Pernah
mempunyai seorang pacar namun benar – benar tak mampu untuk berpisah
sepersekian detik pun? Ya, apalagi kalau bukan selain kangen. Tapi diluar itu,
yang terpenting adalah keserasian jiwa, dengan kata lain pacar kita adalah
bener – bener soulmate tanpa diragukan lagi. Memang sih, mempunyai pacar
apalagi dalam tahap jenjang sekolahan bisa dibilang, atau katakanlah sebagian
besar orang dengan sebelah mata paling hanya memandang cinta monyet dan hanya
masa – masa penjajakan saja. Tapi faktanya sebagian besar memang terbukti kan
seperti itu. Masa pacaran sebagian anak sekolahan pasti dihiasi dengan kata
putus – nyambung dengan berbagai alasan. Hanya segelintir yang bertahan sampai
tahunan. Nah segelintir orang itulah yang mungkin akan diceritakan pada film
drama dari Jepang berjudul Halfway.
Cinta yang murni antara dua orang yang saling melengkapi jiwa, dan sedikitpun
tak ingin berpisah.
Wednesday, October 28, 2015
Tuesday, October 20, 2015
Review Film Hanamizuki - May Your Love Bloom A Hundred Years
Percayakah kalian jika
jodoh itu tak akan kemana? Apapun rintangannya, berapapun jauhnya jarak yang
memisahkan, takdir pasti akan menyatukan mereka pada akhirnya dikarenakan cinta.
Kalau kalian yang termasuk percaya dengan yang namanya jodoh, mungkin film ini
cocok untuk dinikmati dan nggak wajib ditonton karena pasti bakal mudah ditebak
endingnya. Bagi yang kurang percaya jodoh,atau mungkin posisi saat ini sedang
mencintai seseorang namun orang tersebut sudah ada yang punya dan dengan
gampangnya berkata : Dia bukan jodohku,
tanpa mempertimbangkan kemungkinan suatu hari dia bakalan yang menjadi jodohmu
bukan pacarnya saat ini. Yaaahh, jika kalian termasuk yang dalam posisi diatas,
maka ya film ini malah wajib juga ditonton supaya mempertegas bahwa jodoh itu
tidak akan pernah kemana, berapapun mantan yang dimilikinya kalau dia adalah jodohmu buat masa depan ya itulah pasangan
hidupmu, hehe.
Thursday, September 10, 2015
Review Film Close Range Love : Ketika Cinta Tak Mengenal Batasan
Siapa yang tidak menyukai
dan terhibur dengan drama percintaan? Selama ini kita sudah sering disuguhkan
oleh beragam drama percintaan sebagai contoh seperti yang terjadi antara tokoh utama dengan teman
sekelasnya. Tokoh utama dengan rekan kerjanya. Tokoh utama dengan rivalnya yang
awalnya saling membenci namun lama – kelamaan tumbuh benih asmara. Tokoh utama
yang sudah berkeluarga namun janda atau duda bertemu dengan pasangan hidupnya
yang seumuran. Bahkan tokoh utama yang sudah berumur kakek maupun nenek pun
kisah cintanya masih sanggup bisa dieksplor dengan bagus. Dari semua yang saya
sebutkan, tokoh – tokoh yang berperan menjalin kisah cintanya itu rata – rata seumuran
dan kalaupun berbeda hanya selisih beberapa tahun. Nah, lalu bagaimana dengan
kisah cinta yang unik yang para tokohnya mempunyai selisih umur yang cukup
signifikan yakni lebih dari 10 tahun dan status mereka bukan suatu hal yang
wajar dalam menjalin hubungan jika dilihat dari kacamata masyarakat umum?
Thursday, September 3, 2015
Review Film San Andreas : Ketika Segalanya Luluh - Lantah
Sebagian besar jika mendengar
nama San Andreas pastinya akan berfikir bahwa itu adalah salah satu seri game
GTA yang pernah populer pada tahun 2004, bahkan di Indonesia pun sangat booming
dan masih banyak dimainkan sampai saat ini dengan beragam kustomisasi patchnya.
Sayangnya, San Andreas yang saya maksud di sini adalah sebuah film. Apakah San
Andreas adalah nama tepat? Lebih tepatnya San Andreas adalah nama sebuah
patahan geser yang terletak di negara bagian California, Amerika Serikat, yang
memiliki panjang 1.300 km. Patahan ini membentuk batas tektonik antara Lempeng
Pasifik dan Lempeng Amerika Utara. Jadi bila film San Andreas ini judulnya
diambil dari nama sebuah patahan tektonik, maka temanya otomatis adalah sebuah
bencana, terutama gempa.
Tuesday, September 1, 2015
Review Novel Dan Film Poltergeist : Ketika Arwah Jahat Bergentayangan
Membicarakan Poltergeist yang berarti arwah jahat memang bukanlah sesuatu yang
baru. Poltergeist sendiri adalah
sebuah film yang pernah popular pada tahun 1982. Karena selain salah satu film
yang menakutkan kala itu, jalan ceritanya pun ditulis oleh sutradara kawakan
yakni Steven Spielberg. Nah, pada
tahun 2015 ini, ternyata film Poltergeist
di-remake ulang dan sudah tayang di
bioskop pada bulan Juni lalu di Indonesia. Dan ternyata lagi, film Poltergeist ini juga ada novelnya. Novel
Poltergeist ditulis oleh James Khan dan termasuk jenis novel
adaptasi karena ceritanya berdasarkan dari scenario
filmnya. James Khan sendiri adalah
salah satu penulis novel adaptasi, karena selain Poltergeist, dia juga menulis novel adaptasi dari film popular
seperti Star Wars dan Indiana Jones. Novel Poltergeist sendiri diterbitkan pertama
kali pada tahun 1982 sama pada tahun dimana filmnya pertama kali tayang.
Sedangkan di Indonesia novel Poltergeist
diterbitkan pertama kali tahun 2015 ini bersama dengan rilis film remake terbarunya.
Saturday, August 29, 2015
Review Film For Love Or Money : Antara Cinta Dan Harta
For Love Or Money. Mendengar
judulnya saja, apalagi film dengan tema percintaan, mungkin otak kita secara
responsif langsung memberikan gambaran bahwa film ini akan bercerita mengenai
dilema seseorang dalam menentukan antara dua pilihan sulit dalam hidupnya yakni
uang atau cinta. Yah memang tak jauh dari itu, karena sebenarnya kita semua
sudah familiar dengan seabrek film maupun sinetron baik lokal maupun luar yang
mengusung tema percintaan dengan persoalan cinta dan harta. Seakan tidak ada
matinya, pilihan konflik persoalan antara cinta dan harta selalu saja menghiasi
berbagai kisah yang muncul setiap tahunnya baik itu dalam bentuk novel, film
maupun serial drama. Hanya saja, setiap kisah yang menonjolkan konflik cinta
dan harta mempunyai bumbu dan daya kemasnya masing – masing sehingga mampu
membuat para penonton hanyut dalam cerita maupun tersulut emosinya. For Love Or
Money adalah sebuah film dari negeri Tiongkok yang mampu memberikan hiburan
tersendiri dengan ceritanya yang tak begitu berat namun mampu membuat emosi
penonton masuk ke dalam konflik jalan ceritanya. Selain itu, film ini dibintangi dua
artis Asia populer yakni Liu Yifei dari Tiongkok dan Jung Jihoon (Rain) dari
Korea Selatan.
Wednesday, August 19, 2015
Review Evercoss Winner T A74A : Murah Dengan Build Quality Yang Oke
Smartphone For Everyone. Itulah slogan yang diusung oleh
Evercoss ketika kita menemuinya di iklan baik media cetak maupun televisi.
Maksud dari slogan itu adalah smartphone yang bisa menjangkau seluruh kalangan
dengan lebih menekankan di faktor harga. Dari dulu memang produk keluaran
Evercoss selalu mempunyai harga yang miring bahkan bersaing dengan sesama merek
lokal yang lain. Kali ini saya akan mereview singkat salah satu produk keluaran
Evercoss yang berharga terjangkau dan juga mewakili slogan yang diusungnya yakni
Smartphone For Everyone.
Subscribe to:
Posts (Atom)






