Thursday, January 22, 2015

REVIEW XIAOMI RED 1S : JUARA DI ENTRY LEVEL

Ada diantara para pembaca yang belum mengenal merek Xiaomi? Oke, bagi yang belum pernah mendengar atau hanya pernah mendengar sekelumit saja mengenai merek Xioami disini saya akan jelaskan bahwa Xiaomi adalah salah satu merek smartphone asal negeri tirai bambu atau lebih tepatnya Cina. Kebanyakan masyarakat kita memandang bahwa HP buatan Cina memiliki kualitas kelas bawah dan murah harganya. Yah, memang tak bisa dipungkiri karena beberapa vendor lokal kita kebanyakan masih mengimport segalanya dari negeri tirai bambu kemudian direbranding dengan merek lokal. Dan tidak sedikit di lapangan kita menemukan beberapa ponsel buatan Cina sering mengalami kerusakan.

Namun berbeda halnya dengan Xiaomi. Nama Xiaomi mulai berdengung hebat di kancah global memasuki tahun 2014 dan pada pertengahan 2014 Xiaomi sudah memasuki pasar Indonesia. Perusahaan Xiaomi terkenal karena mereka menjual berbagai seri smartphonenya dengan harga yang sangat terjangkau. Namun saya tekankan sekali lagi, terjangkau bagi Xiaomi kualitasnya tidak bisa disamakan dengan smartphone merek Cina lainnya yang sudah ada di Indonesia baik yang sudah mempunyai nama besar maupun sebatas produk rebranding merek lokal. Meski menjual smartphonenya dengan harga yang terjangkau, namun build quality yang diterapkan oleh Xiaomi sangat tinggi. Dan spesifikasi yang diberikan pun tidak tanggung - tanggung. Oleh sebab itu, di berbagai negara yang sudah dihinggapi oleh Xiaomi, termasuk di Indonesia, ketika diadakan Flash Sale, karena sistem penjualan Xiaomi adalah berbasis online dengan mitra resminya yakni Lazzada, setiap diadakan flashsale, hanya dengan hitungan menit bahkan detik, puluhan ribu unit sudah laku terjual.Kenapa Xiaomi mampu dan berani menjual smartphonenya dengan harga murah? Tak lain karena perusahaan Xiaomi hanya mengambil margin keuntungan yang sedikit. Selain itu, kita takkan pernah melihat iklan smartphone Xiaomi di televisi , media massa, spanduk, karena memang Xiaomi tidak beriklan untuk menghemat pengeluaran dan menekan harga jual produknya seminimal mungkin. Xiaomi hanya beriklan maupun promosi produknya menggunakan media sosial yang notabene gratis tanpa ongkos biaya sepersenpun dan juga memanfaatkan rumor kehebatan produknya dari mulut ke mulut sehingga lama kelamaan naman Xiaomi semakin dikenal banyak orang.



Smartphone dari Xiaomi kali ini yang akan saya review singkat adalah seri Red 1S yang ditujukan untuk segmen entry - level atau kelas bawah. Meski ditujukan untuk kelas bawah, namun spesifikasi yang diusungnya tidak bisa dipandang remeh. Red 1S dipersenjatai oleh prosesor besutan vendor Quallcoom dengan seri Snapdragon 400 berbasis quad - core dengan clock yang sudah dioverclock yang mulanya hanya 1,2ghz menjadi 1,6ghz untuk menggenjot performanya. Ram yang disematkan sudah lumayan besar yakni 1GB. Internal yang disediakan adalah 8GB. Layar sebesar 4,7 inch dengan perlindungan Dragontail serta resolusi HD 1280 x 720 dan didukung teknologi IPS sudah disediakan untuk memanjakan mata kita dalam mengoperasikannya sehari - hari. Kameranya pun tergolong bagus, dengan resolusi 8 MP Autofocus menggunakan lensa dari Samsung maka kita bebas mengambil gambar dimanapun dengan kualitas jempolan.Kamera depan 1.6 MP dan tergolong jernih, bahkan bisa ditandingkan dengan hasil kamera depan vendor lokal yang sudah mengusung resolusi 5 MP sekalipun. Baterai yang disematkan hanya 2000Mah. Xiaomi menanamkan interface mereka yang segar dan dapat dimodifikasi bahkan digonta - ganti tema menggunakan MUI. Dari spesifikasi mumpuni diatas, Xiaomi RED 1S ini hanya dijual resmi via online di situs Lazzada seharga 1,5 juta rupiah saja. Sangat terjangkau bagi seseorang yang ingin memiliki smartphone murah tapi mumpuni. Meski dengan harga yang murah dan spesifikasi mumpuni di kelasnya, bukan berarti RED 1 S tidak mempunyai kelemahan. Beberapa kekurangan yang saya catat adalah panas yang kadang berlebihan apabila digunakan dikarenakan prosessor yang ditanamkan sudah dioverclock dari pabriknya sana. Hal itu sedikit mengganggu di genggaman. Selain itu, hanya Sim 1 saja yang mendukung 3G atau HSDPA+, untuk Sim 2 nya hanya sebatas EDGE. Meski begitu, kelebihannya lebih menonjol daripada beberapa kekurangannya yang menjadikan smartphone ini mampu dijadikan pilihan utama bagi yang berbudjet minimun.

Spesifikasi Xiaomi RED 1S berdasarkan applikasi sistem oleh Antutu :







Hasil Benchmark Menggunakan Antutu, Quadrant, Nenamark 1 dan 2 :





Hasil Kamera :





Kesimpulan :
+ Harga Terjangkau
+ Spesifikasi Mumpuni
+ Kamera Juara Dikelasnya

- Panas Gadget berlebih Yang Kadang mengganggu

Tuesday, January 13, 2015

Review Film Little Miss Sunshine : Drama Keluarga Yang Mengesankan

Anda senang melihat film drama bertemakan kekeluargaan? Jika jawabannya iya, maka film yang satu ini wajib Anda saksikan. Little Miss Sunshine adalah sebuah film drama - komedi yang menawarkan sebuah cerita yang mengesankan. Karena setelah melihatnya, kita akan banyak mendapatkan pesan moral. Film ini bukan termasuk baru, menilik pada situs IMDB film ini diluncurkan pada tahun 2006. Bila menengok kembali ke tahun 2006, mungkin saat itu saya masih berada di bangku sekolahan dan saat itu, apabila disuguhkan pilihan untuk melihat film, mungkin saya akan lebih memilih film, animasi, action dan horror daripada drama.  Karena seiring bertambahnya umur, entah kenapa genre drama menjadi menarik untuk menjadi pilihan pertama daripada genre yang lain. Mungkin polemik kehidupan yang disajikan oleh genre drama lebih menyajikan pesan moral dan pelajaran yang banyak dibanding genre lainnya yang hanya sebatas hiburan.

Little Miss Sunshine menceritakan seorang gadis cilik berumur 7 tahun bernama Olive Hoover yang diperankan oleh Abigail Breslin yang sangat gembira ketika mendapatkan berita dari Bibinya yang mengabarkan bahwa dirinya berhak masuk menuju final kontes kecantikan Little Miss Sunshine setelah sebelumnya dirinya hanya mendapatkan peringkat nomer 2 di kualifikasi. Entah karena sebab apa, peringkat pertama kualifikasi tak bisa menghadiri final kontes Little Miss Sunshine yang kemudian dilemparkan ke peringkat nomer 2 yang saat itu dipegang oleh Olive Hooper. Dengan begitu, Olive bersama keluarganya, dengan menggunakan mobil butut tua mereka, berangkat menuju California dimana tempat acara kontes putri kecantikan Little Miss Sunshine diadakan.

Membaca secuil sinopsis diatas rasanya memang tak ada yang spesial mengenai perjalanan seorang gadis kecil bersama keluarganya dalam menggapai impiannya. Lalu, apa yang membuat Little Miss Sunshine selaku film yang memendapatkan 2 buah Oscar, memenangkan 70 penghargaan dan 67 nominasi ini begitu mengesankan?

Tak lain adalah problematika  yang menghinggapi setiap anggota keluarga dari Olive Hooper itu sendiri. Di film ini dijabarkan dengan gamblang setiap anggota keluarga Olive yang mempunyai masalahnya masing - masing.

Paman Olive, bernama Frank, seorang gay dan juga mantan dosen yang sehari sebelum keberangkatan ke California dijemput oleh Ibu Olive dari tempat rehabilitasi karena Frank pernah mencoba untuk bunuh diri ketika mahasiswa yang dicintainya mencampakkannya. Ayah Olive, Richard Hoover selaku motivator yang sedang berusaha menjual program 9 langkahnya menuju sukses, namun sayangnya, dia sendiri termasuk orang yang gagal dalam hal karir, anehnya ayah Olive ini sangat membenci pecundang. Dwayne, kakak laki - laki Olive adalah pemuda berumur 15 tahun yang mengikrarkan janji kepada dirinya sendiri bahwa dia takkan berbicara kepada siapapun sampai dirinya diterima di angkatan udara. Dwayne menunjukkan kedisiplinan tinggi dalam menjalankan ikrarnya untuk puasa bicara kepada semua orang. Dia hanya menuliskan beberapa kata di selembar catatan apabila ingin berinteraksi dengan orang lain. Edwin Hoover, adalah kakek Olive yang mempunyai kecenderungan untuk selalu berfikiran mesum dan juga mempunyai kebiasaan buruk selalu mengkonsumsi heroin yang dilakukannya secara diam - diam tanpa sepengetahuan orang lain. Meski begitu, Edwin adalah salah satu anggota keluarga yang paling menyayangi Olive. Dia juga selalu memberikan motivasi - motivasi berharga kepada Olive yang mana motivasinya itu selalu lebih membuat Olive tertawa dan senang daripada motivasi yang diberikan oleh ayahnya yang berprofesi sebagai motivator. Dan terakhir adalah Sheryl, selaku Ibu Olive dan juga menjabat sebagai ibu rumah tangga biasa. Sheryl merupakan sosok ibu rumah tangga yang sabar. Dia selalu menginginkan kebersamaan di dalam perbedaan apapun dari setiap anggota keluarga.

Begitulah, di sepanjang perjalanan menuju California, satu keluarga ini diliputi oleh berbagai konflik yang dilatari belakangi oleh kepribadian masing - masing karakter. Konflik yang ditimbulkan pun diberi bumbu komedi yang ringan namun sarat dengan makna yang mana tanpa kita sadari, konflik - konflik yang terjadi pada Little Miss Sunshine pernah kita alami dalam keseharian kita. Berbagai Konflik yang dialami keluarga Olive, secara tak sengaja berhasil mempersatukan mereka seutuhnya menjadi keluarga yang saling memahami satu dengan lainnya. Karena tokoh utama dalam film ini adalah Olive, maka berbagai konflik yang terjadi di dalam keluarganya, memberikan banyak pelajaran hidup kepada gadis kecil berusia 7 tahun ini. Dan berbagai konflik yang dialami keluarganya selama perjalanan menuju California, memberikannya bekal yang matang dalam menghadapi kontes putri kecantikan.


Olive sendiri, merupakan gadis kecil yang mempunyai bentuk badan sedikit gempal dan perut yang agak buncit serta wajah yang agak bulat. Mepunyai sifat was - was karena bentuk fisiknya yang tidak ideal dan seringkali tidak percaya diri. Secara fisik, tidak ideal memang untuk maju ke final kontes putri kecantikan, dan posisi nomer dua dalam qualifikasi memang cocok untuk dirinya. Namun bagaimanapun, sebagai kontenstan yang beruntung bisa masuk final putri kecantikan, Olive mempunyai ambisi kuat untuk menjalaninya. Lalu, ditengah berbagai konflik yang mendera keluarganya, apakah Olive sanggup memenangi kontes kecantikan Little Miss Sunshine ini diantara para pesaingnya yang lebih cantik, lebih seksi, lebih berbakat dalam skill yang selalu mendapatkan tepukan tangan meriah dari para audien dan juri? Untuk lebih jelasnya, silahkan menonton sendiri film Little Miss Sunshine. Kontes kecantikan adalah sebuah ilusi yang mebius mata banyak orang, namun tanpa disadari banyak orang, menjadi diri sendiri adalah nilai dari sebuah kecantikan. 

Saturday, January 3, 2015

MITO A330 BANDEROL MURAH UNTUK PARA PECINTA SELFIE

Trend selfie memang sedang membahana saat ini. Apalagi memasuki tahun 2015, para vendor berlomba - lomba mencoba menjual produknya dengan fitur selfie, yakni dengan menanamkan resolusi besar untuk sektor kamera depan. Bagaimanapun juga, sektor kamera depan yang mempunyai resolusi besar tidaklah murah untuk ditebus dengan rupiah. Sebut saja beberapa merek lokal yang sudah menanamkan resolusi sampai 5 megapixel untuk sektor kamera depannya rata - rata harus ditebus dengan harga mencapai 1 juta rupiah bahkan lebih. Namun bagi yang berbudjet minim tetapi memiliki jiwa selfie yang tinggi, tak perlu khawatir, karena Mito telah mengeluarkan salah satu ponsel seri Fantasy Selfie generasi ke - 2 mereka dengan seri A330 yang hanya dijual dengan harga dibawah 1 juta rupiah. Bukan hanya itu saja, konsep smartphone terbaru Mito ini sudah mengadopsi konsep merek terkenal mirip OPPO dengan seri N1 atau N3 nya dengan kamera yang bisa diputar ke arah depan dan belakang. Bisa dikatakan, Mito A330 adalah solusi bagi para pecinta selfie yang tidak hanya murah namun juga mengusung konsep yang sama dengan merek global.





Bayangkan dengan harga yang dibawah 1 jutaan saat artikel ini ditulis, Mito A330 rata - rata dijual di pasaran dengan banderol Rp. 850.000 rupiah saja. Dengan harga segitu, pembeli sudah disuguhkan kamera yang bisa diputar ke depan maupun kebelakang dengan kekuatan resolusi mencapai 8 megapixel. Kameranya sudah mengusung auto - focus serta sudah dibekali oleh lampu LED untuk pengambilan gambar di area kurang cahaya. Lalu apakah dengan harga murah dan mengedepankan sektor kamera, Mito A330 akan memangkas banyak fitur lainnya? Saya rasa tidak, malah dengan harga segitu kita sudah disuguhkan fitur yang bisa dibilang mumpuni untuk kelas smartphone dibawah 1 juta rupiah. Layar Mito A330 berukuran 4 inchi, dan sudah mengusung teknologi IPS. Dipersenjatai oleh prosessor dual - core 1,3ghz dari mediatek dan menggunakan GPU Mali400. Ram yang diberikan juga cukup besar yakni 1gb. Android yang dipakai juga sudah Kit -Kat.



Bagaimanapun juga, selain beberapa kelebihan yang menggiurkan direntang harga yang terjangkau, terdapat juga beberapa kelemahan. Seperti halnya auto - focus pada kamera Mito A330 mengecewakan. Focus pada obyek, kadang tidak akurat, dan bidikan focusnya termasuk lama dalam memotret suatu objek. Menjepret secara cepat suatu obyek menggunakan Mito A330 saya rasa tidak cocok karena kelemahan focus kamera yang dimiliknya. Perlu waktu lama dan sabar dalam membidik suatu obyek untuk menghasilkan gambar yang sempurna. Apabila kita membidik obyek dengan focus yang benar, hasil gambarnya saya rasa sudah bagus. Namun kadang pengguna akan dijengkelkan karena focus yang terlalu lama dan memakan waktu hanya untuk menghasilkan gambar yang bagus. Karena kelemahan itu, mungkin menggunakan A330 dengan tongsis akan sedikit mengalami kendala.

Spesifikasi Sistem menggunakan Applikasi AntutuBenchmark :



 
Nilai yang diperoleh ketika diuji menggunakan AntutuBenchmark :



Nilai yang diperoleh ketika diuji menggunakan Quadrant Standart :


Nilai besaran rata - rata FPS ketika diuji menggunakan applikasi Nenamark 1 & 2 :




Hasil Kamera Mito A330 Fantasy Selfie 2 :





Kesimpulan :
+ Harga Murah
+ Kamera Putar
+ Sudah O.S Kit - Kat 4.4.2
+ Ram 1GB
+ Layar IPS

- Auto - Focus Kurang Maksimal
- Bodi Plastik Terkesan Ringkih
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...