Wednesday, August 7, 2013

Cerpen ke- 6 ku, Night Breakers



Angin kencang mendadak membuat suasana yang tenang menjadi ribut. Awan pekat dengan pelan merambat menutupi langit malam yang cerah yang awalnya dipenuhi bintang menjadi kelam dan berubah menjadi merah mendung. Dari kejauhan, sang bulan yang awalnya gagah perkasa menyinari para penduduk bumi dibawahnya dengan sinarnya, sekarang  seakan - akan bersembunyi di balik awan hitam kelam. Cuaca benar - benar tidak bisa ditebak. Suasana harmoni malam yang indah, tiba - tiba berubah menjadi mendung dan diperkeruh dengan adanya angin ribut.

Tidak berbeda dengan suasana langit yang sedang kacau. Meski cuaca tidak karuan di atas, namun para manusia di bawah seakan tak memedulikannya. Suasana para manusia di bawah bila dilihat dari atas, juga nampak ruwetnya dengan cuaca yang tidak menentu. Ya, benar saja, karena para manusia di bawah sedang mengalami macet akibat perjalanan arus mudik, karena sebentar lagi lebaran akan tiba. Guntur di langit saling bersahutan, sedangkan dibawah, suara klakson juga tak ingin kalah bersaing.

Di sela - sela suasana padat merayap antrian banyak kendaraan roda empat yang berjajar di jalan utama dalam sebuah kota, melintas dengan cepat sebuah mobil dengan kecepatan tinggi yang melanggar sebuah lampu merah. Seorang polisi yang sedang bertugas pun terhenyak dari rasa kantuknya karena capek saat melihat sebuah mobil yang melanggar tata tertib lalu lintas. Dengan segera polisi itu membunyikan peluitnya dengan keras, namun suara panjang peluit itu tak digubris sang pengemudi mobil yang nekat melanjutkan laju mobilnya. Mobil itu melaju lebih kencang saat bunyi peluit dibunyikan, seakan peluit itu adalah bom waktu yang siap meledak. Saat mobil itu berada di tikungan, entah kenapa dari kejauhan polisi itu mendadak mendapati sesuatu yang tidak diharapkan. Mobil itu ketika menikung mengalami posisi oleng seperti menbarak sesuatu dan akhirnya membentur trotoar sehingga menimbulkan kerusakan yang parah. Karena penerangan pada tikungan yang kurang terang, polisi dan para warga sekitar yang menyaksikan kejadian nahas tersebut belum bisa memastikan penyebab kecelakaan itu.

1 jam setelah kecelakaan , di TKP, terlihat banyak sekali orang mengerumuni mobil yang sudah hancur. Di samping mobil yang hancur, sebuah jenazah wanita muda dibaringkan di atas tandu dan ditutupi kain kafan yang bersimbah darah. Kilatan cahaya tak henti - hentinya memotret jenazah dan mobil yang rusak itu. Tempat TKP itu dikerumuni para wartawan. Salah seorang wartawan yang tak jauh dari lokasi kejadian, menulis sebuah artikel yang memberitakan bahwa artis muda yang sedang menjadi mega bintang Arnike Maraspati tewas karena kecelakaan lalu - lintas. Wartawan itu menuliskan penyebab kecelakaan Arnike adalah karena melanggar lampu merah dan menabrak seseorang. Seseorang yang menjadi korban tabrakan mobil Arnike memang masih belum diketahui. Karena korban itu belum ditemukan, yang didapati polisi adalah sebuah sepeda unta milik korban yang hancur tak berbentuk karena ditabrak mobil Arnike. Korban saat ini sedang dalam pencarian polisi yang masih menyisir lahan kosong berlumpur di samping tikungan. Diduga korban ditabrak oleh mobil Arnike dan terpental jauh masuk ke dalam lahan berlumpur. Karena cuaca yang gelap dan penerangan minim, polisi yang menyisir masih belum menemukan korban.

Saat kejadian itu pula, media benar - benar heboh dengan pemberitaan kematian Arnike. Terutama di media internet. Dari berbagai media massa online saat itu juga memberitakan kematian Arnike. Di salah satu media menyebutkan Arnike terpaksa melanggar lampu lalu - lintas karena deadline syutingnya yang padat dan terganggu dengan kemacetan arus mudik. Di samping itu, disebutkan juga bahwa polisi menyebutkan Arnike dalam pengaruh obat - obatan yang berat, dan di dalam mobilnya juga ditemukan sabu dan tiga buah minuman keras berkadar alkohol tinggi. Sebuah media lain juga menyebutkan sebuah keterangan dari salah seorang rekan Arnike yang  menyatakan bahwa sebelum kejadian kecelakaan maut tersebut, Arnike dengan temannya berpesta di apartemennya yang megah. Di twitter pun, kematiannya menjadi trending topic dengan judul Penyanyi Seksi dan Artis Syur Tewas Dalam Kecelakaan.

Anton, seorang bocah berumur 11 tahun, sedang be-te dan kesal karena kecelakaan mega bintang muda Arnike membuat perjalanan mudik ke tempat neneknya menjadi lebih lama karena polisi menghentikan sejenak laju arus mudik untuk identifikasi kecelakaan kurang lebih selama dua jam. Ketika bosan di dalam mobil, dia diam - diam keluar, meninggalkan ayahnya yang terlelap di kursi kemudi dan ibunya di kursi belakang mobil. Anton, merasa ingin tahu keramaian yang ada jauh di depannya ditambah cahaya kilat kamera yang seakan tidak ingin berhenti. Setelah lama bersusah payah menerobos kerumunan banyak orang yang sedang menyaksisan proses penyidikan kecelakaan, akhirnya dia berada di urutan paling depan di belakang garis polisi.

Ada sesuatu yang disimpan Anton dari orang lain dan bahkan dari Ayah dan Ibunya sediri, yakni dia mempunyai indra ke-6 yang bisa menyaksikan sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain. Ketika melihat sesuatu hal gaib, Anton memang berperilaku aneh seperti ketakutan dan berdiam diri, sehingga Ibunya rutin membawanya ke Psikolog dan meminuminya obat jalan untuk penyembuhan mental.

Saat berdiri di barisan depan, tubuh Anton mendadak menggigil, lama kelamaan menggigilnya semakin parah dan akhirnya berubah menjadi kejang - kejang dan sesak nafas. Anton saat itu melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain. Dia melihat sebuah sosok hitam besar, bermata merah api sedang menyeret Arnike ke tempat yang dari kejauhan terlihat sangat mengerikan. Teriakan Arnike yang sangat menyayat hati itu karena diseret dengan menjambak rambutnya yang panjang dan juga teriakan beribu - ribu orang dari tempat mengerikan dari kejauhan yang dituju oleh mahkluk hitam mengerikan itu membuat Anton hampir tak sadarkan diri. Akhirnya Anton ambruk dan mulutnya mengeluarkan busa disertai dengan kejang - kejang. Perilaku Anton itu menyedot perhatian orang - orang sekitar yang sedang berekrumun, mereka semua membangunkan Anton dan memberinya minum, sebagian memijat dadanya dan ada yang membauinya dengan minyak kayu putih. Dari kerumunan orang yang sedang memberi bantuan kepada Anton, Ibunya mendadak muncul dan langsung dengan segera menggendong Anton dan menegaskan bahwa Anton adalah anaknya dan ingin membawanya ke mobil untuk diberikan obat dari dokter psikologinya. Ibunya menegaskan kepada kerumunan orang - orang bahwa sakit yang dialami Anton sedang kumat, padahal sebenarnya Anton tidak sakit, dia hanya shock melihat sesuatu di depannya.

Saat Anton digendong Ibunya dan masih dalam keadaan menggigil disertai kejang, tanpa sengaja Anton melihat dari kejauhan sebuah wanita tua berdiri menggunakan baju putih bersinar. Di sekitar wanita tua tersebut tersebar beberapa personel polisi yang sedang menyisir lahan berlumpur untuk mencari korban tabrakan oleh mobil Arnike, namun para polisi tersebut tidak bisa melihat wanita berbaju putih bercahaya tersebut. Kejang - kejang yang dialami oleh Anton mendadak menghilang saat melihat sebuah malaikat turun menghampiri wanita tua tersebut untuk diajak terbang ke atas menuju suatu tempat yang ketika Anton mendengar sedikit alunan lagu dari asal tempat tujuan malaikat itu, Anton merasa alunan sekejap itu tak ada bandingannya dengan dunia dan segala isinya. 

3 jam berlalu. Lokasi kejadian sudah kembali dibuka oleh polisi dan arus mudik kembali dilanjutkan. Malam ini, banyak personel polisi yang harus lembur mengatur arus lalu lintas karena kecelakaan maut yang menyebabkan seorang mega bintang tewas. Di salah satu media massa online sudah mengupdate beritanya yang menyebutkan bahwa 1 jam lalu polisi sudah menemukan korban yang ditabrak oleh artis Arnike. Korban tersebut adalah Marwadah, nenek tua yang sudah berusia 65 tahun. Marwadah ditemukan dengan susah payah oleh personel polisi yang menyisir lingkungan berlumpur tempat dirinya terpental jauh saat tertabrak dan terperosok sedalam 1 meter di dalam lumpur. Menurut warga setempat yang mengenali sosok Marwadah, dia adalah seorang perawan tua yang mengandikan hidupnya untuk merawat masjid dan sesekali mengajari para anak - anak sekitar untuk mengaji. Marwadah menjadi korban yang meninggal saat dirinya tertabrak oleh mobil mega bintang Arnike ketika hendak menuju masjid untuk membayar zakat.

7 comments:

ratu google said...

mantap cerpennya sob ,sukses terus ya

seowaps jasa seo said...

ijin baca cerpennya gan

imaa Rahmawati said...

makin keren aja nih cerpennya :D

Miz Tia said...

serem cerpennya.. boleh ya saya simpen, buat di jadikan referensi dan beberapa cerpen yang ada disini.

boleh ya?! :D
makasih loh. aku simpen nih.

Arief W.S said...

Ratu Google @ terima kasih Mbak Ratu :)

Seowaps @ Silahkan, dengan senang hati gan :)

Imaa R @ Yang baca juga tambah keren pastinya :)

Mizz Tia @ Buset dah, malah serem ya ceritanya, sorry - sorry lain kali aku bikin yg lebih serem lagi..eh..hehe :P
Gak masalah lo mau disimpen, orang gratis tis tis tis :D

darkerfun said...

Gak terpikirkan buat saya untuk nulis cerpen di blog. Hahaha.
Dulu saya punya banyak ide cerpen waktu SMP SMA. Tapi gak kesampaian untuk nulisnya karena beban sekolah yang militeristik sama sudah terlanjur jadi pemimpin umum majalah sekolah.
Jadi kerjaannya malah manajerial gitu.
Bisa jadi saya akan buat satu blog lagi khusus untuk nyerpen. haha

Arief W.S said...

Darkefun @ Wuidih, militeristik kayak wajib militer di Korea aja nih, hehe :D Emang sekolah jaman dulu agak kemiliteran gtu ea bang? jaman sekarang mah pada twitteran di kelas,hehe :P Ya buruan dibuat bang blog buat cerpennya, ntar saya baca cerpennya, mumpung ada media gratisan seperti blogspot untuk publikasi gratis cerpennya,hehe :D Saya juga sibuk tugas kuliah numpuk, banyak game lom tamat, novel, komik yang juga lum kebaca, apalagi bejibun film dah numpuk di hardisk lom kesampean dilihat, akhirnya nulis cerpennya juga tersendat2 di blog. Tp mau bagaimanapun, selama masih mengelola blog ya aku tetap usahakan nulis cerpen terus :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...