Saturday, August 29, 2015

Review Film For Love Or Money : Antara Cinta Dan Harta

For Love Or Money. Mendengar judulnya saja, apalagi film dengan tema percintaan, mungkin otak kita secara responsif langsung memberikan gambaran bahwa film ini akan bercerita mengenai dilema seseorang dalam menentukan antara dua pilihan sulit dalam hidupnya yakni uang atau cinta. Yah memang tak jauh dari itu, karena sebenarnya kita semua sudah familiar dengan seabrek film maupun sinetron baik lokal maupun luar yang mengusung tema percintaan dengan persoalan cinta dan harta. Seakan tidak ada matinya, pilihan konflik persoalan antara cinta dan harta selalu saja menghiasi berbagai kisah yang muncul setiap tahunnya baik itu dalam bentuk novel, film maupun serial drama. Hanya saja, setiap kisah yang menonjolkan konflik cinta dan harta mempunyai bumbu dan daya kemasnya masing – masing sehingga mampu membuat para penonton hanyut dalam cerita maupun tersulut emosinya. For Love Or Money adalah sebuah film dari negeri Tiongkok yang mampu memberikan hiburan tersendiri dengan ceritanya yang tak begitu berat namun mampu membuat emosi penonton masuk ke dalam konflik jalan ceritanya. Selain itu, film ini dibintangi dua artis Asia populer yakni Liu Yifei dari Tiongkok dan Jung Jihoon (Rain) dari Korea Selatan.

Wednesday, August 19, 2015

Review Evercoss Winner T A74A : Murah Dengan Build Quality Yang Oke

Smartphone For Everyone. Itulah slogan yang diusung oleh Evercoss ketika kita menemuinya di iklan baik media cetak maupun televisi. Maksud dari slogan itu adalah smartphone yang bisa menjangkau seluruh kalangan dengan lebih menekankan di faktor harga. Dari dulu memang produk keluaran Evercoss selalu mempunyai harga yang miring bahkan bersaing dengan sesama merek lokal yang lain. Kali ini saya akan mereview singkat salah satu produk keluaran Evercoss yang berharga terjangkau dan juga mewakili slogan yang diusungnya yakni Smartphone For Everyone.

Thursday, May 7, 2015

Review Evercoss A7E : Smartphone Hebat Dengan Harga Hemat

Bingung mencari Smartphone berkualitas buatan dalam negeri? Memang merek dalam negeri bisa dikatakan sudah menjamur seperti Evercoss, Advan, IMO, Axioo, Nexian, Himax dan lain sebagainya. Namun kebanyakan produknya biasanya pesan dan rebranding dari negeri tirai bambu. Oleh karena itu, meski mempunyai merek lokal, namun bagian dalam smartphone itu tetap tertulis made in China. Nah, akhir 2014 yang lalu salah merek lokal Evercoss sudah mendirikan pabriknya sendiri yang berlokasi di kawasan Semarang. Dari situ, lahir sebuah smartphone yang murni dirakit di dalam negeri oleh anak bangsa kita sendiri. Seri smartphone itu dinamai A7E. Huruf E yang berada di akhiran angka serinya diartikan England. Karena dirakit di Indonesia, maka pada bagian dalam smartphone ini sudah tertulis buatan Indonesia, bukan lagi made in China.

Friday, April 24, 2015

Review Film Norwegian Wood : Hambar Dan Syarat Emosi

Apa yang terlintas di pikiran Anda jika mendengar sebuah judul Norwegian Wood? Ya bagi generasi tahun 60 - 70an pasti mengenalnya dengan sebuah judul lagu dari group band The Beatles. Dan lagu Norwegian Wood sendiri ditulis oleh John Lennon selaku vokal dari Group The Beatles.  Lagu Norwegian Wood sendiri diedarkan pertama kali pada tahun 1965. Karena setting tahun pada film Norwegian Wood yang judulnya notabene sama persis dengan lagu ciptaan John Lennon yang tak lain alasannya disebabkan karena tokoh utama dari cerita di film ini menyukai lagu tersebut dan awal setting cerita pada film ini bermula pada tahun 1967 dimana lagu tersebut sedang mendunia. Terlepas dari itu, Haruki Murakami, selaku penulis novel Norwegian Wood yang diadaptasi menjadi film ini juga menyukai dan terinspirasi oleh lagu Norwegian Wood dalam menulis cerita. Jadi tak ayal jika judul karyanya disamakan dengan judul lagu yang disukai dan sudah memberinya inspirasi.

Saturday, April 11, 2015

Review Film Tracers : Merasakan Adrenalin Berlarian Ala Parkour

Ada yang tau apa itu Parkour? Jika Anda pernah melihat seseorang melakukan aktivitas berlarian dengan berlenggak – lenggok secara lincah dengan tujuan untuk menghindari rintangan dan melompat – lompat dengan keindahan seni, mungkin itu sedikit gambaran mengenai Parkour. Untuk lebih tepatnya, mengutip dari Wikipedia, arti dari Parkour adalah seni gerak yang bertujuan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan efisien dan secepat – cepatnya dengan menggnakan prinsip kemampuan badan manusia.

Aktivitas Parkour memang semakin mendunia. Bahkan di Indonesia sudah terbentuk komunitas resminya. Parkour sendiri ditemukan oleh David Belle asal Prancis. Menurut David, Parkour bertujuan melatih efisiensi gerakan untuk membentuk badan dan pikiran seseorang agar dapat menghadapi rintangan – rintangan dalam kondisi bahaya.

Review Netbook Axioo Pico CJM D825 : Beragam Pilihan Warna Untuk Jiwa Muda

Sering bepergian namun bukan untuk tamasya dan shoping alias karena urusan bisnis dan pekerjaan serta diharuskan setiap saat membuat sebuah laporan? Yah begitulah, di era modern sekarang duduk sambil minum kopi di cafe bukan lagi dikategorikan untuk bersantai. Karena bisa saja, bagi sebagian orang cafe merupakan tempat yang rileks untuk membuat entah itu laporan digital maupun pekerjaan. Berpergian ke rumah teman kesana maupun kemari bukan berarti dikategorikan untuk bersenang – senang, karena bisa juga untuk mengerjakan tugas sekolah. Berpergian ke mall,  pantai, alun – alun, perpustakaan bukan berarti dikategorikan sebagai jalan – jalan mencari udara segar ataupun cuci mata, tapi bisa saja untuk observasi tugas kuliah. Maka untuk menunjang melaksanakan tugas – tugas di atas entah itu pekerja, karyawan, mahasiswa maupun siswa sekolah biasanya membutuhkan sebuah laptop sebagai sarana ataupun komputasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Alasannya simpel, karena laptop bisa dibawa kemana – mana dan praktis mampu menyelesaikan pekerjaan saat itu juga apabila materi sudah didapat.

Tuesday, March 24, 2015

Sebatas Coretan : Someone

Tidak seperti biasanya. Hari ini minimarket sepi pengunjung. Mungkin saja disebabkan karena hujan yang tak kunjung reda sejak kemarin malam. Suasana seperti ini sangat menyebalkan. Terhitung aku sudah menguap lebih dari 50 kali sejak 6 jam yang lalu semenjak memasuki jam jaga pertama shift pagiku sebagai kasir di minimarket. Aku lebih memilih disibukkan dengan antrian para pembeli daripada tak ada aktivitas seperti ini yang mana membuat rasa kantuk dengan leluasanya menyerang sendi - sendi mataku. Ditambah tadi malam aku tidur sangat larut. Episode terakhir dari serial drama Korea yang aku ikuti dari awal, hanya karena ingin mengetahui endingnya saja, aku rela begadang meski hari ini jadwalku masuk di pagi buta.

Suara berisik derum mobil yang diparkir di halaman utama minimarket menyelamatkanku dari rasa kantuk yang sudah diambang batas dan hampir saja membuatku memasuki dunia mimpiku. Syukurlah ada pembeli, batinku lega. Kuamati seorang gadis mungkin saja berumur 17 tahun keluar dari pintu mobil berjenis sedan. Gadis itu mempunyai rambut pirang yang berkemilau, memakai sebuah kacamata pink berkesan manja, dengan kaos bermotif batik yang nyentrik dan celana jeans yang ketat sehingga lekuk paha sampai lututnya menjadi ideal. Andai mempunyai bentuk tubuh seperti gadis itu, apapun yang dipakai rasa - rasanya menjadi cocok, dan mungkin tak akan mempunyai banyak masalah saat membeli pakaian di mall pikirku.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...