang selamat dari seluruh imigran yang meninggal dalam kontainer, dan darah imigran yang selamat itu sangat dibutuhkan untuk membuat sebuah antibodi. Namun imigran yang selamat itu mempunyai konflik dengan kakak dari adik yang bertugas menangani kontainer tersebut saat pertama kali tiba di Bundang. Diketahui ketika sang adik meninggal akibat terkena Flu yang dibawa oleh para imigran gelap dalam kontainer, sang kakak memburu seorang imigran yang berhasil hidup untuk balas dendam. Sedangkan di sisi lain, imigran yang berhasil hidup itu adalah sesuatu yang sangat berharga bagi pemerintah untuk mendapatkan antibodi.

Inti cerita yang lain adalah drama para warga Bundang yang dikarantina secara massal. Karantina yang mendadak akibat pencegahan penyebarluasan virus Flu yang mematikan itu membuat shock para warga Bundang yang berjumlah hampir setengah juta jiwa. Mereka mendapat perlakuan yang tidak manusiawai seperti pembakaran hidup - hidup mayat yang masih hidup dan perlakuan kasar dari pihak militer. Sektor pemerintahan juga mendapat tekanan ketika utusan dari Ameria Serikat mengambil alih sebagian besar kebijakan dari Presiden dan para petinggi lain dalam upaya menangani wabah Flu yang terjadi Bundang.

 Sedangkan dua tokoh utama dalam film ini, Kang - Ji Koo yang berprofesi sebagai Tim SAR ketika di area karantina massal menaruh hati kepada Kim In - Hae seorang dokter wanita spesialisasi penyakit menular. Kang - Ji Koo membantu Kim In - hae untuk menyembunyikan keberadaan anak perempuannya  yang masih kecil yang terfenksi virus secara diam - diam diarea karantina, sedangkan Kim In - Hae bergabung dengan para peneliti dari pusat untuk mengembangkan vaksin di area karantina. Ketika seorang imigran yang selamat dari kontainer ditemukan, dan vaksin antibodi sudah bisa dibuat, Kim In - Hae secara mengejutkan nekat menggunakan vaksin tersebut untuk mengobati anaknya sendiri yang otomatis membuat masalah internal. Di sisi lain, timbul keributan massal pada para warga yang dikarantina yang membuat pemerintahan pusat yang tertekan oleh utusan dari Amerika Serikat tak punya pilihan lain untuk memberlakukan kebijakan tembak ditempat untuk mengatasi situasi yang tak terkendali.


Bagi yang suka genre film menyangkut soal bencana, Film Flu ini sangat direkomendasikan untuk ditonton. Secara umum, film ini memang cocok untuk semua kalangan sebagi hiburan di akhir pekan karena sedikit mampu menyentuh hati nurani para pemirsanya.   
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...