Wednesday, October 28, 2015

Review Film Halfway : Ikatan Cinta Yang Sulit Dipisahkan

Pernah mempunyai seorang pacar namun benar – benar tak mampu untuk berpisah sepersekian detik pun? Ya, apalagi kalau bukan selain kangen. Tapi diluar itu, yang terpenting adalah keserasian jiwa, dengan kata lain pacar kita adalah bener – bener soulmate tanpa diragukan lagi. Memang sih, mempunyai pacar apalagi dalam tahap jenjang sekolahan bisa dibilang, atau katakanlah sebagian besar orang dengan sebelah mata paling hanya memandang cinta monyet dan hanya masa – masa penjajakan saja. Tapi faktanya sebagian besar memang terbukti kan seperti itu. Masa pacaran sebagian anak sekolahan pasti dihiasi dengan kata putus – nyambung dengan berbagai alasan. Hanya segelintir yang bertahan sampai tahunan. Nah segelintir orang itulah yang mungkin akan diceritakan pada film drama dari Jepang berjudul Halfway. Cinta yang murni antara dua orang yang saling melengkapi jiwa, dan sedikitpun tak ingin berpisah.

Tuesday, October 20, 2015

Review Film Hanamizuki - May Your Love Bloom A Hundred Years

Percayakah kalian jika jodoh itu tak akan kemana? Apapun rintangannya, berapapun jauhnya jarak yang memisahkan, takdir pasti akan menyatukan mereka pada akhirnya dikarenakan cinta. Kalau kalian yang termasuk percaya dengan yang namanya jodoh, mungkin film ini cocok untuk dinikmati dan nggak wajib ditonton karena pasti bakal mudah ditebak endingnya. Bagi yang kurang percaya jodoh,atau mungkin posisi saat ini sedang mencintai seseorang namun orang tersebut sudah ada yang punya dan dengan gampangnya berkata : Dia bukan jodohku, tanpa mempertimbangkan kemungkinan suatu hari dia bakalan yang menjadi jodohmu bukan pacarnya saat ini. Yaaahh, jika kalian termasuk yang dalam posisi diatas, maka ya film ini malah wajib juga ditonton supaya mempertegas bahwa jodoh itu tidak akan pernah kemana, berapapun mantan yang dimilikinya kalau dia adalah  jodohmu buat masa depan ya itulah pasangan hidupmu, hehe.

Thursday, September 10, 2015

Review Film Close Range Love : Ketika Cinta Tak Mengenal Batasan

Siapa yang tidak menyukai dan terhibur dengan drama percintaan? Selama ini kita sudah sering disuguhkan oleh beragam drama percintaan sebagai contoh seperti yang  terjadi antara tokoh utama dengan teman sekelasnya. Tokoh utama dengan rekan kerjanya. Tokoh utama dengan rivalnya yang awalnya saling membenci namun lama – kelamaan tumbuh benih asmara. Tokoh utama yang sudah berkeluarga namun janda atau duda bertemu dengan pasangan hidupnya yang seumuran. Bahkan tokoh utama yang sudah berumur kakek maupun nenek pun kisah cintanya masih sanggup bisa dieksplor dengan bagus. Dari semua yang saya sebutkan, tokoh – tokoh yang berperan menjalin kisah cintanya itu rata – rata seumuran dan kalaupun berbeda hanya selisih beberapa tahun. Nah, lalu bagaimana dengan kisah cinta yang unik yang para tokohnya mempunyai selisih umur yang cukup signifikan yakni lebih dari 10 tahun dan status mereka bukan suatu hal yang wajar dalam menjalin hubungan jika dilihat dari kacamata masyarakat umum?

Thursday, September 3, 2015

Review Film San Andreas : Ketika Segalanya Luluh - Lantah

Sebagian besar jika mendengar nama San Andreas pastinya akan berfikir bahwa itu adalah salah satu seri game GTA yang pernah populer pada tahun 2004, bahkan di Indonesia pun sangat booming dan masih banyak dimainkan sampai saat ini dengan beragam kustomisasi patchnya. Sayangnya, San Andreas yang saya maksud di sini adalah sebuah film. Apakah San Andreas adalah nama tepat? Lebih tepatnya San Andreas adalah nama sebuah patahan geser yang terletak di negara bagian California, Amerika Serikat, yang memiliki panjang 1.300 km. Patahan ini membentuk batas tektonik antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Amerika Utara. Jadi bila film San Andreas ini judulnya diambil dari nama sebuah patahan tektonik, maka temanya otomatis adalah sebuah bencana, terutama gempa.

Tuesday, September 1, 2015

Review Novel Dan Film Poltergeist : Ketika Arwah Jahat Bergentayangan

Membicarakan Poltergeist yang berarti arwah jahat memang bukanlah sesuatu yang baru. Poltergeist sendiri adalah sebuah film yang pernah popular pada tahun 1982. Karena selain salah satu film yang menakutkan kala itu, jalan ceritanya pun ditulis oleh sutradara kawakan yakni Steven Spielberg. Nah, pada tahun 2015 ini, ternyata film Poltergeist di-remake ulang dan sudah tayang di bioskop pada bulan Juni lalu di Indonesia. Dan ternyata lagi, film Poltergeist ini juga ada novelnya. Novel Poltergeist ditulis oleh James Khan dan termasuk jenis novel adaptasi karena ceritanya berdasarkan dari scenario filmnya. James Khan sendiri adalah salah satu penulis novel adaptasi, karena selain Poltergeist, dia juga menulis novel adaptasi dari film popular seperti Star Wars dan Indiana Jones. Novel Poltergeist sendiri diterbitkan pertama kali pada tahun 1982 sama pada tahun dimana filmnya pertama kali tayang. Sedangkan di Indonesia novel Poltergeist diterbitkan pertama kali tahun 2015 ini bersama dengan rilis film remake terbarunya.

Saturday, August 29, 2015

Review Film For Love Or Money : Antara Cinta Dan Harta

For Love Or Money. Mendengar judulnya saja, apalagi film dengan tema percintaan, mungkin otak kita secara responsif langsung memberikan gambaran bahwa film ini akan bercerita mengenai dilema seseorang dalam menentukan antara dua pilihan sulit dalam hidupnya yakni uang atau cinta. Yah memang tak jauh dari itu, karena sebenarnya kita semua sudah familiar dengan seabrek film maupun sinetron baik lokal maupun luar yang mengusung tema percintaan dengan persoalan cinta dan harta. Seakan tidak ada matinya, pilihan konflik persoalan antara cinta dan harta selalu saja menghiasi berbagai kisah yang muncul setiap tahunnya baik itu dalam bentuk novel, film maupun serial drama. Hanya saja, setiap kisah yang menonjolkan konflik cinta dan harta mempunyai bumbu dan daya kemasnya masing – masing sehingga mampu membuat para penonton hanyut dalam cerita maupun tersulut emosinya. For Love Or Money adalah sebuah film dari negeri Tiongkok yang mampu memberikan hiburan tersendiri dengan ceritanya yang tak begitu berat namun mampu membuat emosi penonton masuk ke dalam konflik jalan ceritanya. Selain itu, film ini dibintangi dua artis Asia populer yakni Liu Yifei dari Tiongkok dan Jung Jihoon (Rain) dari Korea Selatan.

Wednesday, August 19, 2015

Review Evercoss Winner T A74A : Murah Dengan Build Quality Yang Oke

Smartphone For Everyone. Itulah slogan yang diusung oleh Evercoss ketika kita menemuinya di iklan baik media cetak maupun televisi. Maksud dari slogan itu adalah smartphone yang bisa menjangkau seluruh kalangan dengan lebih menekankan di faktor harga. Dari dulu memang produk keluaran Evercoss selalu mempunyai harga yang miring bahkan bersaing dengan sesama merek lokal yang lain. Kali ini saya akan mereview singkat salah satu produk keluaran Evercoss yang berharga terjangkau dan juga mewakili slogan yang diusungnya yakni Smartphone For Everyone.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...