Tuesday, October 21, 2014

FILM FLU (KOREA) EPIDEMI VIRUS YANG MEMATIKAN



 Ingin menonton film Korea yang menegangkan, sedikit humor dan candaan, sedikit bumbu romantis, membuat hati terharu serta happy ending? Yap, pilihan itu bisa dijatuhkan pada judul film FLU atau dalam bahasa Korea-nya adalah Gamgi.

Sesuai judulnya, film ini menceritakan sebuah wabah flu mematikan yang melanda kota Bundang yang terletak hanya 19 km dari Seoul. Bermula ketika sebuah kontainer yang berisi puluhan imigran gelap yang berasal dari China tiba di Bundang, Korea. Dua orang kakak - beradik yang ditugaskan untuk mengurus kontainer berisi imigran gelap itu, setibanya di tempat lokasi kontainer, mereka dikagetkan karena hanya satu orang saja yang hidup di dalam kontainer dan lainnya meninggal. Salah satu dari kedua orang kakak - beradik itu akhirnya terjangkit flu yang mematikan yang berasal dari mayat para imigran gelap di dalam kontainer, meski mereka berdua tidak tahu penyebab kematian para imigran gelap. Dari situ, awal mula penyebaran virus mengerikan itu dimulai.

Virus Flu kategori mematikan ini menyebar dengan cepat. Para Korban banyak berjatuhan. Hingga akhirnya pemerintah melakukan karantina pada penduduk kota Bundang. Ada beberapa inti cerita dari film Flu ini, yakni perjuangan mencari sebuah antibodi selama masa karantina. Perjuangan ini sangat berat karena setelah proses penyelidikan, pemerintah akhirnya tahu bahwa ada satu orang yang selamat dari seluruh imigran yang meninggal dalam kontainer, dan darah imigran yang selamat itu sangat dibutuhkan untuk membuat sebuah antibodi. Namun imigran yang selamat itu mempunyai konflik dengan kakak dari adik yang bertugas menangani kontainer tersebut saat pertama kali tiba di Bundang. Diketahui ketika sang adik meninggal akibat terkena Flu yang dibawa oleh para imigran gelap dalam kontainer, sang kakak memburu seorang imigran yang berhasil hidup untuk balas dendam. Sedangkan di sisi lain, imigran yang berhasil hidup itu adalah sesuatu yang sangat berharga bagi pemerintah untuk mendapatkan antibodi.

Inti cerita yang lain adalah drama para warga Bundang yang dikarantina secara massal. Karantina yang mendadak akibat pencegahan penyebarluasan virus Flu yang mematikan itu membuat shock para warga Bundang yang berjumlah hampir setengah juta jiwa. Mereka mendapat perlakuan yang tidak manusiawai seperti pembakaran hidup - hidup mayat yang masih hidup dan perlakuan kasar dari pihak militer. Sektor pemerintahan juga mendapat tekanan ketika utusan dari Ameria Serikat mengambil alih sebagian besar kebijakan dari Presiden dan para petinggi lain dalam upaya menangani wabah Flu yang terjadi Bundang.

 Sedangkan dua tokoh utama dalam film ini, Kang - Ji Koo yang berprofesi sebagai Tim SAR ketika di area karantina massal menaruh hati kepada Kim In - Hae seorang dokter wanita spesialisasi penyakit menular. Kang - Ji Koo membantu Kim In - hae untuk menyembunyikan keberadaan anak perempuannya  yang masih kecil yang terfenksi virus secara diam - diam diarea karantina, sedangkan Kim In - Hae bergabung dengan para peneliti dari pusat untuk mengembangkan vaksin di area karantina. Ketika seorang imigran yang selamat dari kontainer ditemukan, dan vaksin antibodi sudah bisa dibuat, Kim In - Hae secara mengejutkan nekat menggunakan vaksin tersebut untuk mengobati anaknya sendiri yang otomatis membuat masalah internal. Di sisi lain, timbul keributan massal pada para warga yang dikarantina yang membuat pemerintahan pusat yang tertekan oleh utusan dari Amerika Serikat tak punya pilihan lain untuk memberlakukan kebijakan tembak ditempat untuk mengatasi situasi yang tak terkendali.


Bagi yang suka genre film menyangkut soal bencana, Film Flu ini sangat direkomendasikan untuk ditonton. Secara umum, film ini memang cocok untuk semua kalangan sebagi hiburan di akhir pekan karena sedikit mampu menyentuh hati nurani para pemirsanya.   

8 comments:

Junkyo Hikari said...

Nice.. boleh tahanlah jalan ceritanya :D

tapi erm, mungkin tak nak tengok lagi :D

mungkin nanti :) hehe

Arief W.S said...

Junkyo Hikari @ Bagus kuk filmnya. Yakin deh pas Junkyo lihat suatus saat nanti bakal terhibur :)

Junkyo Hikari said...

alright, I'll watch it :D

malas nak tengok cerita yang boleh bagi nangis ni sebenarnya :D

Info Joss said...

Wah bagus tuh filmnya. Sayangnya saya sekarang sudah jarang nonton film. Dulu waktu di Purwokerto alias masih mahasiswa sering sewa DVD/CD film.

cahyo jm said...

wah jos ni filmnya,saya udah nonton sobat

Arief W.S said...

junkyo Hikari @ hehe kalau ceritanya bikin nagis berarti bagus dumz berarti Filmnya hehe :)

Info Joss @ wah wah diamanapun mahasiswa emang hiburan wajibnya nonton film jadi nyewa Cd/DVD mah udah jadi tradisi hehe :D Kalau ada waktu silahkan nonton The FLU, bagus dan menghibur :)

Cahyo Jm @ Wah agan malah udah nonton :)

Dedaunan said...

sepertinya seru ya filmnya, saya belum nonton film ini, soalnya jarang nonton film korea hehe

Arief W.S said...

Dedaunan @ hehehe dijamin seru kuk Mbak gak ngecewain :)Happy Ending pokoknya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...