Thursday, March 1, 2018

MEMBELI HARDISK EKSTERNAL UNTUK MENGOBATI RASA BERAT HATI DAN KEKHAWATIRAN AKAN SEBUAH FILE

Lebih dari 5 tahun yang lalu, segala jenis file masih berukuran kecil. Aku sendiri ingat saat mengkopi film di warnet—ketika itu untuk satu judul film biasanya ukuran file-nya masih dibawah 1GB, terkadang ada juga yang dibawah 500mb . Jadi, membawa flasdisk berukuran 8gb ketika itu rasanya aman-aman saja karena sekeluarnya dari warnet setidaknya mampu membawa pulang 7-10 film.

Begitu juga, ketika mendatangi persewaan kaset untuk meminjam kepingan DVD game, satu judul game rata-rata hanya memerlukan 2 keping DVD. Jadi jika satu DVD mampu memuat file ukuran 4GB, satu game yang ter-install di komputer ketika itu hanya membutuhkan ruang hardisk rata-rata 5-8GB saja.

Namun, seiring berjalannya waktu, apalagi pada tahun 2018 ini, beragam file baik sistem operasi, software, film dan game ukurannya memang membengkak drastis. Terkadang bagi penikmat film berdefinisi tinggi seperti aku satu judul film dengan kualitas Full HD bisa mencapai 4GB-9GB. Dan game terkini pun ada yang memakan ruang hardisk hingga 100GB. Jelas semua itu berdampak pada kebutuhan penyimpanan terutama hardisk. Itu memang jadi masalah bagi pemilik komputer dan laptop yang mempunyai ruang penyimpanan terbatas.


Lebih dari 5 tahun yang lalu pun ruang penyimpanan pada sebuah ponsel sepertinya tidak begitu menjadi polemik. Karena dahulu fungsi ponsel tidak multiguna seperti saat ini. Membeli ponsel ketika itu tetap hanya ditujukan untuk sebatas komunikasi, berbeda dengan sekarang—orang membeli ponsel tidak sebatas untuk berkomunikasi, bisa juga niatnya untuk kemudahan menikmati konten multimedia melalui smartphone yang praktis dibawa kemanapun. Itu sebabnya, tahun 2018 ini internal storage sebesar 16GB yang dimiliki oleh sebuah smartphone  pun dirasa cukup mencekik, terutama para kaum muda yang hobi mengoleksi video, foto dan bermain game.

Saat ingin menginstall game baru dan juga menambahkan koleksi film tetapi menemui kendala berupa ruang penyimpanan pada komputer maupun laptop sudah terisi penuh—biasanya hal yang kita lakukan adalah menghapus beberapa file yang memenuhinya agar kembali longgar. Namun, permasalahan pribadi yang sering aku temui ketika ingin menghapus file di komputer adalah rasa berat hati. Bayangkan jika harus menghapus beberapa koleksi film kesayangan kita maupun meng-uninstall game favorit kita—walau sudah menamatkannya sekalipun tetapi tetap ada rasa tak tega ingin menghilangkannya dari komputer demi memberi ruang untuk file lain. Rasanya sungguh menyesakkan.

Diatas adalah permasalahan ruang penyimpanan pada hardisk komputer yang melandaku. Untuk smartphone sendiri, karena aku suka memotret apa saja, jelas poto-poto bertebaran memenuhi ruang penyimpanan smartphone. Karena smartphoneku tidak memiliki slot microSD, alhasil file video dan foto tersimpan di dalam memori internal. Kuakui internal storage ponselku sudah besar yakni 64GB. Tetapi beragam applikasi yang terus meminta update. Kebiasaanku memotret apa saja yang susah dihentikan. Lambat laun hal itu juga akan mengikis ruangan sebesar apapun yang disediakan oleh smartphone. Selain rasa kekhawatiran ruang penyimpanan yang cepat penuh, tingkat kecemasan yang paling mendalam adalah soal keamanan segala isi filenya.

Smartphone bukan barang abadi, dia bisa suatu saat mengalami error, jatuh kemudian rusak, terendam dan mati atau kejadian parah lain yang lebih ekstrim : kena begal, dijambret, dicopet. Tidak masalah jika kehilangan smartphone karena rusak, namun rasa khawatir lebih melandaku jika kehilangan beragam file yang ada di dalamnya oleh sebab apapun itu. Untuk mengantisipasinya, ada niat memindahkan seluruh isi file di smartphone ke dalam komputer. Namun perlu diingat, kondisi ruangan penyimpanan pada komputerku juga lagi pada tingkat krisis, terlebih timbul perasaan berat hati ketika ingin menghapus beberapa koleksi baik film maupun game demi kelonggaran ruang penyimpanan.

Oleh sebab itu, untuk mengatasi rasa berat hati dan juga kekhawatiran akan sebuah file, maka beberapa hari yang lalu aku membeli hardisk eksternal sebagai solusinya. Dengan hardisk eksternal ini, aku bisa menciptakan kelonggaran ruang kembali di hardisk komputer tanpa dihantui perasaan sedih—dikarenakan terpaksa harus rela menghapus entah game maupun beberapa koleksi filmku seperti sebelum-sebelumnya. Jadinya, semua master game beserta seluruh koleksi film aku pindah semua ke hardiks eksternal. Alhasil, sekarang hati lebih tenang karena masih tersedia cukup ruang di hardisk komputer untuk diisi baik game maupun koleksi film baru yang akan datang. Begitupun, file pada smartphone semua aku transfer pada hardisk eksternal. Selain membuat ruang ponsel menjadi longgar, jaminan kemanan file juga terjaga.

Kuakui kaum muda memang yang paling banyak mengkoleksi beragam file entah video klip, film, game, foto, musik, dll. Tetapi, keterbatasan ruang penyimpanan biasanya menjadi kendala bagi pemenuhan hasrat kaum muda tersebut. Jadi, bagi kalian yang setidaknya mempunyai problematika yang kurang lebih sama seperti yang aku alami diatas, ada baiknya mulai sekarang mempertimbangkan untuk membeli hardisk eksternal sebagai solusinya.


Ketika artikel ini ditulis, beragam hardisk eksternal yang ditawarkan di pasaran bisa ditemukan mulai dari ukuran 500GB hingga 4TB (4000GB). Seperti halnya makanan dan pakaian, semakin banyak yang dihidangkan tentu semakin kenyang dan semakin mahal yang dibeli tentu semakin trendy dan modis. Begitu juga dengan ukuran hardisk eksternal, semakin besar ukuran yang dibeli, semakin lega perasaan hati untuk mengkoleksi dan menyimpan sebanyak apapun beragam file yang digemari. Diluar faktor itu semua, sesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan dalam membeli hardisk eksternal.                  

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...