Monday, May 27, 2013

Sekilas Mengenai CROSS A20, MITO A300 dan NEXIAN A850 ENERGI

NEXIAN A850 ENERGI
Nama Nexian mungkin kini sudah semakin redup karena ramainya persaingan diantara banyaknya merek HP Lokal. Setahu saya untuk saat ini produk merek lokal yang merajai di Indonesia adalah merek Cross, bahkan penjualannya bisa dibilang nomer satu diatas Samsung dan Nokia. Meski begitu, Nexian masih tetap mengeluarkan produknya, salah satunya adalah Nexian A850 Energi. Nexian A850 Energi ini masuk dalam kategori smartphone dengan sistem operasinya menggunakan android froyo 2.2. Memang tegolong ketinggalan zaman karena untuk saat ini kebanyakan smartphone paling tidak sudah menggunakan android seri ICS dan Jelly Bean. Meski masih menggunakan froyo, harga yang ditawarkan Nexian A850 ini sangatlah murah, yakni hanya Rp. 375RB. Dengan harga segitu, kita sudah bisa memiliki sebuah smartphone berbasis android. Yang paling menggiurkan adalah meski banderol harganya sangat murah, A850 sudah dibekali oleh jaringan 3G, jadi kalau untuk urusan berselancar di dunia maya, A850 bisa diandalkan. Bentuknya-pun sangat mungil, karena layarnya hanya berukuran 2,8"icnh saja. Untuk spesifikasi dan model-nya, selengkapnya bisa dilihat di bawah ini :




Spesifikasi Nexian A850 Energi :
 Processor Arm V6 500 Mhz
 Ram 170MB
 GPU masih menggunakan Open GL ES 1.0
 Internal Storage 221MB
 Layar QVGA LCD  2,8inch" 240x320 Resitif Touchscreen
 Camera 2 MP
 GPS, WIFI, Bluetooth
 Dual - Sim, Dual - On
 Jaringan GPRS, EDGE, HSDPA
 Batteray 1000Mah

MITO A300
Mito merupakan salah satu merek HP lokal yang juga patut dipertimbangkan karena produk - produknya juga tak kalah bagus dengan merek lokal lain seperti IMO dan CROSS. Salah satunya adalah MITO seri A300. Seri ini bisa dibilang masuk kategori smartphone dengan harga murah  tetapi memberikan performance yang luar bisa. Mengapa bisa dikatakan performa luar biasa? Karena hanya dengan harga kisaran 600Ribuan saja, MITO A300 ini sudah dibenamkan prosessor dual-core yang mampu menjalankan game - game berat masa kini. Selain itu, MITO A300 ini juga sudah disediakan TV analog, jadi hiburan di A300 ini sudah sedemikian lengkap. Bobot Mito A300 ini memang sedikit berat saat dipegang, karena bodynya juga kokoh menggunakan bezel alumunium. Casing plastik depan belakangnya dilapisi glossy hitam dan terlihat mengkilap meski sering meninggalkan bercak sidik jari. Di casing belakang penutup batterainya sudah terpasang menjadi satu leather case yang berfungsi untuk melindungi LCD depan.





Spesifikasi Mito A300 :
 Prossesor Arm V7 1Ghz Dual-Core
 Chipset MTK6577
 Ram 512MB
 GPU Power SGX 531
 Internal Storage 140MB
 Analog TV
 Dual Sim - Dual On
 LCD 4.0 icnh" HVGA Capasitive Touchscreen
 Wifi, Bluetooth, FM Radio
 Camera 2MP
 Android ICS 4.0
 Jaringan GPRS-EDGE
 Batteray 800Mah

Cross A20
Smartphone berkonsep Phablet saat ini memang sedang menjamur di pasaran. Mulai dari merek branded maupun merek lokal berlomba - lomba mengeluarkan berbagai jenis smartphone berkonsep Phablet-nya. Phablet biasa juga disebut dengan smartphone dengan ukuran layar 5inch atau lebih. Salah satu merek lokal penguasa pangsa pasar di Indonesia yakni CROSS, mempunyai beberapa seri smartphone Phabletnya, salah satunya yakni CROSS A20. CROSS A20 ini bisa dibilang adalah seri Phablet termurah dari Cross yakni hanya dijual dengan harga kisaran 700Ribuan saja. Modelnya memang agak gembung, dan juga agak sedikit berat karena bezelnya juga terbuat dari alumunium. Smartphone berkonsep phablet memiliki kelebihan tersendiri karena ukuran layarnya yang lebar, diantaranya adalah lebih nyaman saat memutar film, browsing, chatting, dan bermain game. Meski sudah berkonsep Phablet namun Cross A20 masih menggunakan sistem operasi Android Ginggbread 2.3.6.




Spesifikasi CROSS A20 :
 Processor Singgle Core 1Ghz
 Ram 164MB
 Internal Storage 132MB
 Layar 5inch WVGA 480x800 5 Point Multitouch Screen
 Android 2.3.6 Ginggerbread
 GPS, Wifi, Bluetooth, FM Radio
 Dual SIM - Dual On
 Jaringan GPRS - EDGE
 Kamera Belakang 3MP, kamera depan 1.3 MP
 Batteray 2000Mah

Tuesday, May 21, 2013

Cerpen ke-5ku, Beautiful Gift



Setelah berjalan kurang lebih 20KM, Ridwan bingung apa yang sebenarnya telah terjadi di dunia ini. Segalanya telah berubah, apapun yang dilihatnya sepanjang perjalanan, dia merasa berada di dunia lain.  40 tahun mendekam di penjara, membuatnya benar - benar terisolasi dengan dunia luar. 

23 September, adalah hari kelahirannya dan juga saat ini bersamaan dengan hari kebebasannya dari penjara. Entah mengapa dia teringat saat berumur 8 tahun keluarganya  merayakan ulang tahunnya dengan begitu meriah. Namun sekarang, dia hanya merasa kesepian di tengah dunia yang hampir tak dikenalnya.

1980, saat umurnya 20 tahun, Ridwan merantau ke Ibukota untuk mencari penghasilan apapun itu demi mengobati Ibunya yang sakit di desanya yang terletak sangat terpencil. Dia tidak tahu bagaimana itu Ibukota, yang ada dalam gambarannya Ibukota adalah kota metropolitan yang menyediakan segudang pekerjaan.Meski dia tidak dapat membaca dengan lancar dan berbahasa Indonesia dengan benar, apapun itu tekadnya ke Ibukota sudah bulat.

Setelah 3 hari berada di Ibukota dan lelah mencari pekerjaan yang tak kunjung dia temui, suatu sore yang diselimuti awan mendung dan hujan lebat, dia berteduh di suatu lorong yang kecil dan pengap diapit diantara dua bangunan yang sedang direnovasi. Keadaan sangat sepi saat itu, hingga mendadak muncullah sebuah mobil jeep yang mengerem mendadak dan melemparkan sebuah anak kecil keluar dan langsung meninggalkannya. Melihat sesuatu yang tidak lazim, Ridwan mendatangi anak tersebut dan menggendongnya dari genangan air yang dipenuhi lumpur. Anak teresebut adalah seorang perempuan, dan Ridwan melihat sebuah kebiadapan yang telah dilakukan seseorang terhadap anak perempuan itu.

Seketika itu juga Ridwan membawa anak tersebut masuk ke dalam gedung yang sedang direnovasi untuk berteduh. Kondisi anak tersebut sangat mengenaskan, kedua bola matanya hilang, dia menangis, tapi menangis darah. Ada sebuah jahitan pada punggung kirinya. Paha dan tungkainya berlumuran darah yang mengalir dari alat kelaminnya. Ridwan mencoba menenangkannya dengan membelai rambut anak tersebut. Tapi upayanya tidak membuahkan hasil, anak tersebut semakin menjerit merasakan penderitaan yang dialamainya. Jeritan keras anak tersebut mendatangkan seorang satpam bangunan yang sedang berjaga. Melihat Ridwan dan anak tersebut, sang satpam memanggil polisi dan Ridwan akhirnya dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Karena takut, gugup dan berbahasa Indonesia tidak lancar, serta tidak adanya saksi lain saat penemuan anak tersebut, situasi tersebut mendatangkan masalah saat dirinya diinterogasi. Belum selesai interogasi, Ridwan mendapat kabar bahwa anak tersebut meninggal saat penanganan di rumah sakit. Sebetulnya anak tersebut bisa menjadi saksi bahwa Ridwan tidak ada sangkut pautnya dengan masalah yang menimpa dirinya jika anak tersebut sudah sembuh nantinya. Meski tidak bisa melihat, namun anak tersebut mungkin bisa memberikan keterangan lewat pendengaran identifikasi suara Ridwan saat menemukannya. Namun kini jalan sudah menjadi buntu, Polisi menetapkan Ridwan sebagai kurir organisasi penculikan anak yang tugasnya membuang anak yang menjadi korban penculikan setelah anak tersebut dieksplotasi. Karena pada tahun itu marak penculikan anak dan pengambilan organ tubuh, yang setelah itu sang anak biasanya dibuang di tempat yatim maupun panti - panti asuhan oleh kurir oraganisasi dengan keadaan sangat mengenaskan. 

Ridwan mendapatkan pasal berlapis, selain menjadi terdakwa terlibat organisasi penculikan anak, dia juga mendapat jeratan hukum pemerkosaan, karena saat anak perempuan tersebut divisum setelah meninggal, dalam keterangan menyebutkan bahwa anak tersebut juga mengalami tindak perkosaan yang tidak lazim. Orang tua korban mengajukan hukuman seumur hidup kepada Ridwan dan menuntut polisi mengusut organisasi yang membuat putri mereka tewas sampai ke gembong - gembongnya, namun pengadilan memutuskan hukuman 50 tahun kepada Ridwan, karena perilaku baiknya saat berada di dalam penjara, hukumannya dikurangi 10 tahun.

23 September 2020, saat ini memang cuaca cerah. Ridwan yang kini berusia 60 tahun berjalan dengan langkah yang agak berat karena faktor usia di trotoar di samping jalan raya. Dia hanya membawa sebuah tas ransel berisi pakaian.  Sejenak dia memandangi aneka mobil yang tanpa menggunakan roda yang bersliweran di jalan raya  seperti semut. Lalu - lalang kereta monorail yang ada di atas seakan membuatnya takjub. Ridwan memang pernah melihat semua ini di dalam televisi penjara, namun ketika berhadapan - hadapan langsung, dia benar - benar takjub dengan perubahan dunia.

Selepas meninggalkan penjara, tujuannya saat ini adalah menuju Bank Sosial yang ada di pusat kota. Pemerintah menjamin uang makan untuk setiap mantan narapidana yang keluar dari penjara diatas umur 50 tahun. Dengan menunjukkan kartu registarsi yang dimilikinya, dia akan mendapatkan jaminan uang makan di sisa hidupnya. Kendala yang dihadapinya adalah dia tidak tahu dimana letak Bank Sosial. Disepanjang perjalanannya dia melihat banyak orang sibuk dengan sesuatu yang mereka genggam, sebuah lempengan kaca yang mampu menampilkan beragam aktifitas di dunia. Ridwan kurang begitu mengikuti teknologi, yang dia dengar - dengar alat tersebut adalah multismartphone yang berteknologi nano dan dintegrasikan dengan jaringan cloud dunia yang dibenamkan sistem operasi yang muthakir.

Ketika dia mengajak seseorang untuk berbicara, kebanyakan orang - orang menghindarinya. Ridwan paham kenapa orang - orang menghindarinya, mungkin penampilannya yadng norak di tahun modern ini dan juga bisa disebut Ridwan adalah seorang gelandangan karena dia tak mempunyai rumah maupun kelurga di Ibukota. Meski begitu, ada seorang mahasiswa yang baik hati mau menolongnya. Ketika Ridwan menanyakan mengenai alamat Bank Sosial, si mahasiswa itu tidak menjawab, namun mengoperasikan multi-smartphonnya sejenak, tak lama mahasiswa itu mengeluarkan kotak portabel dari dalam tasnya dan hal aneh terjadi, kotak itu mengeluarkan sinar, membentuk sebuah pola, dan jadilah kertas peta yang menunjukkan dimana letak Bank Sosial berada. Saat Ridwan menerimanya, dia menanyakan kotak apa itu. Melihat kotak itu, dia teringat film doraemon yang dilihatnya saat dirinya remaja di pasar malam di alun - alun desa-nya, karena di rumah, dia tidak mempunyai TV. Si mahasiswa itu hanya menjawab itu adalah print 3D portable, meski dengan ekspresi wajah keheranan.

Berdasarkan peta yang dibawanya, Ridwan menelusuri setiap jalan yang seperti tertera dalam peta. Ternyata, setelah berfikir sejenak, perjalanan memang masih jauh. Keringatnya sudah bercucuran, hingga kini dia lebih sering melakukan kebiasaan mengusap keningnya. Rasa haus dan lapar melandanya, namun mau bagaimanapun dia harus tetap mengunjungi Bank Sosial jika dia ingin makan dan minum. 

Hingga pada akhirnya dia menemukan sebuah tempat yang aneh berada didepannya. Di tempat itu, para remaja berdatangan dengan pakaian yang serba aneh. Yang lelaki memakai anting, tindik, badan yang penuh tatoo, hampir sama dengan teman - teman preman di sell saat dia dipenjara, sedang yang wanita berdandan dengan pakaian yang serba minim. Entah apa yang terjadi dengan dunia, di jamannya, saat didesa, tak ada yang pernah memakai mode pakaian dan gaya yang baginya menjijikkan seperti itu. Selain itu, dia juga melihat beberapa anak muda sesama jenis datang bergandengan dengan mesranya dan memasuki tempat itu. Ketika mendongak ke atas, sebuah plang digital bertuliskan" Heaven Hall" dengan memuat gambar tak senonoh mendeskripsikan bahwa tempat itu adalah surga yang bisa dibeli di dunia ini. Penasaran dengan tempat itu, dia melangkah untuk setidaknya mengintip dari luar pintu masuk seperti apa didalamnya. Namun ketika sampai di depan pintu, sebuah mobil mewah berhenti. Sejenak dari dalam pintu utama Heaven Hall keluar beberapa orang berbadan kekar dan langsung mendorong Ridwan untuk menyingkir, sehingga membuatnya terjatuh. Salah seorang bertubuh kekar dan dipenuhi tatoo membukakan pintu mobil itu dan menuntun seseorang yang memakai setelan jas rapi untuk masuk ke dalam. Sebelum orang berpakaian jas rapi itu memasuki pintu, ada dua wanita cantik yang tiba - tiba muncul merangkulnya, seolah - olah mereka berdua adalah selir - selirnya yang cantik.

Ridwan tahu siapa orang bersetelan jas rapi yang baru saja memasuki tempat itu. Dalam kesehariannya di dalam penjara, Ridwan sering mendengarkan acara di TV mengenai debat para dewan pemerintahan yang selalu mengoceh mencari solusi untuk kemakmuran, kesejahteraan, keadilan rakyatnya. Orang yang dilihatnya barusan adalah seseorang yang selalu berbicara mengenai keadilan bagi rakyatnya. Anggota dewan pemerintahan yang mempunyai andil dalam merancang undang - undang hukum. Selama melihat acara yang bernarasumber orang tersebut dalam penjara, Ridwan sempat mengidolakannya. Dia berandai - andai bahwa jika dulu orang tersebut ada  saat dirinya terkena kasus, maka hukum tak akan mempenjarakannya. Namun setelah melihatnya mengunjungi tempat seperti itu, Ridwan merasa jijik dengan orang tersebut. Dia merasa kepercayaan terhadap orang tersebut telah dikhianati. Ridwan tahu bahwa orang tersebut sudah mempunyai keluarga, dalam acara kekeluargaan di televisi, orang tersebut pernah mengungkapkan bahwa kesetiaan adalah kunci membina rumah tangga yang abadi dan mengurangi tindakan kriminal akibat kasus rumah tangga. Namun sekarang, bagi Ridwan itu semua adalah omong kosong.

Sekarang Ridwan bersandar di salah satu lampu jalan yang membentang di pinggir trotoar tak jauh dari Heaven Hall. Selain haus, capek, badannya yang renta juga sedikit sakit setelah dijatuhkan orang - orang bertubuh kekar tadi yang mungkin saja mereka adalah preman yang menjadi keaman di tempat terkutuk itu. Hatinya pedih saat ini melihat dunia yang sudah berubah di luar akal sehat. Dia beranggapan mengapa orang bersetelan rapi yang menjabat anggota dewan pemerintahan seperti itu tidak dipenjara saja, mengapa harus dirinya yang bernasib buruk yang harus mendekam di penjara selama ini. Jika orang seperti itu saja berkeliaran bebas, maka apa arti dirinya sebagai mantan narapidana yang tua rentan di dunia ini. Dia juga bingung ingin mencari kerja apa di usia yang senja. Ingin kembali ke desanya juga takut menanggapi bagaimana reaksi keluarga- keluarganya yang sekiranya masih hidup mengenai dirinya yang meninggalkan ibunya di saat sakit dengan alasan mencari kerja di Ibukota, meski pendapat mereka semua adalah salah paham besar, namun pembelaan apapun juga mungkin tak akan berhasil untuk menyadarkan keluarganya jika dirinya mengalami musibah yang buruk saat merantau. Yang Ridwan lakukan selama di penjara setiap malam adalah berdoa memohon pengampunan kepada Ibunya dan Tuhan. Dia tahu ibunya sudah meninggal, dan berharap ibunya mengerti keadaan dirinya dari alam sana.

Semakin lama dia berfikir, semakin Ridwan merasa seolah - olah hidupnya tak berarti di dunia ini. Dan entah bisikan apa yang merasuk di kupingnya sehingga tersersit kata - kata MATI. Dalam pikirannya yang bingung, kata Mati seolah - olah menjadi jalan keluar yang utama. Dengan MATI dirinya tak akan lagi menanggung derita di dunia ini. Dengan MATI dia juga akan bertemu dengan Ibunya dan bisa bersujud sepuasnya di kedua kakinya. Pemikiran - pemikiran kacau itu membuatnya membulatkan tekad untuk mengakhiri hidupnya saat ini juga. Saat ini, sambil masih berdiri di samping lampu tiang listrik di dekat Heaven Hall, Ridwan sedang menunggu jikalau ada sebuah mobil dengan kecepatan tinggi akan melintas didepannya, dia siap - siap ingin melempar tubuhnya di depan mobil itu. Tekadnya sudah bulat untuk mati, dan dia sudah siap untuk mati secara mengenaskan ditabrak oleh sebuah mobil. Bagaimanapun caranya tewas, toh juga tidak ada seorang pun yang akan menangisinya. 

Ketika itu, matanya tak sengaja menangkap di seberang jalan ada sebuah anak kecil perempuan yang sedang duduk bersila di lantai trotoar jalan,badannya  bersandar ke salah satu dinding bangunan dibelakangnya. Pandangan anak perempuan itu mengarah kebawah sehingga wajahnya tak kelihatan. Tangannya membawa sebuah gelas plastik kosong. Anak perempuan terlihat sangat lesu. Tidak bertenaga. Anak perempuan itu sedang mengemis. Berharap ada seseorang yang lalu-lalang didepannya menunjukkan rasa kasihannya dengan memberikannya sejumlah uang berapapun itu nilainya akan sangat penting  bagi dirinya. Namun apa yang dilihat Ridwan adalah tak seorang pun yang menghiraukannya. Kebanyakan orang lebih asyik berjalan dengan memandangi sesuatu yang lebih berharga di genggamannya daripada menghiraukan nasib seseorang. Pemandangan itu sangat memilukan bagi Ridwan. Tak sadar, tangannya sudah merogoh ke gocek kantongnya. Memang ada beberapa lembar uang pemberian dari penjara setelah dia dibebaskan tadi untuk sekedar jaga - jaga, dan Ridwan berfikir daripada uang ini  dibawanya mati dan menjadi tak berguna, lebih baik dia serahkan semua kepada anak malang tersebut. Rasa kasihannya dilandaskan atas apa yang pernah terjadi kepada anak perempuan yang menjadi korban penculikan yang pernah ditemukannya meski itu menjadi malapetaka baginya, namun dia merasakan penderitaan di setiap jeritan anak tersebut. Ridwan tidak ingin anak perempuan pengemis tersebut juga menderita seperti anak perempuan sebelumnya.

Ketika keadaan jalan sudah agak sepi, Ridwan dengan langkah berat berjalan untuk menyebrangi jalan raya menuju ke troatar di depannya. Saat sudah beberapa langkah beranjak dari tiang lampu listrik, sang anak kecil pengemis perempuan tadi menengadahkan wajahnya memandang Ridwan. Entah mengapa, langkah kaki Ridwan menjadi berat. Mendadak dia berhenti seperti patung saat pandangannya bertatap muka dengan anak tersebut dari kejauhan. Entah dia gila atau tidak yang dilihatnnya sekarang adalah anak perempuan yang 40 tahun lalu ditemukaan dengan keadaan mengenaskan. Melihat anak korban penculikan tersebut dihatinya yang tergambar adalah jeritan - jeritan saat anak tersebut menahan rasa sakit dan penderitaan yang luar biasa. Namun berangsur angsur entah mengapa di hatinya timbul rasa kebahagiaan yang selama ini tidak pernah dia rasakan. Anak tersebut, tersenyum kepadanya. Anak itu membelai rambutnya sendiri, mengingatkannya bahwa Ridwan pernah berkali - kali membelainya saat dirinya ingin mencoba menenangkan jerit tangisnya 40 tahun lalu. Di saat yang bersamaan ada sebuah truck yang berjalan dengan kecepatan tinggi tidak stabil karena pengendaranya mabuk. Truk itu dengan beringasnya menabrak tiang lampu listrik yang sudah ditinggalkan oleh Ridwan dan berlanjut menabrak Heaven Hall. Truk itu ternyata mengangkut bensin dan terjadilah ledakan yang luar biasa hebatnya.

Ledakan yang dasyhat itu memaksa tubuh Ridwan jatuh ke aspal. Sambil memandangi apa yang terjadi di belakangnya , dirinya seolah - olah tak percaya bahwa hanya ditinggal beberapa langkah saja, tiang lampu listrik yang berada di belakangnya dan Heaven Hall sudah hancur dan terbakar. Dia mendengar beratus - ratus teriakan yang memilukan dari dalam Heaven Hall. Teriakan ini, dirasakannya lebih menderita dari jeritan sang anak perempuan 40 tahun silam. Jika saja dirinya tidak beranjak dari tiang lampu listrik itu, maka nyawanya sudah melayang. Namun aneh juga jika dia berfikiran seperti itu, bukannya dirinya beberapa menit yang lalu berharap untuk bunuh diri. Apakah..??? Kemudian Ridwan menoleh ke tempat diamana anak pengemis yang wajahnya menyerupai anak  korban penculikan 40 tahun lalu. Namun sekarang anak itu sudah tidak ada.

Monday, May 20, 2013

Pantai Kenjeran, Romantisme dalam Keindahan Alam

Sebenarnya untuk artikel pantai Kenjeran ini ingin aku tulis dulu - dulu, tapi karena gak tau mengapa sempat lupa. Nah kemarin pas obrak - abrik file folder di laptop, aku nemu foto - foto nya dan jadi keingat kalau aku benar - benar kelupaan buat nulis artikel yang satu ini. Oke, gapapa buatku, lebih baik telat daripada tidak sama sekali. Nah begini ceritanya, dulu aku pernah menulis artikel mengenai jembatan Suramadu, bagi yang belum baca silahkan di-klik. Nah sepulang dari Jembatan Suramadu sebenarnya aku dan keluarga masih mampir ke salah satu obyek wisata yang gak jauh dari jembatan Suramadu, Yakni pantai Kenjeran.

Mengapa dinamakan pantai Kenjeran? Karena letak pantainya berada di kecamatan Kenjeran. Setelah keluar dari jembatan Suramadu kami berbelok ke arah kiri melewati jalan utama menuju ke pantai. Jalan ini tidak begitu lebar, namun disebelah kiri aku, areanya sudah langsung bersampingan dengan pinggir lautan. Aku membuka jendela kaca mobil saat melewati sepanjang jalan ini. Hembusan angin laut masuk ke ruangan mobil dan hawanya sangat sejuk. Pamanku yang berada disampingku sambil menyetir mengatakan bahwa sebentar lagi akan ada banyak lesehan sepanjang pinggir lautan. Dan tak lama, memang aku lihat dari kejauhan udah nampak banyak warung lesehan dari bambu kokoh yang berderetan berdiri di sepanjang pinggir pantai. 

Sebetulnya aku pingin mampir ke salah satu warung lesehan tersebut, karena pingin rasain sensasinya jajan di pinggiran pantai sambil melihat deburan ombak menghantam karang yang jaraknya sangat dekat dengan warung - warung lesehan tersebut. Namun sayang karena tujuan kami ke pantai Kanjeran, jadi aku agak sungkan untuk bilang ke Pamanku untuk berhenti. Dan lagipula, karena itu hari Minggu, sepanjang aku melewati lesehan tersebut, kebanyakan penuh dan diisi oleh para anak muda yang memadu kasih sambil melihat indahnya lautan. Ada yang duduk berduaan, ,mengobrol, berpangkuan, tiduran kayak di rumah sendiri sambil meneguk es kelapa muda, coffe, jagung bakar, dan segala yang ditawarkan di warung lesehan tersebut.

Nah, selang beberapa waktu akhirnya kami tiba di pintu masuk utama pantai Kenjeran. Pertama masuk begitu kagetnya karena lahan buat parkir hampir habis tak tersisa karena membludaknya pengunjung di hari libur. Yah, butuh waktu sepuluh menit buat muter - muter cari lahan kosong buat parkir ampek mau menyerah dan untung saja mendadak ada entah tukang parkir atau orang yang sama - sama memarkir kendaraannya memberitahukan tempat yang masih longgar namun agak tersembunyi letaknya.

Setelah urusan memarkir kendaraan kelar, kami langsung memasuki area wisata. Saat itu kami mulai berpisah, paman dan bibi serta ibuku dll menuju pasar untuk membeli ikan dendeng, karena di tempat pariwisata Kanjeran ini juga terdapat pasar yang lumayan besar memperdagangkan cinderamata dan ikan segar maupun kering. Karena aku baru pertama kali mengunjungi pantai ini, aku tidak ikut ke pasar dan mengajak kakak ipar aku untuk langsung menuju lautan. Karena dari kejauhan aku melihat ada papan jembatan yang menuju ke lautan dan diantara jalan - jalan kembatan papan itu ada gazebo - gazebo di tengah maupun di ujungnya. Itu yang membuat menarik minatku untuk segera menuju kesana. Sebelum menapak di atas jembatan papan, sebelumnya aku sempat berdiri sebentar menyaksikan ada panggung yang didirikan di atas pinggiran pantai yang mempertontonkan lagu dangdut.

Sama halnya dengan warung - warung lesehan bambu yang aku lewati tadi, di area jembatan papan ini banyak sekali anak muda yang memadu kasih disini. Yah, aku juga gak menyangkal kalau tempat seperti ini aura romantisme lebih mendukung untuk dijadikan tempat yang indah buat pacaran. Apalagi di gazebo - gazebonya, seakan mereka pacaran serasa dunia milik berdua. Memang pengunjung tempat wisata ini kebanyakan anak - anak muda, masih pelajar kalau aku nilai dari wajah - wajah mereka. Meski begitu, banyak juga keluarga yang berekreasi disini.  




Inilah yang aku maksud dengan jembatan papan yang menghubungkan gazebo - gazebo. Di dalam gazebo juga ada beberapa pedangang yang menawarkan kopi panas yang nikmat bila diminum sambil merasakan keindahan pantai Kanjeran ini.




Di Kenjeran juga menyediakan jasa perahu. Jadi bagi siapa yang ingin berlayar ke tengah lautan bisa memakai jasa perahu - perahu ini. Nah yang unik, di tengah lautan ada pulai kecil. Jadi dari kejauhan aku lihat banyak perahu yang berhenti di tengah lautan dan para penumpangnya turun dari perahu tapi tak tenggelam, mereka malah asyik berfoto narsis ria. Usut punya usut, ternyata ada pulau kecil di tengah lautan. Yah sayang aku gak naik kesitu, karena posisi keluarga kami berpisah, asyik keliling sendiri - sendiri.Andai bersama - sama pasti udah tuh sekeluarga naik perahu.



Nah ada kejadian unik pas aku berdiri di jembatan papan ini. Ada dua remaja yang asyik jalan bergandengan tangan sambil berbincang - bincang dengan riangnya. Tapi mendadak si cewek kaki kanannya terperosok ke salah satu lubang di jembatan yang salah satu papannya bolong. Sandal yang dikenakan si cewek jatuh ke laut di bawah jembatan, trus si cewek bersikeras buat nyuruh cowoknya buat ngambil. Sebenarnya letak jatuhnya pas di laut yang kedalamannya hanya sepinggang, jadi gak begitu dalam, tapi si cowok tetep gak mau. Gak tau deh ceritanya abis itu, karena aku tinggal, tau - tau pas pulang menuju tempat parkir, aku lihat si cewek udah memakai sepatu baru warna putih. Hihihihhihi, cinta memang penuh pengorbanan, kalau gak mau berkorban ngambilin sandal di lautan, yah belikan yang baru, yang penting si doi bahagia hari itu juga. Dasar remaja, ada - ada saja :)


      Tuh jembatan Suramadu kelihatan kan dari kejauhan. Benar - benar pemandangan yang sangat indah.

Kalau saya bandingkan dengan pantai parangtritis, BKK yang ada di Jogja, udara di pantai Kenjeran ini lebih sejuk karena anginnya berhembus dengan cukup keras. Meski angin berhembus dengan cukup keras, namun ombaknya datar - datar saja, tidak seperti parangtritis yang suka mengamuk dan memakan banyak korban. Jadi kalau berkunjung ke pantai Kanjeran ini lebih enak naik perahunya bersama keluarga dan berhenti di pulau kecil di tengah lautan. Atau yang punya pacar bisa bikin moment indah di salah satu surga kecil buatan Tuhan ini.Eh, lalu yang jomblo gimana? Ya udah difoto - foto dan dibikin artikel kayak yang punya Blog, hihi :D

Monday, May 13, 2013

Blackberry 9350 Sedona, si Seksi yang Stylish

Sebenarnya aku mempunyai sebuah smartphone Blackberry. Karena jujur lebih suka si Hijau Android daripada Blackberry, maka kebanyakan Smartphone yang aku review adalah berbasis O.S Android entah itu punya sendiri, teman maupun saudara yang boleh aku pinjam untuk direview. Nah, dikesempatan kali ini aku ingin mereview singkat smartphone Blackberry milikku.

Sebelum memegang Android sebenarnya aku sudah lama memakai Blackberry. Saat pertama memegang Blackberry aku memang jatuh cinta pada gadget besutan RIM ini, karena pada saat itu Blackberrylah yang paling berjaya diantara oposisinya yakni symbian, windows phone 6.5, Bada dari samsung, dan berbagai  ponsel berbasis Java. Kepopuleran Blackberry melonjak tajam saat Presiden Barrack Obama pun memakai smartphone ini untuk pilihan ponsel pribadinya meski para staff dan agen-nya menyarankan untuk tidak menggunakan Blackberry karena khawatir informasi pribadinya akan bisa dilihat pihak perusahaan RIM. Keunggulan dari ponsel Blackberry ini adalah keamanan datanya. Data penggunanya sangat dijamin kerahasiaannnya  oleh pihak RIM. Bahkan otoritas hukum pun akan sangat kesulitan untuk meminta izin kepada pihak RIM jika ingin mengambil data dan informasi dari si pengguna untuk kepentingan penyelidikan apabila pengguna yang bersangkutan tersangkut masalah hukum pidana. Data dan informasi dan segala aktifitas pengguna pun akan sangat sulit diretas oleh hacker sekalipun. Jadi pihak RIM sangat mengutamakan keamanan dan kerahasiaan data dan informasi dan segala aktifitas penggunanya. Maka jangan heran kalau harga Blackberry yang versi resmi sangatlah mahal. Karena yang dibeli selain kita dapat smartphone, kita juga mendapatkan jaminan keamanan segala aktifitas yang kita lakukan menggunakan Blackberry. Saya sendiri memakai Blackberry yang tidak resmi yang sudah dijual banyak di konter - konter di Indonesia. Yah, tak lain karena faktor harga. Untuk ukuran mahasiswa, tak mungkin saya mampu membeli yang resmi. Blackberry yang tak resmi, menawarkan harga yang bisa dibilang 50% lebih murah. Tetapi memang garansi hanya sebulan, dan jika suatu saat rusak, itu resiko pembeli.

Ketika era Blackberry mencapai puncak, maka muncullah Android. O.S besutan google ini benar - benar meluluh lantahkan dominasi Blackberry di pasar Global. Saat menulis ini pun, Android masih berjaya di pasar Global dengan pangsa pasar yang besar, sedangkan Blackberry hanya menempati posisi juru kunci. Meski menjadi juru kunci di pasar global, namun itu tidak terjadi di Indonesia. Karena di Indonesia Blackberry sudah mengakar di hati masyarakat. Ada beberapa fitur dan layanan Blackberry yang aku sukai seperti push email, Blackberry Messenger dan Paketan datanya yang Full servis bebas quota, yang artinya bisa download sepuasnya. Blackberry yang saya gunakan adalah seri 9350 atau disebut Sedona karena ini adalah versi CDMA dan sudah terinject Smartfren. Kalau versi GSM nya biasa kita kenal dengan Apollo 9360. Untuk penampakan dan spesifikasinya bisa dilihat di bawah ini :









Spesifikasi :

Jaringan CDMA 800 / 1900 CDMA 2000 1XEVDO up to 3,1Mbps
Prossesor 800 Mhz
Internal 512MB
Ram 512MB
Layar TFT 2,44 inch 246ppi
Optical Trackpad
Bluetooth 2.1 A2DP
NFC
GPS
Wi-fi 802.11 b/g/n
Kamera 5MP LED flash, face detection, image stabilization, geo-tagging
Batteray 1000Mah Li-ion
Blackberry O.S 7.1

Tampilan Menu Pada Blackberry O.S 7.1


Seperti Halnya Android dengan Googleplay-nya untuk mengunduh applikasi, Blackberry juga mempunyai BB apps world meski aplikasi yang ditawarkan tidak sebanyak milik Android.

Pada O.S 7.1 ini, Blacberry sudah bisa dijadikan Hot Spot Portabel.


Berselancar di dunia maya dengan menggunakan Browser bawaan Blackberry O.S 7.1 ini. Kita bisa membuka banyak tab saat berselancar.



Manajemen Application pada Blackberry

Untuk Hasil Foto, kualitas yang dihasilkan oleh Blackberry sedona ini cukup bagus. Gambar yang akan saya tampilkan dibawah semua adalah hasil jepretan di dalam ruangan dengan cahaya minim, alias memanfaatkan LED flash yang dimiliki oleh sedona 9350 ini. Kalau untuk luar ruangan saya tidak sertakan, jika didalam ruangan berpenerangan seadanya hasilnya seperti di bawah ini, pemirsa sudah bisa membayangkan bagaimana hasilnya jika mengambil gambar di luar ruangan dengan pencahayaan penuh. :






Kesimpulan :
+ Bentuk tipis dan kesan gaya buat anak muda
+ Push email, BBM
+ Paket data full service bebas Quota
+ Keamanan data dan informasi pengguna

- Baterai Borosss
- BB apps worlds minim applikasi
- Paket full service yang ditawarkan banyak operator rata - rata masih mahal
- Harga masih mahal untuk versi yang resmi
- kamera belum auto focus

Thursday, May 9, 2013

CROSS A18 Si Kecil yang Bisa Diandalkan

Berhubung ada kakak ipar yang dateng pas hari libur dan membawa sebuah smartphone yang sekiranya buatku cukup menarik yakni Cross A18, tak perlu waktu lama aku langsung meminjamnya dan membuat review singkatnya. Pertama lihat nih smartphone aku emang agak kesemsem ama bentuknya yang kecil dan kokoh. Kecil bagi pandanganku adalah karena ukuran layar smartphone ini hanya 3,5 inch. Mungkin bagi sebagian orang ukuran segini bisa dibilang besar, tapi buatku yang terbiasa memegang smartphone yang berukuran 4,3 inch dan Phablet 5 inch, ukuran A18 terlihat imut - imut. Meski imut - imut tapi casing plastiknya sangat kokoh dan polsesan warnanya berkelas. Bezel alumunium berwarna hitam memnambah kesan keren pada A18 ini. Ketika dipegang A18 tidak begitu licin dalam genggaman, dan yang paling kusuka, karena bentuknya yang kecil, pas buat dikasih di saku celena seketat model jeans sekalipun.






Tampilan wajah muka depan dan belakang Cross A18

Untuk Spesifikasi Lengkap Cross A18 :

Jaringan: Dualband GSM )900/1800 MHz)/WCDMA 2100 MHz & Dual SIM;
Layar: 3.5 inci, TFT Capacitive Touchscreen, HVGA (480×320 piksel), Multi-touch;
CPU Hardware: MT6575
CPU Model: ARM v7 Processor
Processor Frequency: 1 GHz;
GPU: PowerVR SGX531
OS: Android 2.3.6 Gingerbread;
Transfer data: HSDPA, 3G, EDGE, GPRS;
Kamera utama: 3.2 megapiksel, flash light, video recorder;
Kamera depan: 1.3 megapiksel, video call/video chat;
Memori internal: 222MB RAM, 128MB ROM;
Memori eksternal: microSD up to 32GB;
Messaging: SMS, MMS, Email, IM;
Konektivitas: WiFi 802.11 b/g/n, Bluetooth, kabel data, audio jack 3.5mm;
Browser: HTML;
Fitur lain: Polifonik (MP3), MP3/MP4 player, radio FM, audio recording, GPS, Compas, Google Maps, Google Play STore, Gmail, YouTube, Proximity Sensor, 3D Gravity sensor, Modem, USB Tethering, WiFi Portable Hotspot, Calendar, calculator, clock;
Baterai: Lithium ion 1400MAH
Harga Baru : 700 Ribu Rupiah

Hasil Tes menggunakan antutu Benchmark versi 3.3

Hasil Tes menggunakan Quadrant Standar menghasilkan nilai sebesar 1600an.

Hasil Tes menggunakan Nenamark 1 menorehkan fps tinggi mencapai 61,1fps

Hasil Tes menggunakan Nenamark 2 menorehkan FPS rata2 30,2 Fps

Hasil Foto Cross A18 untk Indoor dan Qutdoor :






Kesimpulan :
+ Harga Murah
+ Desain bagus dan kesan kokoh, mudah dibawa kemana - mana.
+ Performa cukup bagus
+ Procie sudah 1Ghz dan GPU powerVR SGX531
              @@@@@@@@

- Rom kecil hanya 128MB
- LED flash kamera daya kurang terang.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...