For Love Or Money. Mendengar
judulnya saja, apalagi film dengan tema percintaan, mungkin otak kita secara
responsif langsung memberikan gambaran bahwa film ini akan bercerita mengenai
dilema seseorang dalam menentukan antara dua pilihan sulit dalam hidupnya yakni
uang atau cinta. Yah memang tak jauh dari itu, karena sebenarnya kita semua
sudah familiar dengan seabrek film maupun sinetron baik lokal maupun luar yang
mengusung tema percintaan dengan persoalan cinta dan harta. Seakan tidak ada
matinya, pilihan konflik persoalan antara cinta dan harta selalu saja menghiasi
berbagai kisah yang muncul setiap tahunnya baik itu dalam bentuk novel, film
maupun serial drama. Hanya saja, setiap kisah yang menonjolkan konflik cinta
dan harta mempunyai bumbu dan daya kemasnya masing – masing sehingga mampu
membuat para penonton hanyut dalam cerita maupun tersulut emosinya. For Love Or
Money adalah sebuah film dari negeri Tiongkok yang mampu memberikan hiburan
tersendiri dengan ceritanya yang tak begitu berat namun mampu membuat emosi
penonton masuk ke dalam konflik jalan ceritanya. Selain itu, film ini dibintangi dua
artis Asia populer yakni Liu Yifei dari Tiongkok dan Jung Jihoon (Rain) dari
Korea Selatan.
Saturday, August 29, 2015
Wednesday, August 19, 2015
Review Evercoss Winner T A74A : Murah Dengan Build Quality Yang Oke
Smartphone For Everyone. Itulah slogan yang diusung oleh
Evercoss ketika kita menemuinya di iklan baik media cetak maupun televisi.
Maksud dari slogan itu adalah smartphone yang bisa menjangkau seluruh kalangan
dengan lebih menekankan di faktor harga. Dari dulu memang produk keluaran
Evercoss selalu mempunyai harga yang miring bahkan bersaing dengan sesama merek
lokal yang lain. Kali ini saya akan mereview singkat salah satu produk keluaran
Evercoss yang berharga terjangkau dan juga mewakili slogan yang diusungnya yakni
Smartphone For Everyone.
Thursday, May 7, 2015
Review Evercoss A7E : Smartphone Hebat Dengan Harga Hemat
Bingung mencari Smartphone
berkualitas buatan dalam negeri? Memang merek dalam negeri bisa dikatakan sudah
menjamur seperti Evercoss, Advan, IMO, Axioo, Nexian, Himax dan lain
sebagainya. Namun kebanyakan produknya biasanya pesan dan rebranding dari
negeri tirai bambu. Oleh karena itu, meski mempunyai merek lokal, namun bagian
dalam smartphone itu tetap tertulis made in China. Nah, akhir 2014 yang lalu
salah merek lokal Evercoss sudah mendirikan pabriknya sendiri yang berlokasi di
kawasan Semarang. Dari situ, lahir sebuah smartphone yang murni dirakit di
dalam negeri oleh anak bangsa kita sendiri. Seri smartphone itu dinamai A7E.
Huruf E yang berada di akhiran angka serinya diartikan England. Karena dirakit
di Indonesia, maka pada bagian dalam smartphone ini sudah tertulis buatan
Indonesia, bukan lagi made in China.
Friday, April 24, 2015
Review Film Norwegian Wood : Hambar Dan Syarat Emosi
Apa yang terlintas di
pikiran Anda jika mendengar sebuah judul Norwegian Wood? Ya bagi generasi tahun
60 - 70an pasti mengenalnya dengan sebuah judul lagu dari group band The
Beatles. Dan lagu Norwegian Wood sendiri ditulis oleh John Lennon selaku vokal
dari Group The Beatles. Lagu Norwegian
Wood sendiri diedarkan pertama kali pada tahun 1965. Karena setting tahun pada
film Norwegian Wood yang judulnya notabene sama persis dengan lagu ciptaan John
Lennon yang tak lain alasannya disebabkan karena tokoh utama dari cerita di
film ini menyukai lagu tersebut dan awal setting cerita pada film ini bermula
pada tahun 1967 dimana lagu tersebut sedang mendunia. Terlepas dari itu, Haruki
Murakami, selaku penulis novel Norwegian Wood yang diadaptasi menjadi film ini
juga menyukai dan terinspirasi oleh lagu Norwegian Wood dalam menulis cerita.
Jadi tak ayal jika judul karyanya disamakan dengan judul lagu yang disukai dan
sudah memberinya inspirasi.
Saturday, April 11, 2015
Review Film Tracers : Merasakan Adrenalin Berlarian Ala Parkour
Ada yang tau apa itu
Parkour? Jika Anda pernah melihat seseorang melakukan aktivitas berlarian
dengan berlenggak – lenggok secara lincah dengan tujuan untuk menghindari
rintangan dan melompat – lompat dengan keindahan seni, mungkin itu sedikit
gambaran mengenai Parkour. Untuk lebih tepatnya, mengutip dari Wikipedia, arti
dari Parkour adalah seni gerak yang bertujuan untuk berpindah dari satu tempat
ke tempat lainnya dengan efisien dan secepat – cepatnya dengan menggnakan
prinsip kemampuan badan manusia.
Aktivitas Parkour
memang semakin mendunia. Bahkan di Indonesia sudah terbentuk komunitas
resminya. Parkour sendiri ditemukan oleh David Belle asal Prancis. Menurut
David, Parkour bertujuan melatih efisiensi gerakan untuk membentuk badan dan
pikiran seseorang agar dapat menghadapi rintangan – rintangan dalam kondisi
bahaya.
Review Netbook Axioo Pico CJM D825 : Beragam Pilihan Warna Untuk Jiwa Muda
Sering bepergian namun
bukan untuk tamasya dan shoping alias karena urusan bisnis dan pekerjaan serta
diharuskan setiap saat membuat sebuah laporan? Yah begitulah, di era modern
sekarang duduk sambil minum kopi di cafe bukan lagi dikategorikan untuk bersantai.
Karena bisa saja, bagi sebagian orang cafe merupakan tempat yang rileks untuk
membuat entah itu laporan digital maupun pekerjaan. Berpergian ke rumah teman
kesana maupun kemari bukan berarti dikategorikan untuk bersenang – senang,
karena bisa juga untuk mengerjakan tugas sekolah. Berpergian ke mall, pantai, alun – alun, perpustakaan bukan
berarti dikategorikan sebagai jalan – jalan mencari udara segar ataupun cuci
mata, tapi bisa saja untuk observasi tugas kuliah. Maka untuk menunjang
melaksanakan tugas – tugas di atas entah itu pekerja, karyawan, mahasiswa
maupun siswa sekolah biasanya membutuhkan sebuah laptop sebagai sarana ataupun
komputasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Alasannya simpel, karena laptop bisa
dibawa kemana – mana dan praktis mampu menyelesaikan pekerjaan saat itu juga
apabila materi sudah didapat.
Tuesday, March 24, 2015
Sebatas Coretan : Someone
Tidak seperti biasanya. Hari ini
minimarket sepi pengunjung. Mungkin saja disebabkan karena hujan yang tak
kunjung reda sejak kemarin malam. Suasana seperti ini sangat menyebalkan. Terhitung
aku sudah menguap lebih dari 50 kali sejak 6 jam yang lalu semenjak memasuki
jam jaga pertama shift pagiku sebagai kasir di minimarket. Aku lebih memilih
disibukkan dengan antrian para pembeli daripada tak ada aktivitas seperti ini
yang mana membuat rasa kantuk dengan leluasanya menyerang sendi - sendi mataku.
Ditambah tadi malam aku tidur sangat larut. Episode terakhir dari serial drama
Korea yang aku ikuti dari awal, hanya karena ingin mengetahui endingnya saja,
aku rela begadang meski hari ini jadwalku masuk di pagi buta.
Suara berisik derum mobil yang diparkir di
halaman utama minimarket menyelamatkanku dari rasa kantuk yang sudah diambang
batas dan hampir saja membuatku memasuki dunia mimpiku. Syukurlah ada pembeli, batinku lega. Kuamati seorang gadis mungkin
saja berumur 17 tahun keluar dari pintu mobil berjenis sedan. Gadis itu
mempunyai rambut pirang yang berkemilau, memakai sebuah kacamata pink berkesan
manja, dengan kaos bermotif batik yang nyentrik dan celana jeans yang ketat
sehingga lekuk paha sampai lututnya menjadi ideal. Andai mempunyai bentuk tubuh
seperti gadis itu, apapun yang dipakai rasa - rasanya menjadi cocok, dan
mungkin tak akan mempunyai banyak masalah saat membeli pakaian di mall pikirku.
Subscribe to:
Posts (Atom)






