Thursday, July 27, 2017

ULASAN FILM HANA AND ALICE : SAHABAT YANG SEBENARNYA



Belum punya sahabat? Pernah punya sahabat? Maupun sedang dalam pencarian untuk memiliki seorang  sahabat? Yup, memiliki seorang sahabat merupakan salah satu hal yang berharga di dalam hidup. Mereka tidak mudah untuk dicari. Namun, tetap saja dalam menjalin hubungan persahabatan itu selalu saja diwarnai dengan suka dan duka. Menyukai film bertema persahabatan? Oke, berarti kalian tepat membaca ulasan film yang akan aku bahas kali ini. 

Jadi, sekuat apakah ikatan tali persahabatan kalian? Kalau hanya serapuh benang yang hanya tersenggol dan berakhir putus begitu saja, dengan kata lain sedikit dilanda masalah masing-masing pihak mengambil tindakan untuk menjauh bahkan memutuskan hubungan? Jika begitu berarti ikatan tali persahabatan kalian tak sekuat milik Hana dan Alice. Atau mungkin, istilah sahabat hanya sebagai label saja. 

Mengapa harus Hana dan Alice yang dijadikan pembelajaran akan sebuah makna tali persahabatan? Karena mereka berdua adalah sosok remaja yang  pada umumnya identik dengan kelabilan dan emosi namun ketika dilanda masalah yang nyaris bisa memutuskan hubungan persahabatan, di luar dugaan mereka bisa menyikapinya dan menyelesaikannya secara bijaksana. Seolah ... persahabatan mereka berdua terlihat abadi.


Tidak diceritakan secara pasti sejak kapan Hana dan Alice menjalin hubungan persahabatan. Di awal film, kita sudah disuguhkan keakrabpan mereka berdua yang seolah tak bisa dipisahkan. Mereka berdua sama – sama menginjak bangku kelas 3 SMP. Suatu pagi, saat berangkat sekolah, mereka berdua melakukan perjalanan menaiki kereta. Hana melihat gerak-gerik Alice yang mencurigakan di dalam kereta dan tindakan aneh Alice yang tidak memperbolehkan Hana turun di stasiun pemberhentian rutin seperti biasanya, di mana letak wilayah sekolah mereka berdua berada. Alice malah menyuruh Hana mengikuti kemana dia akan pergi. Tak lama kemudian, mereka berdua turun di stasiun yang dimaksudkan oleh Alice.

Dari situlah, Hana paham tujuan konyol Alice. Ternyata Alice rela terlambat masuk sekolah dan singgah dulu di stasiun lain demi melihat cowok pujaannya yang berasal dari SMP lain. Hana melihat dua cowok yang berdiri menunggu kereta. Satunya blasteran bule dan satunya orang jepang asli namun mempunyai sifat aneh: matanya tak bisa menjauh sama sekali dari buku yang berada di hadapannya. Dan cowok asli jepang itu komat-kamit sedari tadi seolah membaca mantera.

Alice menebak pasti dua cowok itu kakak-beradik. Alice mengungkapkan kepada Hana bahwa dia menyukai yang blasteran. Dan menawarkan kepada Hana cowok satunya yang asli orang Jepang dengan berkata kepada sahabatnya bahwa Hana boleh memiliki yang cowok asli Jepang itu, sedangkan yang blasteran sudah menjadi incaran Alice. Namun Hana tak tertarik dan tak memperdulikan perkataan Alice.

Selaku sahabat setia, pasti siapapun tak keberatan menemani sang sahabat dalam menjalankan misinya. Alice yang tergila-gila akan cowok blasteran itu, membuatnya selalu mengajak Hana untuk memata-matai setiap hari aktivitas kedua cowok yang juga keberadaannya tak berbeda jauh dengan Hana dan Alice, kedua cowok itu selalu saja bersama ketika di stasiun dan dimanapun berada.

Setiap hari, Alice diam-diam mengambil foto si cowok blasteran menggunakan kamera digital ketika berada di stasiun dan di dalam kereta. Hana pun melakukan hal serupa, dia juga melakukan aktivitas memata-matai si cowok asli Jepang. Bedanya disini Hana melakukannya, mengambil foto si cowok Jepang hanya semata-mata mengikuti aktivitas Alice tanpa dasar suka maupun dalam kondisi sebagai pemuja rahasia.

Waktu pun berlalu, karena hanya sebatas memata-matai tanpa hasil, akhirnya Alice pun kehilangan minat terhadap si cowok blasteran. Dia tidak menaruh ketertarikan lagi bahkan kemungkinan sudah melupakannya. Namun, lain halnya dengan Hana. Awalnya dia tidak suka dengan si cowok Jepang, namun akibat melihat fotonya setiap hari karena selalu diajak Alice melakukan aktivitas mata-mata, akhirnya dia memendam perasaan terhadap si cowok Jepang. Kini situasinya berbalik, Alice yang sudah tak peduli dengan si cowok blasteran, tetapi malah Hana yang kini menjadi pemuja rahasia si cowok Jepang.

Tanpa sepengetahuan Alice, Hana tetap melanjutkan sendiri aktivitas mata-matanya. Dia seorang diri masih selalu rutin secara diam-diam mengambil foto wajah si cowok Jepang pujaannya menggunakan kamera. Waktu pun kembali berlalu. Kini Hana dan Alice sudah menginjak kelas 1 SMA, dan seakan tak bisa dipisahkan, mereka pun berada dalam satu sekolah yang sama. Yang membuat Hana bahagia, ternyata cowok Jepang pujaan hatinya juga masuk di sekolah yang sama.

Berbeda dengan Alice yang begitu mudah dan menyerah terhadap si cowok blasteran, Hana tipikal seseorang yang mempunyai tekad yang teguh jika sudah mempunyai niat dan tujuan. Begitu mengetahui sang pujaan hati berada di satu sekolah, maka dia mencari akal supaya bisa mendekatinya. Lalu, akhirnya dia memutuskan memasuki klub drama sekolahnya karena si cowok pujaan hatinya juga ikut bergabung di dalamnya. Saat memasuki klub drama, Hana baru mengetahui bahwa nama si cowok itu adalah Miyamoto. Dari klub drama itulah Hana sadar kenapa Miyamoto mempunyai sifat aneh yang selalu saja membaca buku dengan bibir komat-kamit dimana saja dan kapan saja, hal itu dikarenakan Miyamoto mempunyai kebiasaan menghafalkan dialog-dialog pentas drama yang ada di dalam bukunya.

Meski sudah tahu nama cowok pujaan Hana adalah Miyamoto, ternyata cowok itu sangatlah dingin. Perhatian dan teman Miyamoto seolah hanyalah buku satu-satunya yang dipegangnya tanpa menghiraukan sekitar. Mungkin Miyamoto juga tidak tahu jika Hana juga merupakan salah satu anggota klub drama. Miyamoto tipikal yang sangat cuek, penyendiri dan acuh tak acuh. Jenis yang tidak akan populer di kalangan wanita. Namun mau bagaimana lagi, Hana sudah terlanjur menyukainya. Bahkan ketika mereka berdua kedapatan pulang menaiki kereta pada satu gerbong yang sama pun, disitu Miyamoto tak merasakan kehadiran Hana. 

Lantas bukan Hana namanya jika menyerah. Suatu hari sepulang sekolah, Hana entah dengan tujuan apa membuntuti Miyamoto yang selalu menunjukkan ciri khas cowok itu : selalu berjalan dengan kepala menunduk, sembari komat-kamit membaca dialog pada lembaran buku yang dipegangnya. Kecerobohan Miyamoto akan sifatnya yang sering berjalan dengan kepala menunduk, membuat kepalanya membentur keras sebuah pintu roller garasi milik seseorang. Hal itu membuat Miyamoto jatuh terkapar dan mengalami gegar ringan serta tak sadarkan diri. Beruntung saat itu Hana yang tengah membuntuti  berada tak jauh di belakangnya. Sontak Hana dengan seketika mendekati Miyamoto yang terkapar di jalan dan berusaha menyadarkannya. 

Saat setengah sadar dan membuka mata, Miyamoto melihat wajah Hana yang sudah terpampang di hadapannya. Dia tidak mengenali Hana karena kecuekkannya dan sikap penyendirinya padahal Hana satu klub drama di sekolah. Lalu, sontak saja Miyamoto bertanya, “ Siapa kamu?”

Mungkin, awalnya sikap dingin Miyamoto bagi Hana merupakan rintangan bagi dirinya untuk mendekatinya. Namun, ternyata sifat dingin Miyamoto yang tidak mengenali sosok Hana pada posisinya yang terkapar saat ini—di sisi lain juga dikarenakan Hana adalah tipikal pemikir yang cerdas dalam mencari solusi, maka pada saat itu juga, Hana melakukan siasat dengan memanfaatkan kondisi dan situasi dengan tujuan agar dirinya bisa dekat dengan Miyamoto. Disertai lagak serealistis mungkin dan dengan entengnya Hana menjawab , “ Aku pacarmu.” 

Miyamoto tak percaya pada awalnya pernyataan Hana. Namun Hana yang cerdik selalu saja bisa meyakinkan bahwa dirinya adalah pacar Miyamoto. Bahkan, Hana nekat mengatakan bahwa Miyamoto mengalami amnesia setelah kepalanya terbentur sehingga dirinya melupakan Hana yang statusnya sebagai kekasih. Hal yang konyol pun dilakukan mereka berdua hingga melakukan CT scan segala dirumah sakit terhadap otak Miyamoto.

Kengototan dan kebersikerasan Hana yang mengklaim bahwa dirinya adalah pacar Miyamoto, mau tak mau membuat Miyamoto menyerah. Akhirnya Miyamoto tak ada cara lain selain meminta bantuan Hana agar bisa kembali mengingat sejarah masa lalunya kenapa dirinya bisa menjadikan Hana sebagai kekasih. Dan siasat Hana pun akhirnya berhasil. Dari situlah Hana akhirnya bisa dekat dengan Miyamoto.

Peluang itu pun tak disia-siakan oleh Hana. Hana sering mengajak kencan Miyamoto. Salah satunya mengajak Miyamoto menonton bioskop. Setelah kebohongan pertamanya sukses dengan mengatakan bahwa Miyamoto terkena amnesia, Hana seperti tak merasa bersalah, malahan dia kembali mengatakan kebohongan demi kebohongan yang lain seperti menyatakan bahwa bioskop yang mereka singgahi adalah tempat di mana mereka berdua pertama kali kencan. Mau tak mau Hana harus melakukan hal itu demi bisa membuat sejarah palsu agar mampu meyakinkan dan memenuhi ingatan-ingatan Miyamoto dengan karangan kenangan-kenangan  palsu yang dia buat-buat. 

Hanya saja, meski sering melewati hari-hari berdua bersama Hana, Miyamoto merasakan ada sesuatu yang janggal, perasaannya yang sama sekali tak bisa menaruh sebuah perasaan pun terhadap Hana walau mereka dekat. 

Alice, mungkin tidak mempunyai rumah tangga seharmonis Hana. Hana sendiri mempunyai seorang ibu pekerja kantoran. Rumah mereka bagus dengan halaman penuh bunga. Sangat indah, bahkan mempesona banyak orang yang melewatinya. Sedangkan isi rumah Alice berantakan layaknya gudang. Semua dikarenakan ibu Alice yang berumur cukup muda dan tidak terampil. Alice mewarisi kecantikan dari ibunya, namun tidak dengan sifatnya. Terkadang, ibu Alice malah lebih kekanak-kanakan daripada anaknya sendiri dalam berbagai aspek. Meski belum bercerai, namun Ayah dan Ibu Alice sudah berpisah.

Terkadang  Alice kesal terhadap ibunya yang sering berpergian dengan pria lain. Menelantarkan segala urusan rumah namun mempercantik diri sendiri demi seorang pria. Dan terkadang, secara diam-diam Alice menghabiskan waktu bertemu dengan ayahnya yang berbeda jauh selisih umurnya dengan ibunya. Alice terlihat lebih bahagia jika bertemu ayahnya dan dia sedih menjalani kehidupan dengan kedua orang tua yang berpisah. Walau berat dalam menjalani, setidaknya Alice mempunyai seorang sahabat, yakni Hana.

Suatu hari, seorang agensi tak sengaja melihat Alice sepulang berbelanja dari mall. Agen tersebut merasa Alice mempunyai potensi menjadi model dari kecantikan dan postur ideal yang dimilikinya. Lalu, agen tersebut meminta Alice untuk bergabung dan berjanji akan mempromosikan dirinya ke para sutradara yang sedang mencari model berbakat. Dengan senangnya, Alice langsung menelepon Hana. Dia mengabari bahwa dirinya akan dipromosikan, dan jika sudah waktunya audisi, dia ingin mengajak Hana untuk menemani, tetapi jawaban yang didapatnya sungguh mengejutkan karena Hana tak mau menemani, apalagi kalau bukan kesibukan Hana mengurusi urusannya dengan Miyamoto.

Akhirnya, Alice sendirian menjalani berbagai audisi. Dia selalu tabah karena sering gagal. Dan dia tak pernah mau untuk berhenti mencoba dan terlarut dalam sedih. Kegagalan dan kesedihan sudah biasa dia lihat sehari-hari dalam kehidupan rumah tangganya. Jadi dia sudah terbiasa untuk itu. Hanya saja, suatu hari, Hana, salah satu sahabat berharganya meminta hal yang tidak terduga disaat dirinya yang juga tengah dirundung masalah keluarga dan audisi yang mana seharusnya seorang sahabat seperti Hana selalu hadir untuk menyuntikkan dukungan.

Hal yang diminta Hana adalah agar mereka berpura-pura bertingkah layaknya orang yang habis bertengkar, dan pertengkaran itu seolah-olah membuat hubungan mereka putus. Jadi Hana meminta Alice berjanji agar tidak ketemuan dahulu baik di sekolah maupun dimanapun itu dan jika orang lain menanyakan kenapa sebabnya hubungan mereka renggang, Alice hanya perlu menjawab habis bertengkar. Hana menyuruh Alice berjanji melakukan itu tak lain agar bisa menyelamatkan hubungannya dengan Miyamoto. Entah pertengkaran apa yang terjadi antara Hana dan Miyamoto, Alice pun menyanggupinya. 

Setelah keduanya menyepakati perjanjian itu, teman–temannya di kelas pun menjadi heran karena Hana dan Alice nampak dingin antara satu dan lainnya. Mereka berdua dari semenjak SMP mengikuti kelas balet, dan disana pun, diantara teman-temannya penari balet, Hana dan Alice yang terkenal biasanya menjadi pasangan yang paling tak bisa dipisahkan, kini menjadi seolah bermungsuhan. Mereka berdua melakukan rekayasa akting yang sempurna.

Hana meminta Alice untuk mengusir Miyamoto jika kedapatan mencarinya dan berlagak seperti seorang mantan pacar yang membenci Miyamoto. Hana meminta Alice melakukan hal itu tanpa penjelasan lebih lanjut. Jadinya ketika Miyamoto mencari Alice dikelasnya, Sesuai permintaan Hana, Alice mengusirnya keras-keras dan menyuarakan statement bahwa sudah tidak ada hubungan lagi diantara kita!

Alice pikir setelah melakukan hal itu, cowok bernama Miyamoto yang menjadi kekasih sahabatnya itu akan berhenti mencarinya. Namun prediksinya salah. Miyamoto tetap saja mencari Alice. Lalu Alice mulai mendengarkan curhat Miyamoto. Dari situ Alice tahu bahwa Hana telah mengatakan bahwa dirinya dulu adalah mantan pacar Miyamoto. Hana menceritakan bahwa dahulu dirinya memaksa Miyamoto untuk mencintainya secara paksa, padahal Miyamoto tidak mencintai Alice. Jadi Alice disini diposisikan Hana sebagai seseorang yang kejam menurut penuturan Miyamoto. Lalu, Miyamoto lanjut bercerita, ketika Alice memaksakan kehendaknya kepada Miyamoto, Hana muncul dan menolong Miyamoto dari penindasan Alice yang jahat dan sekarang Miyamoto menjadi kekasih Hana. 

Alice tahu Hana berbohong kepada Miyamoto soal menempatkan posisinya sebagai orang sadis yang menindas Miyamoto. Namun dia tidak marah sama sekali. Dia sudah berjanji ingin membantu sahabatnya itu apapun masalah yang sedang dialami. Jadi Miyamoto mendekati Alice, tak lain ingin cerita detailnya juga tentang masa lalunya saat masih berpacaran bersama dirinya sebelum beralih menjadi kekasih Hana. Miyamoto menuturkan dia mengalami amnesia. Namun hanya sosok Hana dan Alice saja yang tak dapat diingatnya setelah kepalanya terbentur. Jadi dia meminta bantuan Alice untuk mengingatnya. Alice, tipikal seseorang yang ringan tangan, jadi dia tak masalah dengan permintaan Miyamoto.

Karena posisi Hana dan Alice sedang dalam menjalani perjanjian untuk saling menjauh dan tak saling ketemu, maka tanpa sepengetahuan Hana, Alice beberapa kali melakukan pertemuan dengan Miyamoto. Sama halnya dengan yang dilakukan oleh Hana, Alice juga menuturkan kebohongan-kebohongan ketika bersama Miyamoto seperti saat mereka berdua makan di restoran, Alice mengatakan kepada Miyamoto bahwa restoran ini adalah tempat pertama kali mereka kencan saat mereka masih berpacaran demi bisa membuat kenangan palsu di benak Miyamoto. Bedanya, Hana melakukan kebohongan-kebohongan untuk melindungi dirinya sendiri agar Miyamoto terikat dengan dirinya dan menjaga agar amnesia palsu yang dialami Miyamoto tak terkuak, sedangkan Alice melakukan kebohongan-kebohongan demi bisa membantu mempertahankan hubungan asmara sahabatnya meski sebenarnya Alice sendiri tidak sadar bahwa Miyamoto adalah korban siasat dari Hana. 

Ada sesuatu hal yang berbeda saat Miyamoto rasakan selama melakukan pendekatan dengan Alice. Meski Hanalah yang menjadi kekasihnya saat ini, Hana yang selalu berusaha menyenangkannya dengan segala keromantisan, Hana yang selalu berusaha hadir dan ada setiap saat serta mengklaim telah menyelamatkan dirinya dari penindasan Alice yang kejam di masa lalu. Namun, entah mengapa, Miyamoto lebih menemukan kenyamanan saat bersama Alice walau hanya dalam waktu singkat. Miyamoto lebih merasakan kenyamanan terhadap gadis yang diklaim melakukan penindasan pemaksaan perasaan dimasa lalu terhadap dirinya. Hatinya mulai bertanya-tanya kenapa dulu dia harus meninggalkan Alice dan menjadi kekasih Hana? Apakah mungkin kejadian sebenarnya benar seperti itu?

Hana dan Alice bukan termasuk film baru. Ini adalah film tahun 2004. Yah benar, ini adalah film 13 tahun yang lalu ketika aku baru mengulasnya tahun 2017 ini. Aku sendiri termasuk heran, kemana juga diriku pada tahun 2004 silam bisa-bisanya melewatkan film ini. Tetapi mungkin saja film Hana dan Alice tidak masuk Indonesia pada saat itu.

Sekelumit sinopsis diatas lebih ke percintaan? Yah memang, aku lebih banyak menuturkan porsi masalah romantismenya daripada tema utama film ini sendiri yang mengusung persahabatan. Mengapa begitu? Kalau mau tahu silahkan lihat sendiri. Intinya film ini menceritakan bagaimana Hana dan Alice menyelesaikan sebuah permasalahan dengan menjaga penuh persahabatan mereka. Kalau aku jabarkan disini seluruhnya bakalan sama saja jadi spoiler kan. Hana dan Alice, di umur remaja yang penuh keteledoran dan kecerobohan namun mereka juga bisa begitu dewasa dan bisa menjadi panutan para remaja lain dalam mejaga tali persahabatan terkait apapun masalah yang dihadapi. 

Memang banyak sekali film bertema persahabatan  keluaran terbaru, namun aku agak tersentuh saat melihat kisah Hana dan Alice. Kisah keren dua orang sahabat yang sudah terkubur 13 tahun lamanya dan baru bisa aku nikmati tahun 2017 ini. Sebelum 2017 pun aku belum sekalipun mendengar gaung judul film ini. Memang pernah sekali melihat covernya entah di situs mana dan saat itu aku mengabaikannya karena kupikir hanya film percintaan biasa. Namun setelah melihatnya dan ternyata filmya di luar ekspektasi yang kukira hanya sebatas cerita cinta-cintaan monyet tetapi malah lebih menekankan ke arti sahabat. Mungkin, Hana dan Alice bisa menjadi rujukan hiburan yang sarat pesan dan makna buat para pembaca sekalian. Sekian.                          

2 comments:

Gustyanita Pratiwi said...

Wah aku sempat mau streammingan ini di lk21 tapi masih terkendala waktu nih,pada dasarnya cinta2an remaja jepang yang sering aku sarikan knapa si ceweknya selalu yang maju duluan ya (sering pula aku dapati di serial cantik komik2nya tuh). Trus karakter miyamoto khasnya drama jepang, dingin cool misterius. Wah jd pnasaran aku

Arief W.S said...

Tiwi@ Ya sebenarnya hak cewek dan cowok sama aja kan dalam mengutarakan perasaan, bahkan Ibu Kartini sudah menyuarakannya puluhan tahun yang lalu soal emansipasi wanita di segala bidang. Mungkin hanya tradisi kita aja yang merasa gengsi atau gimana gtu kalau ada cewek nembak duluan hehe. Atau udah dari kecil kita dididik dengan sinetron2 yang mengatakan kalau cewek nembak duluan itu gimana rasanya hehe. Ya banyak faktor sih :D Kalau di Indonesia popularnya karakter cowok sekarang ini bad boy, kalau di jepang dingin, hehe :D

Saranku sih kalau terkendala waktu, download aja dulu filmnya Tiwi, kalau udah filmnya udah di hardisk kan jadi tenang bisa lihat kapan saja. Takutnya kalau gak didownload, trus pas ada waktu eh malah LK21 bermasalah, jaringan lagi lemot karena hujan dll, jadi ngurangin kenyamanan lihatnya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...