Tuesday, March 24, 2015

Sebatas Coretan : Someone

Tidak seperti biasanya. Hari ini minimarket sepi pengunjung. Mungkin saja disebabkan karena hujan yang tak kunjung reda sejak kemarin malam. Suasana seperti ini sangat menyebalkan. Terhitung aku sudah menguap lebih dari 50 kali sejak 6 jam yang lalu semenjak memasuki jam jaga pertama shift pagiku sebagai kasir di minimarket. Aku lebih memilih disibukkan dengan antrian para pembeli daripada tak ada aktivitas seperti ini yang mana membuat rasa kantuk dengan leluasanya menyerang sendi - sendi mataku. Ditambah tadi malam aku tidur sangat larut. Episode terakhir dari serial drama Korea yang aku ikuti dari awal, hanya karena ingin mengetahui endingnya saja, aku rela begadang meski hari ini jadwalku masuk di pagi buta.

Suara berisik derum mobil yang diparkir di halaman utama minimarket menyelamatkanku dari rasa kantuk yang sudah diambang batas dan hampir saja membuatku memasuki dunia mimpiku. Syukurlah ada pembeli, batinku lega. Kuamati seorang gadis mungkin saja berumur 17 tahun keluar dari pintu mobil berjenis sedan. Gadis itu mempunyai rambut pirang yang berkemilau, memakai sebuah kacamata pink berkesan manja, dengan kaos bermotif batik yang nyentrik dan celana jeans yang ketat sehingga lekuk paha sampai lututnya menjadi ideal. Andai mempunyai bentuk tubuh seperti gadis itu, apapun yang dipakai rasa - rasanya menjadi cocok, dan mungkin tak akan mempunyai banyak masalah saat membeli pakaian di mall pikirku.

Monday, March 23, 2015

Review Game Life is Strange : Konsekuensi Akan Sebuah Keputusan

Bosan memainkan game berjenis horror, action, fps maupun tema olahraga? Life is Strange bisa menjadi pilihan untuk mengisi kejenuhan yang ada. Life is Strange sendiri merupakan game dengan jenis petualangan dan sci-fi drama. Game ini lebih menekankan faktor keputusan - keputusan yang kita ambil saat memerankan karakter utama ketika menjalani alur cerita. Setiap keputusan yang kita ambil akan memberikan konsekuensi di masa lalu, sekarang dan yang akan datang. Mengapa bisa begitu? Karena tokoh utama yang akan kita mainkan mendadak mempunyai kekuatan untuk membalikkan waktu beberapa saat setelah kejadian berlangsung. Sedikit gambaran sebagaimana yang saya maksud dengan penjelasan diatas adalah, apabila kita berjalan terburu - buru karena khawatir terlambat masuk ke kelas kemudian kita tak sengaja menabrak seseorang yang membawa kopi di tengah lorong, konsekuensinya adalah kopi itu tumpah di seragam yang kita pakai dan dampaknya kita tak akan bisa mengikuti pelajaran di kelas. Dengan kekuatan membalikkan waktu, maka kita bisa mengulangi kejadian dengan mengambil keputusan untuk tidak berjalan terlalu terburu - buru dan akhirnya kita bisa menghindari bencana tumpahan kopi di seragam kita sehingga konsekuensinya kita tetap bisa mengikuti pelajaran di kelas meski terkena omelan guru akibat terlambat.

Maxine Caulfield atau biasa dipanggil Max adalah seorang mahasiswi yang baru saja berumur 18 tahun, seorang tokoh utama gadis remaja yang akan kita perankan dalam game Life is Strange. Setelah 5 tahun lamanya meninggalkan kota Arcadia, akhirnya dia kembali lagi ke kampung halamannya untuk melanjutkan studi di Blackwell Academy.  Alasan dia kembali dan masuk akademi di kampung halamannya karena tak lain untuk mengikuti pelajaran seni fotograpi yang dimentori oleh Bapak Jefferson, selaku tokoh idola Maxine karena karya - karya fotograpinya yang melegenda sejak tahun 90an. Maxine sendiri mengambil jurusan seni fotografi di Blackwell Academy.


Game ini sendiri dibuka dengan sebuah prolog dimana Maxine mendapati dirinya berada di tengah sebuah badai yang menerjang. Ketika dia mencoba berlari ke arah menara mercusuar di atas bukit untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi sebenarnya, mendadak dia melihat sebuah badai yang membentuk tornado raksasa di tengah lautan. Badai tornado raksasa itu berjalan menuju kota Arcadia. Ketika dia terpukau dengan kejadian alam yang maha dahsyat itu, sebuah kapal terbang terbawa arus angin dan menghantam menara mercusuar sehingga runtuhan bangunan menara itu berjatuhan dan menghampiri dirinya. Disaat itulah Maxine mendadak terbangun dan mendapati dirinya tengah berada di ruang kelas bersama teman - temannya sedang mengikuti pelajaran Bapak Jefferson.

Karena mempunyai kekuatan untuk memutar balikkan waktu yang entah darimana datangnya, di suatu kejadian Maxine menyelamatkan teman masa kecilnya Chloe yang tak sengaja menadapati temannya itu di kamar kecil perempuan sedang bertengkar dengan Nathan selaku anak pemilik sekolah akademi yang sombong. Nathan yang terlalu emosi akhirnya mengeluarkan sebuah tembakan yang membuat luka di perut Chloe. Dengan kekuatan ajaibnya, Maxine memutar balikkan waktu beberapa saat sebelum kejadian nahas itu terjadi dan menyelamatkan Chloe dengan cara membunyikan bel darurat sehingga nyawa Chloe terselamatkan. Untuk berterima kasih kepada Maxine, Chloe mengajak dirinya untung nongkrong di tempat favoritnya. Tak disangka tempat favoritnya itu adalah menara mercusuar untuk melihat keindahan pantai. Perlu digaris bawahi sebelum diajak Chloe ke tempat mercusuar ini, Maxine sudah pernah memimpikan dirinya tertimpa reruntuhan menara itu akibat badai yang menerjang. Ketika berduaan dengan Chloe di atas bukit, mimpi buruk itu kembali menghampiri Maxine.

Di mimpi kali ini dirinya masih berada di tempat yang sama yakni atas bukit mercusuar ditengah terjangan badai hebat. Namun kejadian mengerikan dalam mimpi kali ini bukan sebuah kapal yang terhempas angin badai dan menabrak menara seperti yang terjadi pada mimpi sebelumnya, melainkan secarik robekan kertas koran yang terbang terbawa angin dan Maxine menangkapnya serta membaca artikel di koran itu bahwa akan ada badai hebat menerjang kota Arcadia. Pada tanggal di koran itu disebutkan bahwa koran itu diterbitkan 4 hari yang akan datang dari hari ini. Setelah itu Maxine terbangun dari mimpi buruknya dan menyadari bahwa dirinya mendapatkan sebuah penglihatan akan masa depan. Karena ketakutan, Maxine menceritakan semuanya kepada Chloe akan kemampuannya memutar balikkan waktu yang mendadak dimilikinya, yang juga digunakannya untuk menyelamatkan Chloe dari terjangan selongsong peluru, dan juga penglihatan akan masa depan dimana kota Arcadia akan diterjang sebuah badai yang hebat. Disitulah awal mimpi buruk akan dimulai dimana Maxine akan menggunakan kemampuan memutar balikkan waktu untuk menyelamatkan kota Arcadia. Di sisi lain, hilangnya mahasiswi cantik Rachel Amber, kehamilan yang dirahasiakan sahabatnya Dana dengan seseorang lelaki misterius, masalah Chloe dengan Nathan yang belum berujung jelas, rahasia Kate teman pendiammnya yang diduga menjadi aktris porno dan selalu mendapat perhatian khusus dari kepala keamanan Blackwell academy, Kepala sekolah Ray Wells yang mata duitan, perasaan cinta Warren selaku mahasiswa studi ilmu pengetahuan di Blackwell yang memendam rasa cinta kepada Maxine dan berbagai masalah pelik lainnya yang berada dalam game ini yang harus juga dipecahkan oleh Maxine dengan menggunakan kemampuannya akankah semuanya akan berhubungan dengan asal muasal darimana kekuatan aneh ini datang dan mempengaruhi upaya Maxine dalam menyelamatkan kota Arcadia dari bencana badai yang mengerikan yang tanpa disadari semua penduduk Arcadia? Silahkan mainkan sendiri gamenya. Game Life is Strange tersedia untuk PS3, Xbox 360, PS4, Xbox One, dan PC tentunya. Selamat bermain teman.

Untuk melihat mengenai trailer dari game Life is Strange, silahkan lihat video di bawah ini :

 

Mengenal Apa Itu Tongsis, Tomsis Dan Tripod Mini Untuk Smartphone

Jaman sekarang siapa yang tidak mengenal istilah tongsis, tomsis? Pada awal 2014 tahun lalu, istilah tongsis mulai terdengar meski belum menjadi sebuah fenomenal. Baru pertengahan tahun 2014 kemarin, istilah tongsis menjadi booming dan banyak para konsumen yang mencari benda yang satu ini. Sayangnya, di ajang gelaran pameran yang diadakan awal bulan Maret tahun ini di Jogja, di salah satu stand yang aku lewati, aku sempat melihat seseorang yang sudah memegang tongsis namun masih saja bertanya "apakah ini bisa digunakan untuk android?" Oke, melihat kejadian itu, mungkin saja pemahaman beberapa kalangan masyarakat belum merata mengenai fungsional benda yang satu ini. Tongsis berarti singkatan dari tongkat narsis dan fungsinya secara umum digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan objek gambar diri sendiri atau disebut selfie dan dapat digunakan untuk jenis kamera digital maupun smartphone baik berbasis iOS, windows maupun android.

Salah satu jenis tongsis alias tongkat narsis

Tongsis tidak bisa berdiri sendiri dalam pengoperasiannya. Tak lain, tongsis memerlukan pasangan sejatinya yakni biasa disebut Holder atau pemegang atau penyangga.  Holder disini berfungsi  sebagai penyangga atau pengunci sebuah kamera maupun gadget yang dipasangkan pada tongsis. Holder sendiri ada dua macam yakni berbentuk U dan L dan biasanya disertakan sepaket pada pembelian tongsis. Holder U adalah holder yang kebanyakan dipaketkan dalam pembelian tongsis secara umum, sedangkan yang berbentuk L, biasanya dipaketkan pada tongsis dengan harga yang lebih mahal. Ketika diduetkan dengan holder, maka barulah tongsis dapat dioperasikan sesuai fungsinya untuk mengambil gambar selfie.

Jenis holder "U" dan "L"

Sedangkan tomsis sendiri adalah sebuah istilah singkatan kepanjangan dari tombol narsis. Lalu apa fungsi dari tombol narsis ini? Tomsis sendiri pertama kali saya dengar istilah itu adalah pada akhir tahun 2014 kemarin. Namun, baru awal bulan Maret 2015 ini saat diadakan pegelaran pameran saya baru bisa membelinya karena sebuah kebutuhan tentunya. Fungsi tombol narsis ini adalah untuk menutupi kekurangan pada proses pengambilan gambar menggunakan tongsis. Jika pada saat pengambilan gambar menggunakan tongsis kebanyakan orang mengandalkan fitur self-timer pada setiap perangkat gadget dan camdig yang dimilikinya, maka dengan adanya tomsis, kita tidak perlu lagi direpotkan oleh self-timer yang seakan membatasi diri kita dalam berekspresi didepan kamera. Dengan menyambungkan koneksi bluetooth yang terdapat pada tomsis ke perangkat gadget yang kita miliki, maka hanya dengan menekan tombol shutter yang terdapat pada tomsis, kita sudah bisa mengambil jepretan gambar kapanpun tanpa batasan waktu yang merupakan salah satu kelemahan dalam self-timer. Tomsis dapat digunakan pada perangkat smartphone yang berbasis iOs dan Android. Untuk smartphone berbasis windows maupun kamera digital saya belum pernah mencobanya.

Lihat Video Unboxing Tomsis Alias Tombol Narsis Di Bawah Ini :


Lalu aksesoris terakhir yang saya ingin bahas adalah tripod mini buat smartphone. Saya yakin untuk istilah tripod mungkin sudah banyak yang mengenalnya. Yakni tak lain tripod adalah alat bantu pengambilan gambar baik kamera digital maupun kamera proffesional seperti jenis DSLR. Karena seiring berkembangnya jaman, dan majunya perkembangan fotografi pada sebuah perangkat smartphone, maka kini muncullah sebuah tripod mini yang khusus ditujukan untuk smartphone. Fungsi tripod mini untuk smartphone ini beragam, tergantung tujuan seseorang itu membelinya, bisa untuk fotografi, pengambilan gambar video, dll, tergantung kreativitas seseorang dalam penggunaannya. Jenis - jenis tripod untuk smartphone ini juga mempunyai beragam ukuran. Ada yang benar - benar katergori ukuran mini dengan tinggi hanya 15 - 30cm sampai 1,5 meter. Tripod mini untuk smartphone ini juga masih membutuhkan sebuah holder untuk dapat dioperasikan. Beruntung, holder yang digunakan oleh kebanyakan tripod mini yang dijual di pasaran ini tidak berbeda dengan holder yang digunakan untuk tongsis.

Lihat Video Unboxing Tripod Mini Untuk Android Di Bawah Ini :

Friday, March 20, 2015

Review Singkat Evercoss W7B : Tablet Murah Untuk Gaming

Apa sebenarnya fungsi tablet? Kalau ada pertanyaan seperti itu biasanya jawaban yang paling sering kita dengar adalah untuk bermain game. Meskipun sebenarnya fungsi tablet sangatlah banyak selain untuk bermain game, namun masyarakat kita pada umumnya membeli sebuah tablet karena tujuan hanya untuk bermain game dan peringkat kedua untuk hiburan multimedia. Layar yang lebih lebar, ukuran baterai yang lebih besar, merupakan salah satu keunggulan tablet yang dicari pembeli untuk bermain game dan hiburan multimedia dibanding dengan smartphone biasa dengan layar yang lebih kecil dan juga kapasitas baterai yang minim. Sayangnya, kebanyakan harga tablet sebanding dengan harga smartphone pada umumnya di kisaran 1 - 2 jutaan atau bahkan ada yang lebih untuk kelas premium. Di sini, salah satu vendor lokal Evercoss mengeluarkan seri tablet terbarunya yang dibanderol cukup murah yakni seri W7B. Seri W7B ini ditujukan bagi kalangan menegah kebawah yang ingin mempunyai tablet khususnya untuk bermain game namun dengan harga yang masuk akal dengan budjet mereka.



Ketika artikel ini ditulis, tablet terbaru dari Evercoss ini hanya dibanderol dengan harga 565.000 rupiah saja. Mengapa bisa dibandrol dengan harga yang sangat murah? Karena seri ini hanya dilengkapi dengan koneksi Wi-Fi saja tanpa adanya slot kartu SIM untuk terkoneksi jaringan internet. Jadi, mau tak mau kita harus mencari titik hot-spot area maupun tethering dari perangkat lain untuk melakukan koneksi ke internet. Meski minus slot kartu SIM, namun spesifikasi yang ditawarkan sangat mumpuni untuk disebut sebagai tablet murah untuk bermain game. Direntang harga 500ribuan, Evercoss W7B sudah dibenamkan prossesor Quad-core berkecepatan 1,3 Ghz, diduetkan dengan Mali-400 untuk pengolah grafisnya, maka direntang resolusi 480 x 800 yang diusung oleh W7B, tentunya tak akan menemui kendala banyak dalam menjalankan berbagai macam jenis game. Internal yang diberikan cukup besar yakni 8GB dan O.S yang digunakan sudah versi Kit - kat. Dukungan USB OTG drentang harga 500ribuan merupakan nilai lebih tersendiri bagi Evercoss W7B. Karena selain bisa menikmati game dengan budjet minimum, dengan adanya OTG, kita bisa dengan leluasa menikmati beragam multimedia dari perangkat penyimpanan eksternal melalui koneksi kabel USB OTG. 


Hasil Tes Menggunakan Applikasi Antutu Benchmark, Quadrant Standart dan Nenamark 1 & 2 :





Hasil Kamera :



Video Performa W7B Dalam Menjalankan Game :

Sunday, March 15, 2015

Review Singkat Evercoss A74D : Warna - Warni Bonus Casing Yang Menarik

Memasuki tahun 2015, para vendor mulai berbondong - bondong menelurkan produknya yang berlayar lebar atau yang biasa disebut phablet yang saat ini sedang digemari oleh masyarakat. Hal itu, berdampak pada penjualan tablet dan juga minimnya pilihan smartphone di ukuran layar yang lebih kecil. Di tengah gencarnya invasi phablet di pasaran, Evercoss salah satu vendor lokal mengeluarkan salah satu smartphonenya yang hanya mengusung layar 4 inch. Untuk menarik simpati masyarakat, smartphone layar kecil ini diberikan bonus tak tanggung - tanggung yakni 3 buah casing belakang sekaligus yang masing - masing mempunyai warna yang berbeda - beda dan mampu menarik perhatian bagi siapapun yang melihatnya. Salah satu smartphone terbaru dari Evercoss yang ditujukan untuk pasar kelas menengah ke bawah ini disebut dengan seri A74D.



Simak Video Sekilas Mengenai Evercoss A74D Dibawah ini  :



Meski ditujukan untuk kelas menengah ke bawah, Evercoss seri  A74D sudah dibekali dengan prossesor Quad - Core berkecepatan 1,2ghz yang mana akan lebih memuluskan pengguna dalam menjalankan berbagai applikasi terutama para penggila game. Di segi konektivitas, Evercoss A74D mengusung dual SIM yang SIM - 1 nya sudah mendukung jaringan 3G HSDPA+ 21Mbps HSUPA+ 5,76Mbps, sedangkan untuk SIM - 2 nya hanya sebatas EDGE. ROM yang disematkan sebesar 4GB. Sedangkan RAM yang juga disematkan hanya sebesar 512MB, namun karena A74D sudah memakai Android Kit - Kat, Maka RAM 512MB dirasa sudah cukup karena O.S Android Kit-Kat mempunyai manajemen memori yang lebih baik terlebih resolusi layar yang dipakai hanya WVGA 480 X 800 yang mana resolusi tersebut sangat ideal dengan porsi RAM 512Mb. Evercoss A74D dipersenjatai dengan kamera utama beresolusi 5MP tanpa auto - fokus namun sudah disertai dengan flash dan kamera depan sebesar 3MP. Batterai yang diberikan dalam paket penjualannya sebesar 1450 mAh dan juga fitur lain yang disertakan adalah WiFi dan Bluetooth. Nilai lebih dari Evercoss A74D adalah modelnya yang bagus, enak digenggam dan juga bonus casing warna - warninya yang menawan. Untuk harganya, ketika artikel ini ditulis, Evercoss A74D dibanderol dengan harga Rp. 625.000 di pasaran.

Dibawah, akan disertakan tes singkat hasil perolehan nilai Evercoss A74D dari menjalankan applikasi Antutu Benchmark, Nenamark 1 & 2 serta Quadrant Standart :





Hasil Kamera Evercoss A74D :



Setelah sejenak menggunakan Evercoss A74D ini dapat ditarik kesimpulan bahwa smartphone ini mempunyai kelebihan utama di sektor bentuk dan tampilannya yang menarik dan tidak cepat membuat bosan karena kita mampu setiap saat mengganti  casing belakangnya  yang berwarna - warni sesuai mood masing - masing pengguna. Nilai lebih lain yang tak kalah penting adalah A74D sudah dibekali dengan dapur pacu prossesor Quad - Core diduetkan dengan GPU Mali-400 yang mana sangat nyaman jika diajak bermain game di layar kecil. Sayangnya ada beberapa kekurangan lain yakni seperti kualitas kamera yang bagi saya saat mencobanya untuk mengambil gambar, Evercoss A74D ini tak mampu memberikan hasil kualitas jepret foto yang bahkan mendekati standar, alias kualitas fotonya dibawah rata - rata di sektor kamera 5 MP dibandingkan dengan kompetitor lain.

Simak Video Memainkan Game Android di Evercoss A74D Dibawah ini :

Sunday, March 8, 2015

How I Live Now : Kisah Cinta Dikala Perang Dunia Ketiga

How I Live Now yang bisa diartikan bagaimana saya hidup, adalah saya salah satu film yang menceritakan perjuangan seorang gadis remaja untuk kembali kepada kekasihnya di tengah badai peperangan yang tengah melanda. How I Live Now dibuat berdasarkan novel laris di Inggris karangan Meg Rosoff ( Tahun 2004 ) dan versi layar lebarnya baru diluncurkan pada tahun 2013. Pemeran film ini dibintangi oleh Saorise Ronan, aktris muda yang sudah malang melintang membintangi banyak film - film Box Office seperti Atonement, City of Ember, The Way Back, Hanna, The Host, lovely Bones, The Grand Budapest Hotel, Dll.

Berkisah tentang Daisy, seorang gadis muda asal New York Amerika berumur 15 tahun yang terbang ke Inggris karena terpaksa harus mengisi masa liburannya di tempat bibinya. Suasana persawahan yang serba hijau, kebun - kebun dan padang sabana yang melintang luas di area pedesaan terpencil di Inggris bukanlah sebuah tipe area yang disukai dan juga bertolak belakang dengan dunia asal Daisy yang serba modern dan futuristik. Selain itu Daisy sendiri mempunyai penyakit mental yakni rasa rendah diri yang tinggi dan emosi yang berlebih sehingga cenderung memprotes segala sesuatu yang tidak sesuai dengan dirinya. Dengan ditempatkannya dirinya di area pedesaan terpencil di rumah bibinya, seakan kondisi itu memperparah emosional Daisy.

Disana dia berkenalan dengan tiga orang sepupunya yang baru pertama kali ditemuinya yakni Piper saudara perempuannya yang paling kecil dan paling cerewet, Isaac saudara laki - lakinya yang hanya lebih muda 1 tahun darinya, dan terakhir Eddie, saudara paling tua diantara 3 sepupunya. Ketika pertama kali bertemu Eddie, Daisy memang memendam sebuah perasaan kepadanya. Awalnya Daisy tidak menemukan kebahagiaan apapun selama menginap di rumah Bibinya. Perilaku saudaranya anak kampung yang serba jorok, kekanakan, dan juga sifat pendiam Eddie membuatnya jengkel, terlebih Bibinya yang super sibuk karena bekerja di pemerintahan. Ketika Daisy hanya bertatapan dan mengobrol sekali setelah sekian puluh tahun tak bertemu dengan Bibinya, besoknya Bibinya harus terbang ke Geneva Swiss untuk menghadiri konferensi Eropa membahas ketegangan teroris yang kian mengancam di tengah situasi gawat di ambang peperangan. Kepergian bibinya, menyebabkan Daisy harus hidup dengan 3 orang sepupunya yang menjengkelkan tanpa wali yang mengawasi mereka.

Namun, sebuah kejadian tak terduga membuat rasa jengkel yang dialami Daisy menghilang ketika suatu hari, dalam keterpaksaan Daisy untuk mengikuti ajakan Isaac dan Pipper untuk berenang di sungai, di perjalanan melewati kebun, Daisy merasa takut untuk menyebrang karena banyaknya gerombolan sapi yang tengah asyik melahap rerumputan hijau. Di situ, Eddie membantu Daisy mengusir para gerombolan sapi itu dengan cara aneh yakni membisikkan perkataan ke kuping sapi tersebut, dan seolah sapi itu memahami maksud perkataan Eddie sehingga perlahan - lahan mereka meninggalkan kebun ke sisi yang lainnya guna memberikan jalan kepada Daisy untuk lewat. Daisy terkejut mendapati kemampuan aneh yang dimiliki oleh Eddie dalam hal berinteraksi dengan hewan. Malam harinya kemampuan aneh lainnya yang dimiliki Eddie terkuak ketika Eddie selalu menang bermain kartu melawan adikknya Pipper, tanpa sengaja Pipper mengatakan bahwa Eddie curang karena selalu menang berkat kemampuan membaca pikiran orang lain. Mengetahui hal itu, sikap Daisy menjadi pendiam sesaat. Daisy tahu kenapa Eddie selalu diam kepada dirinya tak lain karena Eddie bisa membaca pikirannya kalau Daisy menyukai Eddie sejak pertemuan pertama kali. Bagaimanapun, selang berlangsungnya waktu, akhirnya perasaan mereka berdua terealisasikan menjadi sepasang kekasih. Dan Daisy pun, mulai bahagia hidup bersama dengan semua sepupunya di pedesaan yang awalnya dia benci, sekarang merupakan sebuah tempat yang istiwewa baginya karena dia telah menemukan cinta.

Sayangnya, perasaan bahagia itu tak bertepatan dengan kondisi Eropa yang sedang memanas diambang peperangan melawan teroris. Ketika Daisy dan ketiga sepupunya sedang asyik bercengkrama di sebuah padang rumput yang luas, sebuah getaran hebat seperti gempa terjadi dan mendadak salju turun bukan di musimnya. Ketika mereka panik dan berlari menuju rumah, mendadak seluruh listrik mati total. Yang bisa diandalkan hanyalah sebuah radio usang yang mengabarkan informasi bahwa telah jatuh sebuah bom nuklir di Inggris yang memakan banyak korban dan negara dalam keadaan perang.

Esok harinya, sebuah staff dari kedutaan Amerika di Inggris mengunjungi rumah Bibinya mengajak Daisy untuk segera meninggalkan Inggris untuk sebuah penerbangan bagi seluruh warga Amerika yang berada di Inggis. Namun, Daisy menolaknya, alasannya karena dia ingin tetap bersama Eddie. Keesokan harinya pemerintah mengumumkan bahwa seluruh penduduk desa untuk segera mematuhi prosedur evakuasi massal. Namun Eddie, selaku pengganti ibunya dalam memimpin keluarga  tidak mau meninggalkan rumah mereka, sehingga akhirnya pada suatu pagi mereka harus dieksekusi paksa oleh militer dan sialnya lagi, kamp wilayah pengungsian bagi wanita dan laki - laki harus dipisahkan. Di area pengungsian Daisy dan Pipper sepupu perempuannya dititipkan kepada sepasang suami istri lanjut usia yang sehari - harinya hal yang kerap mereka lakukan adalah berharap bahwa anak mereka kembali setelah dikirim perang oleh pemerintah.


Daisy dan Pipper mempunyai pekerjaan baru saat berada di dalam kamp pengungsian. Sehari - hari mereka dijemput oleh truk beserta wanita muda lainnya untuk mencari beberapa sayuran dan buah - buahan yang tidak busuk di perkebunan - perkebunan untuk stok makanan selama perang, karena para teroris, telah meracuni sumber - sumber air yang berakibat banyak tanaman yang tidak bisa berbuah dan itu melemahkan posisi Inggris. Dan suatu hari, petualang dimulai ketika Daisy sudah merencenakan sejak lama bahwa dia ingin kabur dari area pengungsian dan kembali mencari Eddie. Disitulah, Daisy seorang gadis yang berasal dari Amerika dan buta dengan wilayah Inggris nekad melarikan diri dengan sepupunya yang masih kecil Pipper demi mencari seseorang yang dicintainya Eddie yang bahkan dirinya sedniripun tidak tahu apakah Eddie masih hidup di area pengungsian maupun sudah mati karena dikirim perang. 

Monday, March 2, 2015

Review Singkat Evercoss A7B Tipis Dan Desain Bagus

Mencari sebuah smartphone dengan desain yang cantik namun dengan harga yang murah, tapi tidak mengorbankan begitu banyak fitur dan performa, mungkin Evercoss dengan seri A7B adalah salah satu pilihannya. A7B ( Berlin ) merupakan salah satu seri smartphone yang menonjolkan sisi desain sebagai nilai jualnya. Dengan bodinya yang tipis, serta ringan, dibalut pilihan warna yang memanjakan mata, bagi para pengguna yang tak mementingkan brand maupun yang berbudjet terbatas, seolah diberikan pilihan yang masuk akal dan melegakan untuk dapat memiliki sebuah smartphone yang keren dari sisi estetika desainya. Untuk harganya, ketika artikel ini dibuat, Evercoss dengan seri A7B ini di pasarkan dengan kisaran harga 680 - 750 Ribu Rupiah.



Melihat harganya, pastilah seri A7B ini ditujukan untuk para konsumen kelas menengah kebawah. Meski untuk kalangan entry level, selain bonus desain elegan sebagai nilai lebih, spesifikasinya pun tidak bisa dibilang rendahan. Evercoss A7B dibekali dengan prosessor Quad - Core buatan MTK dengan kecepatan 1,3ghz. Dengan menggunakan 4 otak, maka menjalankan applikasi dan game serasa kian lancar tanpa masalah. Di sisi layar, A7B mengusung LCD 4 inch dengan resolusi WVGA 480 x 800 ditampah dengan teknologi IPS, membuat tampilan terasa jernih. Internal ROM yang diberikan sebesar 4GB sudah terasa cukup untuk harga dikisaran A7B. Hanya saja Ram yang diberikan sebatas 512MB, yang memungkinkan keterbatasan saat melakukan multasking. A7B dipersenjatai dengan kamera utama berkekuatan 8MP dengan fitur auto-focus dan lampu flash. Dengan kekuatan pixel sebesar itu, tentu saja akan lebih memperdetail dalam pengambilan gambar. Keberadaan flash membantu dalam pengambilan gambar di tempat yang minim cahaya. Flash kepunyaan A7B ini memiliki kekuatan kilatan yang lebih terang dari milik Elevate A66A ketika saya coba. Sebuah nilai tersendiri tentunya bagi A7B karena mempunyai keunggulan dari gadget yang lebih mahal darinya. Untuk kamera depan hanya diberikan kemampuan sebatas 2MP saja. Untuk mengambil video, ketika saya coba, ternyata A7B sudah mampu mengambil gambar dengan resolusi full HD 1980 x 1080 meski pada pengaturan kameranya tak diberikan pilihan FullHD. A7B ini sudah mendukung 3G dengan jaringan HSDPA+ yang berarti mempunyai kemampuan download 21Mbps dan Upload 5,76 Mbps. Baik Sim 1 maupun Sim 2 semuanya sudah mendukung 3G. Baterai yang disematkan tergolong kecil yakni hanya berkekuatan 1400mAh. Mengingat A7B dipatok dengan harga dibawah 800ribuan, wajar jika hanya diberikan baterai dengan kekuatan segitu. A7B yang saya gunakan untuk review ini masih menggunakan sistem operasi Jelly Bean 4.2. Entah seri A7B ini mendapatkan upgrade kit-kat atau tidak untuk yang keluaran lama, karena keluaran terbaru sudah kit-kat, maka ketika saya membuka situs Evercoss, di sub-menu download dan support pada tab pilihan, disitu dijelaskan Evercoss A series sudah mendapatkan update Android Kit Kat dengan cara mendownloadnya secara manual. Selain itu, fitur lainnya yang dibenamkan adalah wi-fi, bluetooth, GPS. 

Untuk spesifikasi sistem lebih jelasnya, bisa melihat screenshoot dibawah ini yang diambil dari applikasi Antutu Benchmark :




Tes Performa Evercoss A7B dengan menggunakan Applikasi Antutu Benchmark, Quadrant Standar, Nenamark 1 & 2 :





Video Dibawah ini untuk melihat pengujian real Antutu benchmark pada Evercoss A7B :


 Hasil Kamera :




Setelah memahami review singkat diatas, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa Evercoss seri A7B ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya, memiliki desain body yang bagus, ringan, layar sudah IPS, Quad-core, performa bagus, kamera utama bagus, flash terang dan harga terjangkau. Disamping keunggulan, ada beberapa kelemahan yang terdapat di Evercoss A7B ini yakni, layar belum menggunakan perlindungan hard glass screen mengingat bentuknya yang tipis, akan menjadi riskan bila tertindih tanpa perlindungan apapun. Selain itu baterai yang dipakai berkekuatan kecil dan juga ram masih 512MB.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...