Thursday, September 3, 2015

Review Film San Andreas : Ketika Segalanya Luluh - Lantah

Sebagian besar jika mendengar nama San Andreas pastinya akan berfikir bahwa itu adalah salah satu seri game GTA yang pernah populer pada tahun 2004, bahkan di Indonesia pun sangat booming dan masih banyak dimainkan sampai saat ini dengan beragam kustomisasi patchnya. Sayangnya, San Andreas yang saya maksud di sini adalah sebuah film. Apakah San Andreas adalah nama tepat? Lebih tepatnya San Andreas adalah nama sebuah patahan geser yang terletak di negara bagian California, Amerika Serikat, yang memiliki panjang 1.300 km. Patahan ini membentuk batas tektonik antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Amerika Utara. Jadi bila film San Andreas ini judulnya diambil dari nama sebuah patahan tektonik, maka temanya otomatis adalah sebuah bencana, terutama gempa.

Pernah melihat film bertema bencana seperti The Day After Tommorrow? Jika kalian menyukai film seperti itu, maka San Andreas jangan sampai terlewatkan. Meski secara cerita tidak begitu dalam layaknya The Day After Tomorrow, namun secara visual effect grafis yang ditampilkan ketika kehancuran kota – kota besar seperti Los Angles dan San Francisco sangat memanjakan mata.


Film ini mengisahkan Ray (Dwayne Johnson) sebagai pilot dan kapten regu tim penyelamat yang berjuang untuk menyelamatkan anggota keluarganya yang terjebak dalam bencana gempa bumi dahsyat dan terjangan tsunami di kota Los Angles dan San Francisco. Sebelum bencana terjadi, Ray yang mengalami keretakan hubungan rumah dengan istrinya harus berpisah ranjang dikarenakan istrinya – Emma, lebih memilih untuk hidup bersama pacar barunya yakni Daniel Riddick, seorang arsitek sukses yang memiliki gedung pencakar langit di kota San Francisco. Suatu hari istrinya mengirimkan surat pengajuan perceraian kepada Ray. Hal itu sangat menusuk perasaan Ray. Emma meninggalkan Ray karena trauma atas kehilangan putri sulung mereka akibat kelalaian Ray saat mengajaknya bermain arum jeram.


Di sisi lain, Profsesor Lawrence Hayes, seorang seismolog dan rekannya Dokter Kim Park sangat gembira karena riset pendeteksi gempa sistem yang mereka ciptakan memberikan lampu hijau. Sistem yang mereka ciptakan menunjukkan deteksi adanya pecahan aktif yang menimbulkan gempa tektonik ringan di Nevada. Ketika mereka tinjau menggunakan alat di lokasi bendungan  Hoover di Nevada, mereka tak menyangka bahwa akan terjadi gempa besar dengan skala 9.1 dan menghancurkan bendungan tersebut. Gempa di Nevada, berdasarkan laporan sistem yang mereka berdua buat, akan memprediksi bahwa gempa besar susulan akan mengikuti alur patahan San Andreas yang berarti akan mengguncang kota – kota besar yang dilewati oleh patahan tersebut seperti Los Angles dan San Francisco.


Karena mendapatkan surat pengajuan cerai oleh istrinya, akhirnya Ray menuju ke kediaman Daniel Riddick pacar istrinya. Disana, Blake, putri bungsu Ray juga sudah menantinya. Mereka berdua, Emma, Blake, berpamitan kepada Ray karena Daniel Riddick akan mengajak putrinya Blake ke San Francisco mengunjungi markas besarnya dan Emma yang akan pergi ke Los Angles karena suatu urusan. Di sana pula dengan berat hati Ray mengatakan bahwa dia akan menandatangi surat perceraian yang diajukan istrinya meskipun sebenarnya ray tidak ingin kehilangan mereka. Setelah berpamitan usai dan ketika Ray melaksanakan tugasnya menerbangkan helikopter menuju ke bendungan Hoover tempat tejadinya bencana gempa untuk melakukan upaya penyelamatan, saat bersamaan itu juga gempa hebat terjadi di San francisco dan Los Angles dimana Istri dan Anak Bungsunya berada akibat patahan San Andreas yang mulai aktif. Karena tidak ingin mengulangi kelalaiannya kehilangan putri sulungnya di masa lalu, Ray banting setir kemudi berbalik arah untuk menyelamatkan istri dan anaknya yang berada di wilayah bencana. Gempa dan Tsunami hebat yang melanda malah membuat hubungan keluarga Ray menajdi semakin erat. Namun usaha Ray menyelamatkan keluarganya tak semudah yang dibayangkan karena Professor Lawrence Hayes dalam siaran langsung daruratnya mengatakan bahwa gempa hebat dan mungkin dalam skala terbesar di muka bumi ini akan segera terjadi. 

8 comments:

Ramlie Edi said...

menakjubkan pasti ini film, saya suka kepikiran berapa duit ya yg mereka habiskan utk buat film kaya gitu? hhhe

Dedaunan Hijau said...

Wah belum nonton kalau film San Andres
sepertinya seru banget itu dari foto-fotonya
kalau yang the Day After Tomorrow sudah sih
Tapi miripan film 2012 juga ya

Arief W.S said...

Ramlie edi @ Saya taksir ratusan Milyar Gan. Orang bayaran tokoh utamanya aja bisa puluhan Milyar. Sereem ya di Ameria sono mau wujudtin skenarion film apa aja pasti jadi dan bayaran juga, fantastis.

Dedaunan Hijau @ Buruan non ma suami Mbak Suzy, jamin seru.
Kalau The Day After Tomorrow dan 2012 terlalu khayal sih mbak kalau dihadapkan secara ilmiah,
sedangkan San Andreas ini faktanya patahannya bener-bener ada dan bisa aktif kapan saja,
jadi emang negara bagian California ini rawan gempa. Cuma kalau dari sisi cerita, dibanding 2012 dan San Andreas, lebih oke The Day After Tomorrow sih.

Amri Evianti said...

saya sudah mnonton flmnya mas arif, seru emang, atadi ada bagian-bagian yang sepertinya tidak mungkin dalam dunia nyata tapi dalam film ini begitu mungkin, saat si kapal pemeran utamanya menerjang ombak tinggi hehehe *namanya juga film hehe

Rumah Karya said...

ada link downloadnya yang full sob??

Arief W.S said...

Amri Evianti @ hehe, pas ada terjangan ombak Tsunami tuh kapal - kapalnya malah pada surfing ya kelihatannya :D

Rumah Karya @ Coba googling gan, seharusnya sudah ada. Soalnya saya ambil di warnet filmnya. Dvd nya juga udah banyak yg jual kuk mas gan :)

Ayu Citraningtias said...

nyari ahh.. kokkayaknya kece film action ini...

Arief W.S said...

Ayu Citraningtias @ yang kece Dwayne Johson-nya atau pilemnya ya mbak Ayu :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...